Datangi Kejati Papua, AP2KW : Mempertanyakan Kasus Dugaan Gratifikasi Terhadap Tersangka Bupati Waropen. Richard (LPC)
Datangi Kejati Papua, AP2KW : Mempertanyakan Kasus Dugaan Gratifikasi Terhadap Tersangka Bupati Waropen. Richard (LPC)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) — Aliansi Peduli Pembangunan Kabupaten Waropen (AP2KW) mendatangi Kantor Kejaksaan Tinggi Papua, Kamis (9/7/2020).

Kedatangan mereka untuk mempertanyakan kasus dugaan gratifikasi yang melibatkan Bupati Waropen, Yermias Bisai, yang mana, yang bersangkutan sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Tinggi Papua, atas dugaan kasus gratitifikasi senilai 19 Miliar di daerah tersebut.

Sekretaris Aliansi Peduli Pembangunan Kabupaten Waropen (AP2KW), Robert Demianus Niki, kepada Wartawan, di Jayapura, mengungkapkan begitu banyak persoalan yang terjadi di Waropen, selain kasus gratifikasi dana 19 Miliar, yang melibatkan Bupati Yermias Bisai.

“Persoalan di Kabupaten Waropen bukan satu persoalan, tetapi banyak persoalan, yang paling terbaru saat ini, adalah hak-hak ASN yang belum terbayarkan, dan diterima, dari tahun 2017 hingga saat ini,” kata Robert Demianus Niki.

Ditegaskan Robert, AP2KW akan kembali ke Kejati Papua untuk mempertanyakan lagi kasus dugaan gratifikasi tersebut.

Sementara itu,  Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati Papua, Alexander Sinuraya mengatakan, penyedikan dugaan gratifikasi masih berjalan.

Ia menjalaskan kalau, Bupati Yermias Bisai telah ditetapkan sebagai tersangka bulan Maret 2020 lalu, namun setelah itu terjadi lock-down akibat pandemi Covid-19.

“Sampai sekarang ini belum normal, jadi proses yang sekarang kita lakukan ialah pembenahan berkasnya, jadi memang belum lakukan pemeriksaan terhadap tersangka,” ungkap Alex Sinuraya.

Tapi kata Alex penyedikan berkas tetap berjalan, dan sekarang ini juga belum bisa memanggil tersangka disebabka situasi di masa pandemi Covid-19.

“Karena kalau memanggil sekarang ini tidak segampang saat sebelum adanya virus Covid-19” kata Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati Papua itu. (Gracio/Lintas Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here