Padahal di Keerom Sudah banyak Tempat yang Representatif Untuk Kegiatan

KEEROM (LINTAS PAPUA) – Beberapa kegiatan yang dilaksanakan OPD di lingkungan Pemkab Keerom masih saja di lakukan di hotel di Jayapura, hal ini menjadi sorotan pelaku usaha dan masyarakat. Pasalnya ditengah masa pandemi Covid-19 yang berdampak pada kesulitan ekonomi, seharusnya kegiatan Pemkab Keerom sebaiknya dilaksanakan di Keerom untuk menunjang perekonomian masyarakat dan pelaku usaha di Keerom.

Salah satu OPD yang diketahui telah melakukan kegiatan di sebuah Hotel di kawasan Abepura, yaitu Bappeda Keerom. Dalam bulan Juli 2020 ini sedikitnya ada 2 kegiatan yang telah digelar di hotel tersebut yaitu kegiatan Workshop Permendagri no 90 pada Jumat (10/7/20) serta kegiatan tentang DAK (Dana Alokasi Khusus) bersama OPD terkait pada awal Juli.

Tampak Kegiatan Bappeda Keerom di Jayapura mendapatkan sorotan,  Hal ini seperti disampaikan salah seorang masyarakat dan pelaku usaha di Keerom. ‘’Seharusnya kegiatan-kegiatan Pemkab Keerom dilakukan saja di Keerom, biar membantu perekonomian pelaku usaha di Keerom,’’ungkap salah seorang pelaku usaha di Keerom yang enggan menyebutkan namanya.

Karena menurutnya dengan kegiatan di Keerom, maka banyak pelaku usaha akan terbantu. Baik dari segi tempat, makanan dan kebutuhan lain untuk kegiatan tersebut. ‘’Kan di Keerom sudah ada hotel dengan meeting room, atau kalau tidak mungkin di Aula Kantor Bupati atau di gedung Pramuka, paling tidak, rumah makan dan warung di Keerom juga kecipratan rejeki, ini masa pandemic Covid, seharusnya kepekaan justru semakin ditingkatkan,’’ungkapnya.

Namun ketika hal dikonfirmasi kepada Kepala Bappeda Keerom, Agus Salim, SKM, Mkes. Ia menyanggah bahwa pihaknya banyak menggelar kegiatan di Kota Jayapura.

Menurutnya kegiatan yang digelar di sebuah Hotel di Jayapura, semata-mata karena pertimbangan jaringan internet. Karena jaringan internet di Keerom dinilainya lemot.

‘’Kegiatan sosialisasi permendagri no 90/2019 kita gelar dengan tujuan untuk klasifikasi, kodefikasi, dan nomenklatur perencanaan dan pembangunan dan keuangan daerah. Peserta semua kepala OPD dan dilaksanakan di @home,’’ujarnya melalui aplikasi WA kepada lintaspapua.com.

Sementara untuk kegiatan tersebut membutuhkan jaringan online, ini yang sulit di Keerom. ‘’Kita main aplikasi online… sementara di Keerom lemot,’’lanjutnya.

Ia menyebut bahwa kegiatan lain digelar di Arso, seperti sosialisasi BLUD, pemetaan permendagri dan rapat lain juga digelar di Arso. ‘’Yang bisa pake manual, kita gelar di Arso,’’tegasnya.

Sementara itu salah satu pelaku usaha, tepatnya manajer Arso Grande Hotel, Syahril, mengemukakan sampai sejauh ini sejak pandemi Covid-19 memasuki new normal dan pihak hotel telah membuka kembali operasional hotel, diakuinya angka kegiatan dan angka hunian di hotel tersebut belum lagi pulih.

‘’Sejak kita buka operasional lagi sebulan terakhir, praktis angka hunian belum pulih dan kegiatan atau reservasi di meering room juga miim. Kalaupun ada biasanya dari KPU atau Bawaslu, sementara dari Pemkab Keerom memang belum pulih,’’ujarnya.

Soal kemungkinan jaringan internet lemot sebagai alasan beberapa OPD ‘lari’ ke Jayapura, ia tak menampiknya. ‘’Setahu saya belum ada OPD yang datang ke kami meminta untuk kegiatan yang menggunakan jaringan internet, kalau ada permintaan tentunya kami akan usahakan semaksimal kami bisa, walaupun kami tahu memang jaringan internet di Keerom belum bisa maksimal seperti di Jayapura,’’jelasnya kepada lintaspapua.com, kemarin.

Namun demikian ia berharap, agar jangan karena masalah-masalah tersebut dijadikan alasan untuk OPD meninggalkan Keerom dan menggelar kegiatan di Jayapura.

‘’Kalau ada masalah seperti hal tersebut dan lainnya, sebaiknya bantu kami untuk menyelesaikan masalah tersebut, jangan ditinggalkan. Karena kita tahu Arso Grande juga bagian dari Keerom, belasan karyawan kami asli warga Kabupaten Keerom, bahkan hotel kami juga berkontribusi signifikan bisa puluhan juta sebelum masa pandemic, namun hari ini kita mengalami kesulitan, sehingga kami minta sebaiknya bisa menjadi pertimbangan bagi masyarakat dan OPD untuk menggelar kegiatan di Keerom saja,’’pesannya. (arief/lintaspapua.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here