Pesawat Kabupaten Puncak, tampak Bupati Willlem Wandik, saat turun dari tangga pesawat. (DISKOMINFO PUNCAK)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Kebisaan hidup bersosial dan berbudaya masyarakat Indonesia khususnya Papua terutama yang ada di wilayah Pegunungan selama empat bulan terakhir ini terasa aneh lantaran adanya wabah virus corona.

Bupati Kabupaten Puncak Willem Wandik, saat diwawancara. (Gracio /LPC)

“Kami kasih dana ke kabupaten Mimika untuk kalau suatu saat ada orang kami (Kab. Puncak) yang positif Covid-19 maka akan di kirim ke Mimika untuk di rawat,” ujar Bupati Puncak, Willem Wandik, Sabtu, (27/6/2020).

Bagaimana tidak kebiasaan bersalaman tangan yang selama ini dilakukan dengan terpaksa harus dihindarkan demi mecegah peyebaran virus corona yang menjadi ancaman dunia saat ini. Sebagaimana diketahui salah satu penyebaran virus ini ialah dengan berjabat tangan.

Kehidupan di Provinsi paling timur Indonesia ini penuh dengan kebersamaan misalnya tinggal dalam Honai (rumah adat) dan juga tradisi kebersamaan bakar batu, namun dengan adanya virus corona yang masuk ke Papua kebiasaan itu sepertinya harus di hindarkan.

Hal ini yang mungkin di rasakan masyarakat yang ada di Kabupaten Puncak, Papua, sudah tiga bulan Pemerintah setempat telah mensosialisasikan tentang bahayanya virus corona (covid-19), selain itu dihimbau juga untuk warga agar tetap menjaga kesehatan, jaga jarak dan harus cuci tangan.

Bupati Kabupaten Puncak, Willem Wandik mengatakan, kehidupan sosial dan budaya masyarakat di Kabupaten Puncak sendiri memang mengkhawatirkan, dimana setiap orang harus menjaga jarak tentu ini bukan suatu kebiasaan mereka namun, hal ini harus dilaksanakan.

Menurutya, virus covid-19 ini tidak akan hilang, akan tetapi terus bersama dengan manusia, sehingga tugas pemerintah kedepan adalah bagaimana mensosialisasikan kepada masyarakat dan menyiapkan fasilitas kesehatan serta bahan makanan.

Saat ini, menurut Willem Wandik pasien Positif Covid-19 di Kabupaten Puncak sendiri belum ada namun untuk mengantispasi itu pihaknya telah memberikan sokongan dana sebesar 1 miliar rupiah kepada Pemerintah Kabupaten Mimika untuk merawat warga Kabupaten Puncak yang terpapar Covid-19.

 

“Kami kasih dana ke kabupaten Mimika untuk kalau suatu saat ada orang kami (Kab. Puncak) yang positif Covid-19 maka akan di kirim ke Mimika untuk di rawat,”katanya, Sabtu, (27/6/2020).

Selain dana, Ia menyebutkan Pemkab Puncak juga menyiapkan pesawat untuk membawa warganya jika di rujuk ke sana. “kalau suatu saat ada yang positif maka kita harus membawa pasien dengan pesawat ke Timika,” jelasnya.

Saat ini ungkap Bupati Willem Wandik, penerbangan ke Pemkab Puncak telah dibuka kembali namun sampai saat ini belum ada penumpang yang masuk ke daerah tersebut mungkin dalam situasi seperti ini sehingg mereka sadar dan tidak mau ke Puncak.

“Jadi mereka menyadari diri bahwa nanti pada saat situasi covid-19 menurun dan dinyatakan beba maka bisa ke Puncak, walaupun kita sudah buka tapi masyarakat setempat mereka tidak mau ke puncak itu karena mereka menyadari bahwa jangan sampai ke Puncak membawa virus corona,”katanya.

Hanya saja Pemkab Pucak selalu waspada di setiap pintu masuk dengan tetap menerapakan protokol kesehatan.

Untuk aktifitas pendidkan sendiri Ia mengatakan, sampai hari ini pihaknya masih mencari pola pembelajaran yang tepat mengingat belum ada akses internet yang masuk.

“Kita lihat kondisi di masyarakat kira-kira penyakit covid-19 ini ada yang terjangkit warga di Puncak ataukah tidak kalau seandainya tidak terjangkit maka bisa dilaksanakan seperti biasa dan harusnya seperti itu,”katanya.

Sebab Ia mengakui saat pembatasan sosial yang di terapkan kemarin sangat terasa sekali, aktifitas pemerintahan tidak bisa berjalan.  (GRACIO/LPC)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here