Dua Hari Jelang Lebaran, Positif Corona di Kabupaten Jayapura Tidak Bertambah

0
342
Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan dan Pencegahan Covid-19 Kabupaten Jayapura, Khairul Lie, S.KM, M.Kes, saat menyampaaikan arahannya. (Humas Covid-19 Kabupaten Jayapura)

Infografis perkembangan kasus Covid-19 update Jumat (22/5/2020) sekitar pukul 19.00 WIT

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Pencegahan Covid-19 Kabupaten Jayapura menyampaikan kabar baik. Pada hari Kamis (21/5/2020) dan Jumat (22/5/2020) atau selama dua hari menjelang lebaran Idul Fitri 1441 Hijriah kasus positif Coronavirus (Covid-19) di Kabupaten Jayapura tidak bertambah.

“Dua hari berturut-turut ini kami mendapat hasil PCR dari laboratorium Litbangkes tidak ada penambahan kasus positif baru di Kabupaten Jayapura. Jadi kasus positif Corona masih tetap 64 kasus,” ujar Khairul Lie, selaku jubir gugus tugas Covid-19 Kabupaten Jayapura dalam siaran persnya yang diterima Lintaspapua.com, Jumat (22/5/2020).

Khairul Lie merincikan, sebanyak 41 orang yang sedang dirawat dan sebuh masih tetap 22 kasus.

“Sedangkan yang sembuh 23 atau sekitar 36 persen dan yang dirawat 41 orang atau sekitar 64 persen,” imbuhnya.

Kadis Kesehatan Kabupaten Jayapura itu juga menyampaikan jumlah ODP pada hari ini tercatat 160 kasus. Terjadi penambahan sebanyak 9 kasus ODP dari semula hanya 151 kasus pada Kamis (21/5/2020). Sedangkan jumlah PDP pada hari ini tercatat masih sama dengan hari sebelumnya yakni 72 kasus.

“Total yang sudah kita kirim untuk PCR sebanyak 795, dan hasil tesnya yang dinyatakan negatif itu sebanyak 140. Tim layanan di rumah sakit tetap melakukan isolasi dan merawat pasien di ruang isolasi, kemudian mengambil swab untuk dikirimkan guna elakukan pemeriksaan PCR. Serta melakukan screening di ruang instalasi gawat darurat,” ungkapnya.

Dipenghujung siaran persnya, Khairul Lie mengingatkan tinggal sehari lagi lebaran maka diharapkan kepada masyarakat agar tidak melakukan sholat I’ed atau tidak dilaksanakan di lapangan atau masjid, namun tetap dilaksanakan di rumah.

“Warga khususnya umat Islam diharapkan tak sholat I’ed di masjid atau di lapangan mengingat masih ada peningkatan kasus positif di Kabupaten Jayapura, sholat I’ed bisa dilakukan di rumah saja. Ini sesuai hasil pertemuan antara pak Bupati dengan Ormas-ormas Islam yang ada di Kabupaten Jayapura dan juga berdasarkan peraturan yang dikeluarkan secara nasional oleh pemerintah pusat terkait pelaksanaan sholat I’ed Hari Raya Idul Fitri tahun 2020 ini,” tutup Khairul Lie. (Irf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here