Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Pencegahan Coronavirus (Covid-19) yang juga Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si., saat berbincang-bincang dengan anggota Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Pencegahan Covid-19 usai melakukan rapat bersama, Rabu (3/6/2020). (Irfan /LPC)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura resmi memperpanjang penerapan pembatasan aktivitas masyarakat hingga 18 Juni 2020 mendatang. Keputusan itu diambil menyusul masih terjadinya penambahan kasus Coronavirus (Covid-19).

Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Pencegahan Covid-19 (Coronavirus) Kabupaten Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si, mengatakan, Pemkab Jayapura masih ada perpanjangan 14 hari kedepan, karena Kabupaten Jayapura masih tergolong daerah merah Covid-19.

“Jadi ada perpanjangan 14 hari lagi, karena di daerah kami ini masih tergolong daerah yang zona merah Coronavirus,” ucap Mathius Awoitauw yang juga Bupati Jayapura saat dikonfirmasi wartawan usai menggelar rapat bersama dengan Tim Gugus Tugas Covid-19 (Coronavirus) Kabupaten Jayapura, di Aula Lantai II Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura, Rabu (3/6/2020).

Jika melihat kasus positif di Kabupaten Jayapura, dari 19 Distrik hanya ada dua (2) distrik yang masuk zona merah yakni Distrik Sentani dan Distrik Waibhu, sedangkan distrik yang masuk zona kuning adalah Distrik Sentani Timur dan 16 distrik lainnya masih zona hijau dengan jumlah kasus positif Covid-19 sudah melebihi 70 kasus.

Berdasarkan pertimbangan dan hasil evaluasi pembatasan aktivitas masyarakat yang sebelumnya berlaku di Kabupaten Jayapura itu akan berakhir pada hari Kamis (4/6/2020) dan telah mulai memberlakukan kebijakan penerapan new normal yang dimulai dengan masa transisi terlebih dahulu, maka pembatasan aktivitas masyarakat akan dilakukan perpanjangan selama 14 hari kedepan.

Pembatasan aktifitas masyarakat masih seperti yang selama ini berlangsung, yaitu tidak ada aktifitas penerbangan untuk penumpang atau orang di Bandar Udara (Bandara) Sentani, serta aktifitas masyarakat dibatasi dari pukul 06.00 WIT hingga pukul 14.00 WIT.

Pembatasan tersebut dilakukan meski Kabupaten Jayapura juga mulai memberlakuan New Normal, yang dimulai dengan masa transisi terlebih dahulu. “Untuk new normal sudah kita mulai ini,” tegasnya lagi.

Hal itu, dengan tetap ada pembatasan, serta pertemuan atau rapat yang harus dilakukan dengan metode baru, yaitu secara online.

“Kalau tempat ibadah dan sekolah-sekolah, itu sedang kita kaji, khusus untuk zona hijau,” jelasnya.

Sedangkan untuk zona merah dengan zona kuning, Mathius Awoitauw kembali menegaskan, tidak ada toleransi, yaitu pembatasan aktifitas masyarakat yang sudah berlaku selama ini terus berlanjut. (Irf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here