JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – DPR Papua telah menyetujui dan menetapkan Panitia Khusus Urusan Rumah Tangga dan pokok pikiran DPR Papua dalam rapat Paripurnah DPR Papua, Kamis, 9 Juli 2020.

Untuk pansus urusan rumah tangga ini sebagaimana telah di sepakati
dalam Rapat Badan Musyawarah pada 12 Mei 2020 lalu.

Terkait dengan itu Ketua DPR Papua, Jhony Banua Rouw menjelaskan alasan membentuk Pansus Urusan Rumah Tangga DPR Papua, sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 12 Tahun 2018 pasal 67 menyebutkan DPR harus membuat program kerja yang disusun dan dirancang perencanaannya, semua dibuat oleh anggota DPR dalam hal ini Alat Kelengkapan Dewan (AKD).

“Setelah selesai dikerjakan, dalam rangka itulah kita membentuk Pansus Urusan Rumah Tangga DPR Papua, yang terdiri dari semua pimpinan AKD masuk dalam Pansus ini,” kata Jhony Banua Rouw.

Menurutnya, Pansus bertugas untuk menyusun rencana kerja tahun berikutnya, kemudian hasil pekerjaan itu diserahkan kepada pimpinan DPR Papua untuk diteruskan kepada Sekretaris DPR Papua untuk melakukan penyelarasan.

“Penyelarasan ini, artinya menyesuaikan dengan aturan-aturan. Contohnya, kami akan melakukan kunjungan kerja dalam tahun berikut tiap bulan sekali. Maka, Sekwan tidak merubah dari 12 menjadi 10 kali kunker, itu tidak bisa. Sekwan hanya menghitung biaya perjalanan dinas, SPPD dan kegiatannya, dengan standar pemerintah, termasuk kegiatan reses, pansus dan lainnya,” jelasnya.

Katanya pembentukan Pansus Urusan Rumah Tangga DPR Papua ini, agar DPR Papua bekerja memiliki perencanaan dan schedule yang pasti baik  kegiatan rapat paripurna, kunker, reses, hearing dan lainnya.

“Jadi, rujukan kita adalah aturan yang jelas. Dulu waktu saya masuk pertama kali ke DPR Papua itu ada. Lalu hilang begitu saja. Nah, kita berharap supaya perencanaan kita betul-betul sesuai kebutuhan anggota bagaimana melayani masyarakat yang baik. Itu tujuannya,” katanya.

Pihaknya berharap Pansus tersebut akan bekerja dengan tuntas sebelum bulan September 2020. Karena sesuai aturan, perencanaan itu dilakukan paling lambat September 2020.  (Gracio/lintaspapua.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here