Suasaana Rapat Koordinasi Pendidikan yang dipimpin Wakil Bupati Keerom, Piter Gusbager, SHut, MUP, dihadiri Sekretaris Dinas P dan P Prov. Papua, Protasius Lobya serta diikuti para Kepala Sekolah tingkat SD, SMP dan SLTA di Kabupaten Keerom. (Arief /LPC)

Sekolah Diminta Temukan Cara Untuk Masuki New Normal Bidang Pendidikan

KEEROM (LINTAS PAPUA)  – Dalam rangka menyikapi kondisi terkini dunia pendidikan di masa Pandemi Covid-19, Wakil Bupati Keerom, Piter Gusbager, SHut, MUP, menggelar rapat koordinasi bidang pendidikan di Aula Kantor Bupati Keerom, pada Rabu (17/6/2020).

Pada kesempatan ini, Wakil Bupati Hadir bersama Asisten I setda, Daniel Pantja Pasanda dan Sekretaris Dinas P dan P Provinsi Papua. Serta para kepala sekolah dari tingkat SD, SLTP hingga SLTA yang ada di Keerom, termasuk para pengawas sekolah. Sayangnya Kepala Dinas P dan P Keerom atau yang mewakili tak hadir pada kesempatan tersebut.

Pada pertemuan yang berjalan lancar dan penuh dengan suasana keakraban itu, pada kesempatan awal Wabup, dan Sekdinas P dan P menyampaikan maksud dari pertemuan serta langkah-langkah yang diharapkan oleh pemerintah terhadap sekolah dalam menyikapi dunia pendidikan di masa pandemic.

Sementara pada kesempatan berikut, para pengawas dan kepala sekolah menyampaikan kondisi terkini dan kendala-kendala yang dihadapi mereka dalam menjalankan proses pendidikan di sekolah masing-masing dan di Keerom umumunya. Diantaranya keterbatasan fasilitas dan tenaga pengajar, masalah zonasi penerimaan siswa, hingga belum dibayarkannya honor guru kontrak dinas selama tahun 2020 atau selama 6 bulan ini.

Wakil Bupati Keerom, Piter Gusbager, SHut, MUP. (Arief /LPC)

Wakil Bupati Keerom, Piter Gusbager, SHut, MUP, usai kegiatan, kepada wartawan mengemukakan bahwa pertemuan tersebut adalah salah satu dari bagian tugasnya sebagai wakil bupati yaitu tugas mengawasi jalannya pelayanan umum dan pemerintahan di Keerom.

‘’Dalam masa pandemi covid ini, saya lihat perhatian terhadap layanan pendidikan sedikit belum nmendapat perhatian sehingga saya undang pihak terkait, dimana kewenangan SMU dan SMK ada di provinsi, dan SD – SLTP ada di Keerom, maka dengan apresisasi yang tinggi Pemkab Keerom terhadap Dinas Pendidikan dan Pengajaran Provinsi papua yang hadir disini adalah Sekretaris P dan P yang datang memberikan arahan dan petunjuk kepada kami di Keerom,’’ungkapnya.

Dia menambahkan bahwa arahan yang diberikan bukan hanya kepada kepala SMU dan SMK namun juga kepada kepala SD dan SMP di Keerom secara umum. ‘’Saya pikir hari ini pertemuan ini ada bekal dan motivasi informasi, edukasi, serta mitigasi untuk mereka agar tetap focus pada tujuan, bahwa disaat pandemic sperti ini sekalipun, kualitas pendisikan tak boleh turun, kita harus jaga tetap kualitas ini. Karena kalau kita kendor ini akan mengaruhi keluaran atau ouput SD lalu berdampak ke output ke SMP dan SLTA, dan selanjutnya,’’tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas P dan P Provinsi Papua, Protasius Lobya, yang datang mewakili kadinas menyampaikan terimakasih atas undangan Wabup bagi Dinas P dan P Provinsi Papua. ‘’Dalam diskusi tadi ternyata bahwa sangat penting, karena banyak guru ingin mendapat informasi dari kepsek, tentang hal dan proses pembelajaran di masa pandemic covid hingga masuk pada proses penerimaan siswa baru nanti sudah jelas semua,’’ujarnya.

Sekretaris Dinas P dan P Provinsi Papua, Protasius Lobya,. (Arief /LPC)

Pada kesempatan itu ia juga menyampaikan pesan kadinas di beberapa kesempatan pertemuan bidang pendidikan. ‘’Kadinas sudah sering sampaikan bahwa pembelajaran secara online harus dilakukan, sehingga nanti saat penerimaan siswa baru dan memasuki tahun ajaran baru akan ada juknis keluar yang memberikan arah dan pedoman kepada kepsek ttg bgm ketika sekolah, siswa berada di zona mana, dan metode pembelajaran apa yang dipakai dimasa pandemic covid,’’lanjutnya.

Tak lupa ia juga mengingatkan bahwa menyangkut dunia pendidikan di papua dan di Keerom, bahwa tujuan Pendidikan di papua, khusus di Keerom adalah untuk anak asli Keerom.

‘’Untuk apa ada pemerintahan dan pendidikan di Keerom kalau anak –anak Keerom tidak bersekolah itu namanya gagal total, oleh karena penting diingat bila ada anak sekolah lulus SD tidak lanjut ke SMP, maka cari dia, dia tinggal dimana dan bawa tinggal di sekolah, kalau dia tamat SD dan tidak ke SMP karena berkebun dan sebagainya, ya cari anak-anak itu di kebunnya, mereka harus bersekolah, memang itu tugas seperti itulah untuk mencerdaskan anak negeri termasuk di Keerom,’’pungkasnya. (arief/lintaspapua.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here