World Press Freedom Day 2020 : AJI Menilai Kebebasan Pers Tergantung Situasi Politik

0
200

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  – Dalam rangka merayakan World Press Freedom Day 2020. Diskusi yang mengangkat tema Etika dan Kebebasan Pers ini bertujuan membangun kesadaran tentang pentingnya integritas dalam jurnalisme dan nilai-nilai kebebasan pers.

Kegiatan diskusi menghadirkan Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia, Abdul Manan dan Ketua Komisi Pemberdayaan Organisasi Dewan Pers, Asep Setiawan yang akan membagikan pengalaman dan usaha mereka dalam menjaga kredibilitas dan prinsip-prinsip kebebasan pers, serta Political Officer Kedubes AS, Gabriel M. Hons-Olivier yang  membahas Countries Human Rights Reports yang dikeluarkan pemerintah AS, khususnya yang terkait tingkat kebebasan pers di Indonesia, 30 April 2020.

Dalam kesempatan tersebut, Gabriel M Hons-Olivier, Political Officer Kedubes AS mengatakan, bahwa pihaknya sangat percaya bagi Amerika Serikat kebebasan pers dan kebebasan berekspresi sepenuhnya adalah dasar dari demokrasi. Apa yang kadang-kadang membingungkan orang adalah perbedaan antara kebebasan pers dan bias dalam media.

Merupakan fakta bahwa media yang berbeda dimiliki oleh orang dengan pandangan politik yang berbeda, sehingga mereka menyajikan berita dengan cara mereka sendiri, dan hal ini tidak masalah karena hal ini merupakan suatu bentuk kebebasan dan bagian dari demokrasi. Masalah timbul ketika beberapa undang-undang atau bagian dari pemerintah membatasi kebebasan berekspresi.

Ketua Komisi Pemberdayaan Organisasi Dewan Pers, Asep Setiawan. (ISTIMEWA)

Sementara itu, Asep Setiawan, Anggota Dewan Pers  mengatakan,  Kalau kita lihat dari indeks kemerdekaan pers—ini merupakan survey yang dilakukan oleh Dewan Pers dibantu team peneliti dan konsultan—menunjukkan dari tahun 2018, 2019, dan 2020 (2020 merilis hasil tahun 2019) secara keseluruhan indeks kemerdekaan pers kita sudah mulai membaik.

“Tetapi dalam beberapa variable masih terjadi kriminalisasi dan perlakuan buruk terhadap wartawan. Juga kesejahteraan dan pendidikan masih menjadi persoalan. Dari indeks ini, kita bisa melihat apa yang menjadi persoalan dan apa yang harus diperbaiki,” katanya.

Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia, Abdul Manan. (ISTIMEWA)

Senada dengan itu,  Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia, Abdul Manan mengatakan, bahwa AJI menilai situasi kebebasan pers sangat tergantung pada situasi politik. Seperti ungkapan yang pernah kita dengar, ‘seperti halnya pers adalah cermin dari masyarakat, kebebasan pers adalah cermin dari sistem politik.

Dalam konteks Indonesia, kita pasti semua setuju bahwa sistem politik kita adalah demokrasi, tapi dengan beberapa tanda minus. Sebagai contohnya, partisipasi publik dalam demokasi adalah hal yang sangat esensial. Tapi kalau kita lihat dari politik kita, keterbukaan masih menjadi hal yang langka. (Dhoto)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here