Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kabupaten Jayapura, Alfons Awoitauw, S.IP, M.KP. (Irfan /LPC)

Dishub Kabupaten Jayapura Tegaskan Penumpang Pesawat Non KTP Papua Wajib Swab Test

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  – Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kabupaten Jayapura, Alfons Awoitauw, S.IP, M.KP, menyampaikan seluruh masyarakat pengguna angkutan udara yang tidak berdomisili maupun tidak memiliki KTP Papua wajib membawa dokumen keterangan sehat dari Covid-19 saat datang ke Papua.

Dokumen tersebut, kata Alfons Awoitauw, adalah bukti hasil test swab polyerase chain reaction (PCR) dari dinas kesehatan tempat asal.

Karenanya, lanjut pria yang juga Ketua Karang Taruna Kabupaten Jayapura itu mengatakan, ada beberapa hal penting yang perlu diketahui oleh masyarakat asli Papua maupun Non Papua yang berencana untuk datang ke daerah Papua di tengah pandemi Covid-19 ini. Setidaknya pemerintah telah menetapkan beberapa hal penting yang wajib dipenuhi oleh setiap masyarakat atau calon penumpang yang datang ke Papua melalui jalur penerbangan udara di Bandara Sentani.

“Terkait dengan arus penumpang yang menggunakan transportasi udara itu ada tiga syarat, khusus yang punya KTP Papua itu cukup dengan Rapid Test sesuai edaran Gubenur Papua, kemudian yang kedua bagi yang berdomisili disini karena alasan tugas namun tidak memiliki KTP Papua itu juga bisa kita lakukan Rapid Test. Tapi, poin ketiga yang tidak berdomisili disini dan tidak mempunyai KTP Papua, maka dia harus melakukan swab test,” bebernya, kepada wartawan di Kota Sentani, Kabupaten Jayapura, Rabu (15/7/2020)

Sejauh ini, kata Alfons, penumpang yang masuk selama pandemi Covid-19 ini, baik masyarakat Papua maupun non Papua adalah mereka yang datang dengan alasan bisnis dan wisata. Sementara itu, biasanya juga memastikan bahwa pemerintah terus melakukan pengawasan ketat terhadap akses masyarakat di pintu masuk dan keluar di Bandara Sentani.

“Kalau untuk pengawasan di pintu masuk itu kami, tapi hanya di keberangkatan. Kalau di kedatangan itu dari KKP dari sisi medis dan teman-teman dari Pemprov Papua,” bebernya.

Dalam upaya pengawasan, Dinas Perhubungan melakukan pemeriksaan dokumen para penumpang pesawat. Khususnya di pengawasan pintu keberangkatan bagi para penumpang dari Papua yang tidak memiliki hasil Rapid Test, maka dipastikan batal diberangkatkan.

“Maskapai yang bertanggung jawab terkait pembatalan itu karena menyangkut tiket,” kata pria yang pernah menjabat sebagai Kepala Distrik Sentani.

Untuk itu, dia juga berharap kepada maskapai penerbangan agar memastikan setiap calon penumpang atau penumpang pesawat untuk mempunyai hasil Rapid Test sebelum membeli tiket pesawat. (Irf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here