Wabup Piter Gusbager dan Petani Sawit Bertemu Bahas Beragam Masalah dan Solusinya

0
157

KEEROM  (LINTAS PAPUA) – Dalam rangka menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi petani kelapa sawit dan koperasi petani kelapa sawit, maka Wakil Bupati Kabupaten Keerom, Piter Gusbager, S.Hut.MUP menerima para perwakilan petani dari Gapoktan, Koperasi Ngkawa dan Asosisasi Kelapa Sawit Indonesia atau APKASINDO Kab. Keerom.

Kegiatan audience ini dilaksanakan di Aula Kantor Bupati Keerom, Kamis (16/07/2020). Turut hadir pada kesempatan ini, Asisten I Setda Keerom, Daniel P. Pasanda. Sementera dari petani kelapa sawit ada Yahmin Hendra, mewakili Koperasi petani kelapa sawit, Ny. Mudrika, para ketua-ketua Gapoktan mewakili masing-masing kampung di keerom.

Pertemuan itu sendiri dilaksanakan dalam rangka mencari jalan keluar atas rencana peremajaan kelapa sawit (replanting) dan terkait perbedaan pendapat antara pihak Adat dan petani sawit di Arso pir 2 itu. Bahkan masalah tersebut telah berlarut-larut sejak sepeninggal alm. Celcius Watae (bup. Keerom saat itu) pada tahun 2017.

Pada kesempatan tersebut, para petani menyampaikan keluhan dan unek-unek mereka tentang perkebunan kelapa sawit yang bagai hidup segan mati tak mau. Termasuk keberadaan PTPN yang belum juga beroperasi, serta perlu dilakukannya replanting, masalah excavator untuk kegiatan replanting, dan lainnya.

Dalam kesempatannya, Wabup Keerom itu menyampaikan, siap membantu untuk memberikan solusi dalam menyelesaikan perselisihan antar beberapa pihak tersebut, baik itu petani sawit, masyarakat Adat, PTPN II dan Pemerintah.

“Hampir tujuh tahun terkahir Sawit ini tidak diurus. Aspirasi masyarakat Adat dan Petani dalam hasil kajian ilmiah Universitas Papua, mayoritas menginginkan peremajaan itu berjalan dan juga telah teridentifikasi apa saja permasalahannya,”ujar Wabup kepada lintaspapua.com, kemarin.

Menurut Wabup yang juga anak asli Keerom tersebut, bahwa tugas pemerintah sebagai aktor kunci dalam menyelesaikan persoalan-persoalan peremajaan Sawit ini harus memastikan kepentingan Petani, Masyarakat dalam peningkatan pendapatan masyarakat adat itu sendiri dan pendapatan daerah harus jalan atau ada Sinergitas atau se-paham.

“Tugas saya adalah, apa yang menjadi hasil kajian Universitas Papua dan Surat Mantan Bupati Keerom, Alm. Celcius Watae per tanggal 13 Juli 2017 tentang, Peremajaan harus memiliki persetujuan masyarakat Adat, dan itulah yang sedang kita lakukan sekarang,”lanjutnya.

Wabup menambahkan, bahwa manfaat peremajaan untuk merubah roda perekonomian di Keerom sangat diharapkan atau diperlukan. Hanya saja peremajaan ini dilakukan tahap demi tahap dan prosedur yang baik suapaya tidak ada gejolak di masyarakat. Diakuinya bahwa Sawit ini salah satu Income daerah dan Income domestik atau rumah tangga.

“Tugas kami Pemerintah untuk memastikan semua proses berjalan dengan aman dan damai, sehingga tidak menimbulkan gesekan atau persoalan yang lain di masyarakat,”lanjutnya lagi.

Ia juga menyebut bahwa untuk menyelesaikan masalah tersebut, maka perlu kerjasama dan sinergitas yang dibangun oleh semua pihak. Dirinya sebagai Wakil Bupati mengakui akan mendorong persoalan ini untuk ada kesepahaman antara pihak terkait.

“Kita Pemerintah juga tidak bisa disatu pihak saja, tapi bagaimana upaya kita untuk merangkul semua kepentingan ini dan peremajaan ini bisa berjalan dengan memanfaatkan lahan yang sudah tidak produktif lagi, bukan untuk membuka lahan baru,”tutupnya.

Sementara itu Ketua APKASINDO Keerom, Yamin mengakui sangat apresiasi atas jalan atau dialog yang diadakan Pemerintah dalam hal Wakil Bupati Keerom, Piter Gusbager.

“Dengan adanya dialog ini akan mengurangi kembali benang yang sudah kusut dalam hali persoalan yang tidak sepaham dengan pihak-pihak dalam masalah peremajaan ini,”tuturnya.

Namun ia mengakui, terkait tahapan peremajaan lahan sawit ini sudah ditunggu sejak lama. Tapi untuk melakukan sebuah program diutamakan dulu legalitas lahannya.

“Karena kalo legalitas lahannya bermasalah akan sulit untuk menerima program. Untuk itu harus ada penyelesaian terlebih dahulu,”bebernya. (arief/lintaspapua.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here