Ketua Umum BP.IPM-DB Kabupaten Yalimo, Lapan Yando (tenggah), Mewakili masyarakat Benawa Obaja Deal (kanan), dan aktivis Edhy Talak (kiri). Richard (LPC)
Ketua Umum BP.IPM-DB Kabupaten Yalimo, Lapan Yando (tenggah), Mewakili masyarakat Benawa Obaja Deal (kanan), dan aktivis Edhy Talak (kiri). Richard (LPC)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) — Ketua Umum Badan Pengurus Ikatan Pelajar Mahasiswa Distrik Benawa (BP.IPM-DB) Kabupaten Yalimo, Lapan Yando menegaskan,  bahwa terkait dengan adanya aktivitas pendulangan emas di Distrik Benawa, Kabupaten Yalimo, agari  segera dihentikan dan ditutup.

“Karena aktifitas pendulangan emasnya ilegal, dan juga beraktivitas dalam susana Corona, di wilayah Distrik Benawa, Kampung Ruya, Kabupaten Yalimo,”  ujar Lapan Yando.

“Saya sebagai Ketua Umum BP. IPM-DB Kabupaten Yalimo, di Kota Studi Jayapura, meminta kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Yalimo, ambil langkah tegas, segera tutup pendulangan emas ilegal di Kampung Ruya, Distrik Benawa,” kata Lapan Yando.

Sementara itu, mewakili masyarakat Benawa, Obaja Deal, menyebutkan, aktivitas penambangan emas ilegal di Kampung Ruya, tetap jalan dan banyak orang dari luar Benawa, tinggal di Kampung Ruya, untuk mendulang emas.

Hal senada juga, disampaikan oleh seorang aktivis, Edhy Yalak, menyebutkan, Pemerintah Kabupaten Yalimo, jangan berdiam diri, atas aktivitas penambangan emas ilegal di Distrik Benawa, Kampung Ruya.

“Segera ditutup penambangan ilegal di Kampung Ruya, Distrik Benawa, dan pulangkan orang-orang dari luar Benawa, yang begitu banyak di Kampung Ruya, yang menjadi pendulang emas,” tegas Edhy Layak.

Sekedar diketahui, terkait adanya pendulangan emas di Distrik Benawa, Kampung Ruya itu, pihak DPRD Kabupaten Yalimo, melalui Ketua DPRD Yalimo, Markus Walilo, kepala Lintas Papua, Selasa (02/06/2020) menjelaskan, bahwa terkait aktivitas pendulangan emas di Distrik Benawa, Kampung Ruya itu, tak ada ijinnya, dan kegiatan pendulangannya itu ilegal. (Richard/Lintas Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here