Wabup Keerom, Piter Gusbager, saat Kunjungi Peternakan Sapi Besar di Skanto. (Arief /LPC)

Keerom Perlu Bibit Sapi dll, Tapi Jangan Salah Sasaran

KEEROM (LINTAS PAPUA) – Wakil Bupati Keerom, Piter Gusbager, SHut, MUP, mengemukakan bahwa dalam rangka mendukung Keerom menjadi kabupaten atau daerah swasembada daging, maka pengadaan bibit-bibit sapi unggul dan potensial sangat diperlukan. Namun ia mengingatkan penyalurannya jangan sampai salah sasaran.

Wakil Bupati Keerom mengemukakan hal ini usai melakukan kunjungan kerja ke Distrik Skanto pada Senin (29/6). Pada Kunjungan kali ini, Wabup beserta rombongan mengunjungi langsung peternakan sapi besar milik peternak disana.

Wakil Bupati Keerom, Piter Gusbager, SHut, MUP, mengemukakan bahwa dalam rangka mendukung Keerom menjadi kabupaten atau daerah swasembada daging. (Arief /LPC)
Wabup Keerom, Piter Gusbager, saat Kunjungi Peternakan Sapi Besar di Skanto. (Arief /LPC)

‘’Usai mengunjungi peternakan ini, saya melihat bahwa potensi keerom untuk menjadi daerah swasembada daging di Jayapura Raya perlu didukung dengan langkah-langkah konkrit dan nyata oleh pemerintah, baik untuk bibit, modal, obat-obatan, SDM dan sarana pendukung lainnya dibidang pertanian termasuk peternakan sapi,’’ujarnya.

Saat kiunjungan tersebut Wakil Bupati nampak antusias dengan peternakan tersebut dan mengapresiasi upaya secara mandiri yang dilakukan peternak tersebut untuk mencari bibit sapi besar dan mampu mengembangkannya. Adapun sapi yang dikembangkan di peternekan tersebut adalah jenis-jenis besar seperti, sapi limocin, sapi bali, sapi brahmana, sapi Anjou, dll.

Wakil Bupati Keerom, Piter Gusbager, SHut, MUP, saat melakukan kunjungan kerja ke Skanto dan melihat dari dekat peternakan sapi besar di Kampung Wiantre. (Arief/LPC)

Wabup juga menilai bahwa peternakan sapi serupa petrlu dikembangkan di Keerom untuk mendukung langkah tersebut. Perlu transfer ilmu pengetahuan dan skill tentang pengelolaan peternakan sapi tersebut kepada peternak lain di Keerom termasuk peternak asli Keerom dan asli Papua atau OAP.

‘’Jenis peternakan seperti ini diharapkan nantinya bisa juga dilaksanakan oleh peternak dari asli keerom/Papua, dan dukungan tersebut bisa melalui program Otsus. Perlu pengadaan bibit sapi dll, tapi tentunya jangan salah sasaran atau disalahsasarankan,’’tegasnya.

Untuk itu ia menegaskan, perhatian terhadap sector pertanian termasuk peternakan sapi akan terus menjadi focus pemerintah. Perlu dilakukan pemetaan dan pendataan, apa dan bagaimana yang perlu menjadi perhatian dan dukungan kebijakan pemerintah yang konkrit untuk mendukung terjadinya swasembada pangan di keerom termasuk swasembada daging.

‘’Kalau hal ini bisa kita lakukan secara konsisten kedepan, bahkan jika diperlukan kita perlu bermitra dengan daerah-daerah lain di luar Keerom atau bahkan diluar Papua, maka bukan tak mungkin swasembada daging bisa terjadi dan kita bisa memasarkan daging hingga ke luar Keerom, ke luar provinsi bahkan ke PNG bila diperlukan,’’pesannya.

Sedangkan dari tenaga pengawas peternakan dari Puskeswan Skanto, drh. Siti, menyampaikan bahwa potensi peternakan sapi di Keerom sangat besar. Namun dukungan fasilitas kesehatan hewan masih kurang. ‘’Hingga saat ini Keerom baru memiliki satu Puskeswan, dengan tenaga kesehatan hewan yang juga perlu ditambah,’’paparnya.

Sementara itu, pemilik peternakan sapi, Rustanto, menyatakan bahwa mereka sangat butuh dukungan pemerintah untuk mengembangkan peternakan sapi. Diantaranya adalah kesulitan mnereka dalam mendapatkan bibit dan obat-obatan untuk pengembangan sapi peternakan mereka.

tenaga pengawas peternakan dari Puskeswan Skanto, drh. Siti, menyampaikan bahwa potensi peternakan sapi di Keerom sangat besar. (Arief/LPC)

Pada kesempatan kunjungan kali ini, Wabup juga menyerahkan bantuan bibit tanaman untuk ternak yaitu tanaman indigofera kepada kelompok tani yang ada. Juga membeli produk pertanian yang sedang dipanen saat itu, sekaligus melakukan penanaman perdana tanaman indigofera, juga melakukan silaturahmi dan tanya jawab soal pertanian dengan kelompok tani. (arief/lintaspapua.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here