Kapolda Papua dan Pangdam XVII/Cenderawsih Kunjungi Briptu Kristian Paliling

0
126
Kapolda Papua Irjen Pol. Drs. Paulus Waterpauw di dampingi Pangdam XVII Cendrawasih Mayjen TNI Herman Asaribab mengunjungi Briptu Kristian Paliling. (Dok Humas Polda)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Kapolda Papua Irjen Pol. Drs. Paulus Waterpauw di dampingi Pangdam XVII Cendrawasih Mayjen TNI Herman Asaribab mengunjungi Briptu Kristian Paliling korban penyerangan dan perampasan senjata api yang terjadi di pospol pendulangan Ndeotadi Distrik Bogobaida lokasi 99, (15/5/2020) lalu.

Kapolda Papua dan Pangdam XVII Cendrawasih beserta rombongan yang tiba di RSUD Kabupaten Nabire langsung melakukan pengecekan terhadap kondisi Briptu Kristian Paliling serta memberikan santunan kepada keluarga untuk digunakan dalam proses penyembuhan korban.

kapolda Paulus Waterpauw mengatakan, pengecekan kondisi Briptu Cristian Paliling dilakukan hari ini, bersama Pangdam, bupati Paniai serta beberapa perwira Polda dan Kodam XVII/Cenderawasih, baik kapolres Paniai dan kapolres Nabire.

“Kami datang ke RSUD nabire hanya mau melihat keadaan sudara Kristian paliling dan syukur dari keterangan dokter yang menanganinya mewakili direktur rumah sakit bahwa keadaanya cukup normal, kami lihat tadi masih ada pendarahan-pendarahan tapi keterangan para dokter sudah bisa ditangani. Mudah mudahan kita berharap segera bisa sembuh dan boleh pulih seperti sedia kala,” jelas Kapolda di sela-sela kunjungannya, Senin, (18/5).

Kapolda mengakui, pihaknya perihatin dengan luka yang dialami. Ia menjelaskan, ada empat sampai lima titik tadi yang cukup parah seperti leher, punggung, belakang kepala.

Nampaknya kata Kapolda, ini merupakan penganiayaannya yang serius, padahal menurutnya hubungan antara pelaku dengan anggota dipos jaraknya hanya sebelah rumah, “tetapi kenapa bisa jadi tindak penganiayaan seperti itu, apakah ada persoalan perseorangan antara pribadi mereka, tapi kami yakin tidak,”ungkap Kapolda.

Dari keterangan warga sebagaimana dikatakan Kapolda Waterpauw, masyarakat di TKP rupanya tidak seperti itu, selama ini hubungan anggota polisi dengan warga baik-baik saja, “tapi kami akan terus melakukan penyelidikan atau penyidikan untuk membuktikan akar penyebab atau latar belakang terjadinya kekerasan ini, sehingga hilangnya atau dirampasnya 3 pucuk senjata itu,” ujarnya.

“Sebntar kami dengan bupati nabire, paniai, deiyai kita kan bicara bagaimana persoalan ini bisa segera diselesaikan dengan baik dalam arti kami memerlukan agar senjata yang dirampas itu bisa dikembalikan atau pelaku bisa menyerahkan diri,” kata Kapolda menambakan.
(Gracio)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here