Koordinator Pemekaran Kampung Wasan, Jhonatan Bate. Dan tampak jalan masuk ke lokasi Kampung Wasan. (Arief/LPC)

Pemekaran Kampung Wasan Sementara Dihentikan

KEEROM (LINTAS PAPUA) – Dalam rangka menghindari konflik yang mungkin terjadi, maka Koordinator pemekaran Kampung Wasan, Jhonatan Bate, memutuskan untuk sementara menghentikan aktivitas di lokasi pemekaran kampung yang berada di Distrik Mannem, Keerom, tersebut.

Diputuskan untuk menghentikan aktifitas di lokasi pemekaran Kampung pecahan dari Kampung Yamara – Pir V, Distrik Maneem, Kab. Keerom dengan alasan untuk menghindari konflik. Tampak Lokasi Jalan Masuk. (Arief /LPC)

Jhonatan Bate, mengemukakan bahwa ia selaku kordinator memutuskan untuk menghentikan aktifitas di lokasi pemekaran Kampung pecahan dari Kampung Yamara – Pir V, Distrik Maneem, Kab. Keerom dengan alasan untuk menghindari konflik.

‘’Sebenarnya sudah pernah dilakukan pertemuan bersama dengan Ketua Keret untuk membahas lokasi pemekaran kampung tersebut beberapa waktu yang lalu, namun karena belum mencapai kesepakatan maka aktifitas di lokasi pemekaran Kampung dihentikan untuk sementara waktu guna menghindari konflik keluarga antar Keret,’’ungkap Jhonatan, kemarin.

Ia menjelaskan bahwa luasan lokasi pemekaran kampung yang seluas 14 Hektar yang merupakan hak ulayat milik adat akan dibicarakan kembali secara kekeluargaan bersama para Ketua Keret yang akan difasilitasi oleh Ketua DAK Distrik Mannem, Jackobus Jack Mekawa.

‘’Dalam waktu dekat, para Ketua Keret akan duduk bersama secara kekeluargaan untuk membicarakan kembali lokasi pemekaran,’’lanjutnya.

Ia menjelaskan bahwa pembukaan lokasi pemekaran Kampung Wasan rencananya seluas 16 Hektar, sekitar 2 Hektar diantaranya masuk dalam areal Kebun Inti III PTPN II dan 14 Hektar lainnya merupakan hak ulayat milik adat marga Mesas, Number, Abar, Konontroy, Bate, Wabiager, Fatagur dan Gumis.

‘’Hal inilah yang nantinya akan dibahas secara adat,”tambahnya.

Menurutnya, nantinya terdapat 680 KK yang terdiri dari masyarakat Nusa Bangsa yang akan mendiami Kampung Wasan. Beberapa waktu lalu  (14/5/20) telah dilakukan pembagian lokasi secara acak / lotrei untuk 164 KK.

Jhonatan menjelaskan bahwa untuk areal Kebun Inti III PTPN II seluas 2 Hektar yang masuk dalam rencana lokasi pemekaran, sudah dikomunikasikan dengan pihak PTPN dan tidak ada masalah, tinggal dari pihak Adat menyurat ke Direksi PTPN II perihal penggunaan lahan kebun sawit untuk dijadikan sebagai lokasi pemukiman.

Selaku Tokoh Adat Kwana, Jhonatan menambahkan bahwa semua kepentingan pribadi ataupun kelompok harus dikesampingkan untuk menjaga situasi kemananan di tengah pandemik Covid – 19. Terlebih Kab. Keerom akan menghadapi Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Keerom 2020.

‘’Jadi semua pihak berkewajiban menjaga keamanan di lingkungan masing – masing untuk membantu pihak Kepolisian dalam pelaksanaan tugas sehari – hari,’’pungkasnya. (arief/lintaspapua.com)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here