Ketua Fraksi F-Nasdem DPRD Keerom, Ahmad Mbara. (Arief /LPC)

KEEROM (LINTAS PAPUA)  – Makin gencarnya sorotan publik terhadap dermaga tambatan perahu di dusun Maket yang dikerjakan Dinas Perhubungan Kabupaten Keerom, membuat wakil rakyat yang duduk di DPRD Keerom tak bisa tutup telinga. Dua legislator dari Partai Nasdem dan PDI Perjuangan pun menyuarakan agar ‘Proyek Dermaga Cuci Piring’ yang ada di Distrik Towe bernilai ratusan juta rupiah itu dilakukan audit.

Ketua DPC PDI-P Kabupaten Keerom, Leonardus Abar.. (Arief /LPC)

Anggota DPRD Keerom yang berasal dari PDIP, Leonardus Abar, mengemukakan sangat menyesalkan bahwa pembangunan proyek dermaga tambatan perahu di Towe seperti yang dilaporkan masyarakat Terpones, ternyata dibangun tak sesuai kebutuhan masyarakat di wilayah tersebut.

‘’Saya sangat menyesalkan bahwa pembangunan dermaga tambatan perahu disana ternyata tak sesuai kebutuhan masyarakat. Saya yakin ini tidak dilakukan sosialisasi kepada masyarakat disana, sehingga apa yang dibangun ternyata tak sesuai dengan kebutuhan masyarakat,’’ujarnya kepada lintaspapua.com belum lama ini di Gedung DPRD Keerom.

Karena itu, sebagai anggota DPRD Keerom dari Dapil I dimana Distrik Towe termasuk dapil tersebut, maka ia meminta kepada Pemkab Keerom untuk melakukan audit atas proyek yang bernilai Rp. 660 juta tersebut. Apalagi ia tahu bahwa dana tersebut berasal dari dana Otsus atau DAK Afirmatif tahun 2019.

‘’Tak heran proyek ini membuat masyarakat tak puas. Maka kami minta agar dilakukan audit terhadap proyek ini, apakah benar kehadiran dermaga ini hadir karena permintaan masyarakat atau keinginan dari dinas, karena rasanya tak mungkin kalau masyarakat disana meminta dermaga sementara di kampung mereka tak ada sungai yang bisa dilewati perahu,’’lanjutnya.

Dermaga tambatan perahu yang dikerjakan Dishub Keerom menggunakan DAK Afirmatif belakangan disebut ‘dermaga cuci piring’ karena dilaporkan oleh tokoh masyarakat towe tentang keberadaan dermaga tambatan perahu tersebut dibangun di dusun yang tak ada sungainya. Yang ada hanya kali untuk cuci piring, kontan saja hal ini menjadi sorotan public Keerom.

Hal senada dikemukakan oleh Ketua F-Nasdem DPRD Keerom, Ahmad Mbara, ia mengemukakan rasa herannya kenapa disungai yang kesehariannya dipakai untuk cuci piring dan cuci pakaian sampai dibuatkan dermaga tambatan perahu.

‘’Untuk dermaga tambatan perahu yang dibuat oleh Dishub Keerom, memang kami belum sempat meninjau kesana, bukan apa tapi karena waktu kami untuk melakukan monitoring sangat pendek dan banyak proyek yang harus kami kunjungi dan banyak temuan yang sudah kami rekomendasikan dalam penyampaian saran dan rekomendasi pada LKPJ Bupati Keerom belum lama ini,’’ungkapnya.

Meski belum berkunjung kesana (dermaga tersebut, red), ia menyampaikan akan menelusuri bagaimana proyek tersebut bisa hadir disana dan ia akan meminta kepada pihak terkait untuk melakukan audit investigasi terhadap proyek tersebut.

‘’Kami dari komisi B dan Nasdem meminta maaf kepada masyarakat karena belum kesana, yang jelas kalau kali untuk cuci pirin dibuatkan dermaga atau tambatan perahu jelas tidak pas. Kami juga ingatkan kepada seluruh dinas dan Pemkab Keerom agar dana otsus atau DAK Afirmasi adalah sifatnya khusus yaitu kekhususannya untuk masyarakat OAP, sehingga harus benar-benar dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat OAP. Tidak boleh ada proyek yang salah tempat, salah fungsi atau malah jadi mubazir. Ini jelas harus diaudit,’’tegasnya. (arief/lintaspapua.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here