JAYAPURA (LINTAS PAPUA) — Dikabarkan lari dari RS.Marthen Indey, Kota Jayapura, Papua, Rabu 20 Mei 2020, pasien berinisial (MB), dengan status positif Corona, berhasil ditangkap oleh Gugus Tugas Covid-19 Kota Jayapura.

Pasien positif Corona tersebut, Kamis (21/05/2020), berhasil ditangkap, saat dirinya mencoba bersembunyi didalam flafon, dari Asrama Mahasiswa Sorong Selatan, di Perumnas 3 Waena, Kelurahan Yabansai, Distrik Heram, Kota Jayapura, Papua.

Stepanus Sremere, salah satu kader GAMKI Kota Jayapura, kepada wartawan mengatakan, Kamis pagi, Pukul 08:00 WIT, yang bersangkutan (pasien positif corona), datang ke Asrama Mahasiswa Sorong Selatan, Jayapura, Perumnas 3 Waena. Dan yang bersangkutan bukan penghuni asrama. Dan juga bukan mahasiswa asal sorong selatan.

“Pasien positif Corona, yang lari dari rumah sakit, dan didapat di Asrama Mahasiswa Sorong Selatan, Jayapura, Perumnas 3 Waena. Yang bersangkutan bukan penghuni asrama. Dan juga bukan seorang mahasiswa, asal sorong selatan,” kata Stepanus Sremere.

Sebut, Stepanus, yang bersangkutan (pasien positif Corona) tidak punya hubungan keluarga dengan penghuni di asrama Sorsel. Yang bersangkutan masuk, dan dilihat pertama kali oleh penghuni asrama yakni, Nimrot Srefle dan Otto Geisles.

Lanjutnya, Yang bersangkutan tidak berinteraksi atau bertemu (tatap muka secara langsung) dengan penghuni asrama, karena pada jam 08:00 pagi itu, penghuni asrama lainnya masih tidur.

“Nimrot Srefle dan Otto Geisles, setelah melihat yang bersangkutan, dan tanpa berinteraksi, juga bersentuhan lansung, keduanya, menelepon saya, terkait keberadaan yang bersangkutan,” ujar Stepanus, yang juga senior bagi Mahasiswa Sorsel Kota Studi Jayapura itu.

Lanjutnya lagi, setelah mendengar informasi tersebut, dirinya lalu melaporkan dan memanggil Polisi Patmor 6, Perumnas 3 Waena, dan melaporkan kepada petugas Covid 19.

“Setelah saya melaporkan dan saya bersama dengan polisi ke asrama, sambil menghubungi petugas Covid 19. Yang bersangkutan melihat polisi dan penghuni asrama yang ramai dia ketakutan dan sembunyi di kamar atau ruangan sekretariat asrama dan langsung memanjat ke plafon, untuk menyembunyikan diri,” jelas Stepanus.

Namun, tidak berselang lama, setelah informasi beredar, tim tugas Covid-19 tiba dengan APD lengkap. Yang bersangkutan berhasil ditangkap.

Sementara itu, Ketua GAMKI Kota Jayapura, Jhon Betaubun, menuturkan, sebagai pimpinan organisasi, pihaknya memberikan apresiasi atas peran Stepanus Sremere, lantaran informasinya ke pihak polisi dan gugus tugas covid-19, pasien positif Corona, bisa ditangkap.

“sebagai pimpinan organisasi GAMKI, kami memberikan apresiasi atas peran Stepanus Sremere, lantaran informasinya ke pihak polisi dan gugus tugas covid-19, pasien positif Corona, bisa ditangkap. Dan memutus penyebaran Corona, dari pasien positif Corona itu,” kata Ketua GAMKI Kota Jayapura itu. (Richard/Lintas Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here