Setia Sampai Akhir

Kiriman dari:
Bangaran Pasamboan

Mazmur 119:111-112
111 Peringatan-peringatan-Mu adalah milik pusakaku untuk selama-lamanya, sebab semuanya itu kegirangan hatiku. 
112 Telah kucondongkan hatiku untuk melakukan ketetapan-ketetapan-Mu untuk selama-lamanya, sampai saat terakhir.

Banyak grup dan halaman di Facebook yang sangat ramai ketika dimulai lalu kemudian semakin kurang yang berpartisipasi lalu akhirnya pasif selama bertahun-tahun dan bahkan ada yang pembuatnya pun sudah melupakan grup atau halaman yang dibuatnya dengan tujuan tertentu. Masalahnya adalah bahwa ia kemudian tidak lagi menjadi kegemaran bagi admin dan anggota grup atau pengunjung halaman.

Terkait dengan firman Tuhan, pemazmur menerimanya sebagai harta warisan yang bernilai sangat tinggi, milik pusaka. Mengapa demikian? Sebab ia bergirang hati menerimanya. Terimalah firman Tuhan dengan hati girang maka kegiranganmu akan semakin ditambahkan sebab firman Tuhan adalah sumber kegirangan hidup.

Hobi atau kegemaran bisa mendatangkan sukacita. Orang yang seharian memancing pulang ke rumah dengan hati senang walau tidak membawa ikan sekalipun sebab ia telah melakukan hobinya. Tetapi jika gemar setia kepada firman Tuhan setiap saat, maka hidup ini menjadi bersih, bermakna, bijaksana, dan penuh sukacita.

Sampai kapan orang seharusnya condong untuk melakukan ketetapan-ketetapan Allah? Sampai saat terakhir, sampai selama-lamanya. Setia kepada firman Allah sampai saat terakhir artinya setia setiap waktu dan dalam segala keadaan.

Siapa yang setia menggemari firman Allah dan mencondongkan hatinya untuk melakukan ketetapan-ketapan Allah sampai saat terakhir ia mengasihi dan dikasihi Allah.

“Sebab Allah telah menerangi hati mereka untuk melakukan kehendak-Nya dengan seia sekata dan untuk memberikan pemerintahan mereka kepada binatang itu, sampai segala firman Allah telah digenapi.” (Wahyu 17:17). (Dikutip Dari Apllikasi Renungan Harian)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here