Kasat Reskrim, Iptu. Haridyka saat menunjukkan BB Penyalahgunaan dan pengelapan Beras Bansos Covid-19 di Keerom. (Arief /LPC)

Tiga Tersangka Diamankan, Polres Akan Tingkatkan Pengawasan Distribusi Bansos Covid-19

KEEROM (LINTAS PAPUA) – Jajaran Polres Kabupaten Keerom berhasil menggagalkan upaya penyelundupan dan penggelapan beras yang sedianya akan diberikan keluarga terdampak Covid-19 di Kabupaten Keerom. Beras sebanyak 30 karung tersebut merupakan bagian dari beras yang akan dibagikan kepada warga terdampak di Keerom.

Upaya penegakan hukum yang dilakukan jajaran Reskrim Polres Keerom ini, dilaksanakan di mata jalan Arso VII, Distrik Arso Barat, Kabupaten Keerom pada Kamis (28/5/20), dan dilakukan press release oleh Kapolres Keerom, AKBP. Baktiar Joko Mujiono, SIK, MM, didampingi Kasat Reskrim Polres Keerom, Iptu Bertu Harydika Eka Anwar, STIK, SIK, Kasubag Humas Polres Keerom, Iptu La Ambo, SH, MH dan jajaran pada Sabtu (30/5/20) di Mapolres Keerom.

Kapolres Keerom, AKBP. Baktiar Joko Mujiono, SIK, MM, saat memberikan keterangan pers (Arief /LPC)

Kapolres mengemukakan bahwa kejadian berawal dari informasi masyarakat, tentang adanya dugaan penggelapan atau penyalahgunaan bantuan sosial kepada masyarakat terdampak Covid-19 di Kabupaten Keerom berupa beras.

 

‘’Dari laporan yang ada kemudian kita tindaklanjuti dan akhirnya kita mendapati ada ketika oknum ini yang bertugas mengambil beras di gudang Dolog untuk dibawa ke Keerom, namun ketiga oknum tersebut dengan sengaja mengurangi sebagian beras yang ada di truk dan dari pengurangan tersebut digunakan untuk keperluan pribadi,’’ungkapnya dalam sebuah press release di Mapolres Keerom.

 

Ia menambahkan bahwa dari pemeriksaan diketahui bahwa beras yang digelapkan ada sebanyak 30 karung ukuran 50 kg. Selain itu juga disita uang hasil penjualan beras sebesar Rp. 5.600.000,- serta 3 kendaraan jenis truk yang digunakan untuk mengangkut beras.

Kasat Reskrim, Iptu. Haridyka saat menunjukkan BB Penyalahgunaan dan pengelapan Beras Bansos Covid-19 di Keerom.

‘’Terkait masalah itu,  kami berhasil tindaklanjuti dan melakukan penyidikan serta menetapkan 3 tersangka untuk kassus ini yaitu YB (40 th), SB (25), dan MS (51). Ketiganya kita kenakan pasal 78 jo pasal 65 UU No 24 thn 2007 ttg penanggulangan bencana dan pasal 372 KUHPidana, dengan ancaman hukuman 4 tahun,’’ujarnya.

 

Kapolres juga menambahkan bahwa dari hasil pengembangan diperoleh informasi bahwa dugaan penyalahgunaan ini sudah terjadi beberapa kali namun pihak Dinas Sosial belum memberikan laporan kepada pihak kepolisian.

 

‘’Untuk tindaklanjut tentunya kita akan terus melakukan antisipasi, pengawasan dan pemantauan agar kegiatan pemberian Bansos ini tepat sasaran dan tindak penyalahgunaan dan penyelewengan tidak terulang kembali,’’pungkasnya. (arief/lintaspapua.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here