JAYAPURA (LINTAS PAPUA)- Atas postingannya di media sosial Facebook yang melukai hati semua perempuan tanah Papua, Michael J. Yarisetouw memita maaf. Pemilik akun M J Yarisetouw ini menyatakan tidak ada maksud untuk merendahkan kaum perempuan Papua.

“Saya Michael Yarisetouw pemilik akun Facebook atas nama M J Yarisetouw ingin megklarifikasi dan meminta maaf atas status yang telah saya buat atau yang saya unggah pada 2 Juni 2020, saya ingin menyampaikan permohonan maaf kepada semua perempuan Papua di manapun berada yang terluka persaannya atas statu saya,” katanya di Jayapura, Senin (6/7).

Sebeumnya kata Michael, pada 4 Juli 2020 pukul 13.07 WIT dirinya juga telah menyampaikan permohonan maaf, “dan saat ini dengan sadar menyatakan bahwa penulisan status tersebut bukan untuk menyudutkan atau membandingkan bahkan merendahka kaum perempuan Papua,”ujarnya.

“Dari hati saya yang paling dalam tidak ada maksud dan tujuan untuk melukai atau merendahkan martabat perempuan tanah Papua semoga pintu maaf di bukakan,”pinta Michael.

Bahkan, dirinya siap jika nanti kasus ini dilaporkan kepada pihak yang berwajib. Saya siap bertanggung jawab atas kosekuensi apapun, yang pasti hari ini dengan ketulusan hati saya menyampaikan permohonan maaf,”ungkapnya.

Lebih lanjut dijelaskan pada intinya postingan tersebut tidak menyinggug ataupun merendahkan martabat perempuan Papua seperti yang telah di tafsirkan banyak orang akan tetapi sebenarnya hanya menyampaikan pesan moral sebab, kondisi pergaulan saat ini tidak baik.

“Sebenarnya inti dari pesan saya terdapat pada paragraf kedua dari postingan saya tersebut bahwa bagaimana perempuan Papua kedepan meningkatkan kualitas diri lebih baik lagi terutama untuk menjauhi pergaulan buruk tersebut,”kata MJY.

Sementara itu menurut Otis Suwae yang merupakan perwakilan dari keluarga megatakan, postingan yang menyebabkan hati perempuan tanah Papua tersebut merupakan suatu kelalaian sehingga sebagai orang tua menasehati MJY dan menyampaikan permohonan maaf.

“Hari ini kami sudah melakukan permohonan maaf, kami kira dimanapun semua perempuan Papua berada dapat membuka pintu maaf bagi MJY, sehingga kami tetap menjaga tanah Papua menjadi tanah damai dan hubungan komunikasi kita tetap berjalan mesra,”ujar Otis.

Perempuan itu symbol dari ibu (Mama) untuk itu apa yang dikatakan salah itu bearti sama saja menyakiti hati ibu. “ini bagian yang menjadi tradisi dan keharusan dari laki-laki Papua untuk menjaga mama dan papa,”katanya.

Dalam kesempatan itu juga Benyamin Gurik selaku aktivis dan senior dari MJY berharap semua perempuan tanah Papua dapat menerima permintaan maaf serta memaafkan MJY. Menurutnya selaku manusia biasa pasti tidak lepas dari kesalahan.

“Biarlah lewat kesalahan yang dia (MJY) sudah lakukan ini menjadi pelajaran penting buat dia tetapi juga buat kami laki-laki Papua umumnya suapaya tau diri kedepan perlakukan perempuan Papua itu dengan baik-baik,”tegas Gurik. (Gracio/lintaspapua.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here