PT. Freeport Indonesia Terbitkan Buku Saku Cegah Covid-19

0
293
Presdir PTFI, Tony Wenas mengatakan, krisis kesehatan yang terjadi saat ini akibat pandemi Covid-19, telah berdampak luas pada kehidupan kita sehari-hari. (ISTIMEWA)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  – Freeport Indonesia sebagai salah satu perusahaan pertambangan mineral tembaga, perak dan emas terbesar di dunia –  yang  pada 5 April 1967 dilakukan tandatangan Kontrak Karya pertama untuk  jangka waktu 30 tahun beroperasi di Tanah Papua –  telah menerbitkan “Buku Saku Cegah Covid-19”  sebagai pegangan atau tuntunan   praktis bagi semua karyawan  dan keluarga besar PTFI  dalam mencegah   pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di wilayah operasi pertambangan, perkantoran,  barak-barak, rumah tinggal dan lingkungan sekitar.

Tampak Karyawan Freeport saat berad adalam bus menuju areal kerja. Buku Saku  yang terdiri dari  25 halaman tersebut didahului amanat  Presiden Direktur PTFI, Tony Wenas dan  Direktur- EVP, Chief Operating Officer,  Mark Johnson. (ISTIMEWA)

Buku Saku  yang terdiri dari  25 halaman tersebut didahului amanat  Presiden Direktur PTFI, Tony Wenas dan  Direktur- EVP, Chief Operating Officer,  Mark Johnson.

Mengawali pesannya, Tony Wenas menyapa semua karyawan dan Keluarga Besar PTFI  dengan sapaan “Saudara-saudari yang saya kasihi!” – sebuah kalimat sapaan yang terasa  sejuk dan menyentuh perasaan  paling dalam dari setiap karyawan perusahaan tambang mineral ini  – yang setiap hari  tak kenal lelah  berkarya di bawah perut bumi  demi kesejahteraan Tanah Papua, khususnya dan Indonesia secara menyeluruh.

Presdir PTFI, Tony Wenas mengatakan, krisis kesehatan yang terjadi saat ini akibat pandemi Covid-19, telah berdampak luas pada kehidupan kita sehari-hari. PTFI juga telah menyediakan sistem dan peralatan medis yang baik untuk mendeteksi dini penularan virus ini dan juga telah mengarahkan semua kita untuk mengikuti protokol-protokol kesehatan yang ada.

Upaya tersebut antara lain dengan memaksimalkan physical distancing, menyiapkan fasilitas medis di Tembagapura dan Timika yang merupakan area kerja utama perusahaan, serta menutup akses memasuki Tembagapura. Bekerja sama dengan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Mimika, sejak awal Maret 2020, PTFI telah menerapkan berbagai upaya mitigasi yang dapat melipatgandakan protokol kesehatan di area kerja.. (ISTIMEWA)

Walaupun saat ini, lanjut Tony Wenas,  belum ditemukan vaksin antivirusnya, kita sebagai satu perusahaan akan dapat memutuskan  mata rantai penyebaran virus dengan  secara disiplin mengikuti protokol-protokol kesehatan yang ada, termasuk menjaga jarak sosial, menggunakan masker, membasuh tangan sesering mungkin, menjaga kesehatan dan lain sebagainya.

Buku Saku ini  merupakan  informasi bimbingan praktis untuk setiap kita agar lebih mengerti dan memahami dalam bertindak  sehingga kita dapat terhindar dari penularan Covid-19 di area kerja kita.

“Saya bangga akan ketangguhan dan kegigihan seluruh  karyawan dalam menghadapi pandemi ini meskipun banyak keterbatasan bagi kita dalam  melakukan pekerjaan dan kegiatan kita sehari-hari. Saya yakin, kita bersama-sama sebagai keluarga besar PTFI  dengan penuh semangat dan ketekunan, akan   dapat memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di area kerja kita dan dapat melewati masa-masa sulit ini  dengan  selamat dan tetap sehat,”   kata Tony Wenas.

Mengakhiri Pesannya itu, Tony Wenas  sangat menyadari bahwa tanpa campur tangan Tuhan Yang Maha Kuasa, maka sia-sialah semua usaha dan karya manusia ciptaanNya. Karena itu, tidak lupa  Presdir PTFI ini  dengan khusuk memanjatkan Doa   kepada Tuhan Yang Maha Esa, kiranya terus memberkati semua karyawan dan keluarga besar PTFI.

Upaya tersebut antara lain dengan memaksimalkan physical distancing, menyiapkan fasilitas medis di Tembagapura dan Timika yang merupakan area kerja utama perusahaan, serta menutup akses memasuki Tembagapura. (ISTIMEWA)

Sementara itu, Direktur-EVP, Chief Operating Officer PTFI, Mark Johnson  dalam pesan singkatnya  terus memberikan semangat dan optimisme kepada semua karyawan dan keluarga besar PTFI   di dalam situasi yang amat sulit  ini  dimana bencana  non-alam Covid-19   tidak hanya melanda areal operasi PTFI  saja  tetapi melanda umat manusia di muka bumi ini .

“Perusahaan ini dan para pekerjanya kuat, berkomitmen dan mampu. Keluarga Besar PTFI telah menunjukkan ketahanan luar biasa yang mampu menopang dalam mengatasi kesulitan dan ketidakpastian pandemi ini,” kata Mark Johnson mengawali pesan singkatnya dengan nada yang menguatkan  setiap karyawan PTFI.

Dia menegaskan  bahwa masalah pandemi Covid-19  ini sangatlah  serius dan karena itulah   kita semua harus menanganinya dengan serius pula.  Dengan mengerti dan mengambil langkah-langkah nyata  seperti yang termaktub di dalam buku kecil ini maka  semua karyawan  dapat melindungi dirinya sendiri, keluarganya, teman sekerja, dan perusahaan.

Mengakhiri pesan singkatnya ini, Mark Johnson tidak  lupa menghaturkan  banyak terimakasih  atas usaha dan dukungan semua karyawan dan keluarga  besar PTFI sambil tetap berharap semuanya  menjaga kesehatan dan keselamatan.

Adapun tema-tema pembahasan dalam Buku Saku ini antara lain pengertian tentang  Covid-19; cara penularan; tanda dan gejala Covid-19; pencegahan Covid-19;  tindakan apa saja yang harus   dilakukan jika mengalami gejala Covid-19;  karantina mandiri dan isolasi diri, jaga jarak fisik, menggunakan masker, cuci tangan yang benar, memakai masker yang  benar dan berbagai  petunjuk praktis lainnya.

Menanggapi telah terbitnya Buku Saku – petunjuk praktis mencegah pandemi Covid-19 yang diterbitkan PTFI, tokoh pemuda  dan intelektual muda Orang Asli Papua, Habelino Sawaki mengatakan, langkah yang dilakukan PTFI dengan menerbitkan Buku Saku mencegah Covid-19  merupakan wujud nyata komitmen perusahaan tambang mineral itu pada keselamatan hidup banyak orang, pertama-tama keselamatan nyawa  karyawannya, keluarga serta semua orang yang bertemu dan  berpapasan dengan mereka.

Habelino Sawaki, SH., MSi (HAN) , dalam sebuah kesempatan kegiatan.(lintaspapua.com)

“Covid-19 adalah penyakit menular yang begitu cepatnya menelan nyawa  manusia,  sehingga apabila Freeport  dengan berbagai cara  terus menerus berupaya  menyelamatkan karyawan dan keluarga besarnya dari pandemi ini  berarti Freeport telah ikut memberikan sumbangsih paling mulia dalam menyelamatkan nyawa umat manusia di muka bumi ini,  khususnya di Tanah Papua,” kata Habelino – alumni Universitas Pertahanan (Unhas)  itu.

Salah seorang pendiri Gerakan Mahasiswa Papua Indonesia (Gemapi) ini berpendapat, apabila PTFI adalah  perusahaan pertama di Indonesia atau paling kurang di Tanah Papua   yang berhasil menerbitkan Buku Saku – pegangan praktis  mencegah pandemi Covid-19 untuk diberikan kepada semua  karyawan dan keluarga karyawannya,  berarti perusahaan-perusahaan lainnya pun harus mencontohi perbuatan baik ini demi  keselamatan nyawa manusia.

PTFI, lanjut Habelino,  bukanlah sebuah perusahaan tambang mineral yang baru berdiri kemarin petang di Tanah Papua dan Indonesia,  tetapi telah  beroperasi sejak tahun 1967  sehingga  sudah sangat “kenyang”  makan “asam-garam”  dalam menghadapi berbagai bencana alam dan kali ini bencana  non-alam,  sehingga sangat cepat pula  mengambil langkah-langkah praktis dan jitu untuk menyelamatkan  nyawa karyawan dan keluarga karyawan dan nyawa  semua orang di sekitarnya.

Di dalam situasi sangat sulit ini, Freeport terlihat sangat tangguh dan selalu optimis serta tampil bersahabat  menghadapi berbagai terpaan badai bencana alam dan  non alam serta tsunami  politik yang ingin menghancurkannya.

“Untuk itu, kiranya Freeport terus memegang prinsip ini, yaitu  apabila  yakin bahwa apa yang anda kerjakan itu adalah  Baik untuk banyak orang, maka lakukanlah itu demi Kebaikan itu sendiri. Dan apabila anda yakin seyakin-yakinnya  bahwa apa yang dilakukan ini adalah Benar dan bermanfaat bagi banyak orang, maka lakukanlah itu demi Kebenaran dan Kemaslahatan banyak orang. Pantanglah  mundur sebelum bertarung!” tegas Habelino.  (***)

 

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here