Portal Ilegal Meresahkan, Kadistrik Erol Daisiu Bersama Keamanan Lakukan Penertiban

0
253
Kepala Distrik Sentani Kota, Erol Y. Daisiu didampingi pihak keamanan TNI Polri saat melakukan penertiban portal-portal ilegal di sepanjang jalan utama Kota Sentani, beberapa waktu lalu. (Humas Covid-19 Kabupaten Jayapura)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Adanya pembangunan portal resmi yang di lakukan oleh tim gugus tugas percepatan penanganan Covid – 19 Kabupaten Jayapura di Pasar Lama Sentani, telah berakibat munculnya portal portal ilegal yang dibangun warga di sejumlah ruas jalan di wilayah kota Sentani. Keberadaan portal ilegal ini sangat meresahkan masyarakat karena dinilai disalahgunakan oleh oknum warga yang membangunnya.

Kepala Distrik Sentani Kota, Erol Y. Daisiu didampingi pihak keamanan TNI Polri saat melakukan penertiban portal-portal ilegal di sepanjang jalan utama kota Sentani, beberapa waktu lalu.(Humas Covid-19 Kabupaten Jayapura)

“Jadi portal-portal ilegal ini bukan dibangun oleh pemerintah dan oknum yang membangun kadang meminta uang (pungli), miras disitu. Sehingga sebagian sudah kita tertibkan,” ujar  Kepala Distrik Sentani Kota, Erol Y. Daisiu, kepada tim media covid 19, Sabtu (4/5/2020).

Dia menegaskan, saat ini di Kota Sentani hanya ada dua Portal resmi yang dibangun oleh pemerintah daerah kabupaten Jayapura tepatnya di bagian Utara dan Selatan Jalan Pasar Lama Sentani. Portal ini dibangun untuk menutup akses lalu lintas dan aktifitas masyarakat ke daerah tersebut.

“Itu karena pasar lama sudah masuk zona merah covid 19, sehingga perlu ditutup akses masuk dan keluar dari wilayah zona merah itu,” ungkapnya.

Dia mengatakan,  penertiban sejumlah portal ilegal ini sudah dilakukan sejak Rabu 29 April lalu dan terhitung ada 14 portal ilegal yang berhasil diterbitkan pemerintah dan juga pihak keamanan di sekitar Jalan protokol Kota Sentani.

Pihaknya mengakui, masih ada banyak portal ilegal yang dibangun masyarakat di wilayah Jalan lingkungan. Sehubungan dengan itu pihaknya memastikan akan melakukan penertiban dan akan melakukan tindakan tegas terhadap warga yang tidak mentaati arahan dari pemerintah terkait dengan keberadaan portal-portal ilegal tersebut.

“Kita masih menunggu surat edaran dari Bupati hingga nanti kalau masih ada yang kepala angin kita akan melakukan tindakan tegas,” tambahnya. (Humas Covid-19 Kabupaten Jayapura)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here