Hidup Tidak Bercela: Berpegang pada Peringatan Tuhan

Baca: Mazmur 119:97-112

“Peringatan-peringatan-Mu adalah milik pusakaku untuk selama-lamanya, sebab semuanya itu kegirangan hatiku.” (Mazmur 119:111)

Setiap orang percaya harus berjuang memiliki kehidupan yang memenuhi standar Tuhan yaitu hidup tak bercela. Mengapa? Karena selama kita masih hidup dalam dosa, noda dan cela, dan terus berkutat dalam perbuatan-perbuatan gelap, Iblis akan terus mendakwa kita siang dan malam (baca Wahyu 12:10), dan menjadikan kita sebagai mainannya.

Hidup tidak bercela adalah juga hidup yang berpegang pada peringatan-peringatan Tuhan. Namun bukan berarti selama hidup orang tidak pernah gagal atau jatuh, tetapi ia terus mau berproses untuk hidup seturut dengan firman Tuhan. Kalaupun gagal ia akan cepat bangkit lagi, dan kemudian menjadikan kegagalan tersebut sebagai pengalaman berharga dan guru yang terbaik.

Jangan sekali-kali kita ngambek, marah atau tersinggung ketika menerima firman Tuhan yang keras, “Sebab barangsiapa masih memerlukan susu ia tidak memahami ajaran tentang kebenaran, sebab ia adalah anak kecil. Tetapi makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa, yang karena mempunyai pancaindera yang terlatih untuk membedakan yang baik dari pada yang jahat.” (Ibrani 5:13-14).

Bagaimana kita bisa memiliki kepekaan rohani jika kita tidak mau dilatih, dibersihkan dan dimurnikan oleh firman Tuhan setiap hari? “Bukankah firman-Ku seperti api, demikianlah firman TUHAN dan seperti palu yang menghancurkan bukit batu?” (Yeremia 23:29).

Ini adalah langkah menuju kehidupan tak bercela, sebab “Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.” (2 Timotius 3:16).

Jadi, semakin kita berpegang kepada peringatan-peringatan Tuhan semakin kita memiliki pengenalan yang benar tentang Tuhan dan kehendak-Nya, dan semakin kita disadarkan akan janji-janji-Nya yang besar bagi orang-orang yang hidup tidak bercela.

Ini akan mendorong kita untuk bersungguh-sungguh lagi menjaga kualitas hidup kita. “…aku berlaku tidak bercela di hadapan-Nya, dan menjaga diri terhadap kesalahan.” (Mazmur 18:24).

“Ia tidak menahan kebaikan dari orang yang hidup tidak bercela.” (Mazmur 84:12). Inilah janji Tuhan !. (Dikutip Dari Aplikasi Renungan Harian)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here