Inspektorat Keerom Akui Belum Tinjau Lokasi Dermaga Maket : PPK Tanggungjawab

0
510
Kepala Inspektorat Kabupaten Keerom, Vincensius Jehandu. (Arief /LPC)

Vincen : Penyampaian Dokumen Mepet Akhir Tahun, PPK Bertanggungjawab Jika Ada Masalah

KEEROM (LINTAS PAPUA) – Kepala Inspektorat Kabupaten Keerom, Vincensius Jehandu, mengakui bahwa pihak inspektorat sampai saat ini belum meninjau atas masalah yang menjadi perhatian public di Keerom, yaitu Dermaga Tambatan Perahu yang dikerjakan Dishub di Dusun Maket, Distrik Towe, Kabupaten Keerom.

Saat ditemua Lintaspapua.com seusai mengikuti sidang paripurna di DPRD Keerom, ia mengemukakan bahwa dari hasil reviu terhadap dokumen yang diajukan PPK (pejabat pelaksana kegiatan) bahwa Inspektorat telah menelaah dokumen yang disampaikan oleh PPK yaitu Dinas Perhubungan Kab Keerom.

Jalan setapak menuju Dusun Maket, di tempat terpencil ini terjadi dibangun dermaga tambatan perahu tahun 2019. (Arief /LPC)

‘’Sampai saat ini memang, kita belum melakukan tinjauan fisik di lokasi pembuatan dermaga, karena reviu terbatas pada pengajuan dokumen yang disampaikan PPK, dan itupun disampaikan di akhir tahun sehingga mepet sekali. Penyampaian dokumen tersebut memang dalam rangka pengajuan pembayaran di badan keuangan, namun soal sudah terbayar bisa langsung ke badan keuangan,’’ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa metode review yang dilakukan adalah melalui telaah dokumen yang disampaikan sepanjang diyakini kegiatan dilakukan dan fisik bangunan ada, maka Inspektorat tidak ada alasan untuk tidak menyetujui pembayaran pekerjaan.

‘’Namun menyangkut apakah, proyek tersebut telah beroperasi sesuai kepentingan masyarakat atau bagaimana lokasinya, kita memang belum turun, kecuali kami meragukan kegiatan tersebut dilakukan misalnya fiktif atau tidak. Meski demikian, persetujuan yang kami berikan juga menyertakan catatan bilamana dikemudian hari ada masalah secara fisik terhadap proyek tersebut maka PPK yaitu Dishub, harus bertanggungjawab,’’ lanjutnya.

Meski demikian, bila masyarakat menilai perlu dilakukan pemeriksaan ulang atas proyek dermaga tambatan perahu tersebut, ia mempersilakan masyarakat untuk mengajukan pemeriksaan ulang kepada pemerintah, bahkan bisa disertakan tembusan kepada aparat lain, misalnya kepolisian.

Tentang proyek pembangunan sarana angkutan sungai berupa dermaga di Distrik Towe, seingat dia, bahwa ada pembangunan 3 dermaga tambatan perahu disana. ‘’Kalau seingat saya ada 3 dermaga, 2 di Lules dan 1 lainnya di Milki. Untuk nilai sekitar 600 juta da nada juga yang dibawah itu,’’ujarnya.

Sementara itu PPK atau pejabat pelaksana kegiatan pembuatan dermaga atau tambatan perahu di Maket, Towe, yaitu Kadinas Perhubungan Kabupaten Keerom Drs. Irwan, MMT, MMPd, sampai saat ini belum berhasil dikonfirmasi. Wartawan telah menyampaikan pesan kepada Kadis Perhubungan melalui WA untuk dikonfirmasi, namun hingga saat ini belum ada tanggapan, meskipun pesan WA telah sampai karena telah bertanda biru, atau telah dibaca. (arief/lintaspapua.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here