Iman yang Dipulihkan : Ujian Kehidupan Tempat Iman Bertumbuh

0
574

Iman yang Dipulihkan

Kiriman dari:
Ricky Silooy

“Dan mereka semua tidak memperoleh apa yang dijanjikan itu, sekalipun iman mereka telah memberikan kepada mereka suatu kesaksian yang baik.” (Ibrani 11:39)

Karen lari dari rumah saat usia 15 tahun dan baru pulang saat 17 tahun. Ketika pulang ia dalam keadaan hamil tanpa mau berterus terang siapa ayah bayinya. Dua tahun kemudian ia menyerahkan hidup kepada Yesus menjadi ciptaan baru. Lalu malapetaka terjadi. Anaknya terserang leukemia. Saudara -saudaranya semua menasihati: “Teguhkan imanmu.” Ia berdoa dengan tekun, tapi akhirnya anaknya meninggal. Kecewa, Karen kembali ke pergaulan bebas. Parahnya kali ini ia bertemu pria yang berlaku kejam padanya.

Dalam keputusasaannya ia lari dan berlindung di sebuah yayasan Kristen penampung wanita terlantar. “Saya tidak ingin mendengar tentang Allah,” katanya kepada ibu Oliver, pemimpin yayasan. “Doa-doa saya tak mampu sembuhkan anak saya. Saya tak mau sekali lagi dikecewakan Allah”

Ibu Oliver menceritakan kekecewaan yang pernah dialaminya. Ia berdoa untuk suaminya yang sakit tetapi meninggal. Ia menjelaskan bahwa iman bukanlah kekuatan magis untuk menggerakkan Allah menuruti kehendak kita. Iman adalah percaya bahwa Allah mengasihi dan menguatkan kita dalam melalui masa paling gelap dalam hidup kita.

Pada mulanya kata-kata itu tidak menyentuh hati Karen, namun karena terus menerus diucapkan dengan kasih yang dalam, perlahan-lahan curahan kasih itu dirasakannya. Kata-kata itu mulai melembutkan hatinya, memberi semangat dan menguatkan imannya. Kini Karen bangkit dan berakar pada keyakinan benar tentang kesetiaan Allah.

Apakah iman kita menjadi lemah karena tidak memperoleh apa yang kita inginkan? Percayalah Allah memberikan yang terbaik untuk kita. Iman kita akan bertumbuh jika kita percaya Dia mengasihi kita.

Jika membaca ayat di atas dan melihat ayat sebelumnya, kita bisa melihat tokoh-tokoh iman yang mengalami hal-hal yang buruk dan tidak menyenangkan, dan lebih banyak menderita tapi tidak melunturkan iman mereka. Seperti Karen mereka juga tidak memperoleh apa yang mereka minta tapi mereka tetap percaya.

“Ada pula yang diejek dan didera, bahkan yang dibelenggu dan dipenjarakan.  Mereka dilempari, digergaji, dibunuh dengan pedang; mereka mengembara dengan berpakaian kulit domba dan kulit kambing sambil menderita kekurangan, kesesakan dan siksaan. Dunia ini tidak layak bagi mereka. Mereka mengembara di padang gurun dan di pegunungan, dalam gua-gua dan celah-celah gunung. Dan mereka semua tidak memperoleh apa yang dijanjikan itu, sekalipun iman mereka telah memberikan kepada mereka suatu kesaksian yang baik.” (Ibrani 11:36-39).

Ujian kehidupan adalah tanah tempat iman bertumbuh.

Be strong. Keep stand firm. Jesus bless. (Disadur Dari Aplikasi Renunugan Harian)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here