Lawan Covid- 19 : Kalurah Yobe, Agustinus Jitmau Bagikan Sembako ke 800 KK

0
237
Kepala Kelurahan Agustinus Jitmau, S.IP, ketika menyerahkan secara simbolis bantuan kepada salah satu warga penerima bantuan paket sembako. (Irfan /LPC)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Meringankan beban warga, Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura melalui Kelurahan Yobe, Distrik Abepura, menyalurkan paket sembako sejak Selasa (28/4/2020) hingga Jumat (1/5/2020).

Bantuan sosial yang dibagikan kepada warga yang terdampak virus Corona atau Covid-19 itu sebanyak 800 paket sembako yang merupakan bantuan dari Pemerintah Kota Jayapura dalam hal ini Dinas Sosial (Dinsos) sebanyak 300 paket serta 500 paket lainnya dari Dana Pembangunan dan Pemberdayaan Kelurahan (DP2K) Kelurahan Yobe.

Paket sembako terdiri dari beras 10 kg, minyak goreng, telur 1 rak, mie instan 1 karton dan gula pasir per kepala keluarga (KK).

Kepala Kelurahan Yobe, Agustinus Jitmau, S.IP, mengatakan, pembagian paket sembako itu Secara dua tahap dan sudah dilakukan sejak Selasa (28/4/2020) hingga Jumat (1/5/2020).

“Dalam rangka penanggulangan wabah virus Corona atau Covid-19 ini, kita diminta oleh bapa Walikota Jayapura untuk memberi bantuan sembako kepada warga yang terdampak Covid-19. Kami sudah membagikan 800 paket sembako yang telah kami distribusikan mulai sejak tanggal 28 April 2020 lalu hingga hari ini (kemarin) kepada 800 KK yang ada di wilayah Kelurahan Yobe,” ujar Agustinus Jitmau kepada wartawan media online, di ruang kerjanya, Jumat (1/5/2020) siang.

Agustinus Jitmau mengakui kebutuhan harian warga di kelurahannya mulai kekurangan sejak merebaknya wabah Covid-19. Dia pun menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Jayapura dalam hal ini Walikota Jayapura atas bantuan yang diperuntukkan kepada 800 warga di Kelurahan Yobe.

“Jadi 800 paket sembako ini dari Dinas Sosial sebanyak 300 paket dan kami di Kelurahan Yobe melalui dana DP2K sebanyak 500 paket, sehingga total semuanya sebanyak 800 paket sembako. Untuk itu, kami sampaikan ucapan terima kasih kepada bapa Walikota atas dukungannya kepada kami untuk bisa memberikan bantuan sembako kepada warga kami yang benar-benar terdampak akibat penyebaran virus Corona ini,” katanya.

Menurutnya, bantuan sembako berupa beras, minyak goreng, mie instan dan telur ini sasarannya adalah warga yang betul-betul terdampak, baik dari ekonominya atau penghasilan hariannya sudah tidak ada sama sekali, terkena PHK atau dirumahkan dan tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat dalam bentuk PKH (Program Keluarga Harapan) dari Kementerian Sosial RI.

“Memang sangat terasa sekali beberapa warga kami yang sebelumnya ada karyawan hotel maupun di rumah makan yang dirumahkan, sopir taxi dan warga kami yang sebelumnya berjualan di pasar, akhirnya semua ikut terdampak dan dengan adanya bantuan ini sangat membantu warga kami. Apalagi aktivitas kita saat ini dibatasi hingga jam 6 sore dan tidak semua pelaku usaha itu berjualan pada pagi hari karena ada sebagian yang berjualan pada malam hari. Tetapi, semua itu untuk kebaikan kita bersama untuk menekan penyebaran Covid-19 di daerah ini,” tuturnya.

Selain itu, Agustinus Jitmau juga menuturkan, pihaknya menyerahkan bantuan, didampingi oleh tim gugus tugas Covid-19 tingkat Kelurahan Yobe saat menyalurkan bantuan paket sembako kepada warga.

“Kami distribusikan ke masyarakat secara dua tahap, pertama di enam RW meliputi RW 5, RW 6, RW 7, RW 8, RW 9 dan RW 10, sedangkan di tahap kedua pada hari ini kami kembali lanjutkan lagi penyaluran paket sembako di empat RW meliputi RW 1, RW 2, RW 3 dan RW 4,” tuturnya.

Lurah Yobe, Agustinus Jitmau mengucapkan terima kasih atas dukungan dari Walikota Jayapura yang diberikan kepada warga di Kelurahan Yobe.

“Kita mensyukuri berkat Tuhan yang ada ini, memang belum sampai kepada warga secara keseluruhan. Tapi secara pribadi, kami juga berharap bisa membagikan kepada seluruh warga yang ada di Kelurahan Yobe. Namun apa yang tersedia sangat terbatas, sehingga dalam pembagian paket sembako ini kita sedikit selektif untuk memberikan bantuan itu kepada warga yang benar-benar terdampak atau yang sudah tidak punya penghasilan sama sekali,” imbuhnya.

Dalam penyalurannya, Agustinus Jitmau menjaga agar warga tidak berduyun-duyun memadati satu lokasi guna mendapatkan bantuan paket sembako. Dia memerintahkan masing-masing aparat ditingkat bawah bergerak menyalurkan langsung bantuan ke rumah-rumah warga.

“Sementara untuk yang PNS masih menerima gaji per bulan, pensiunan maupun warga penerima kartu PKH dari Kemensos itu kan masih menerima bantuan setiap bulan. Memang kita semua juga ikut terdampak, tetapi dengan bantuan yang terbatas ini kita prioritaskan dulu kepada mereka yang benar-benar sudah tidak punya pekerjaan dan sudah tidak mempunyai penghasilan harian,” sambung Agustinus Jitmau.

Dia pun berharap wabah ini tidak terjadi terus-menerus mengingat lebih dari 50 persen warganya berprofesi sebagai pekerja harian dan saat ini sangat terdampak.

“Kami harap bantuan sembako ini bisa bermanfaat dan meringankan beban warga. Inilah bentuk perhatian pemerintah dalam hal ini bapa Walikota Jayapura. Semoga virus ini cepat berlalu dan ekonomi masyarakat kembali bergerak,” harapnya.

Sementara itu ditempat terpisah, Walikota Jayapura Dr. Benhur Tomi Mano, MM, melalui Wakil Walikota Jayapura Ir. H. Rustan Saru, MM, menguraikan bahwa ini adalah merupakan kewenangan yang diberikan oleh Walikota Jayapura kepada Kepala Kelurahan untuk mendata warganya lewat RT/RW.

“Kemudian dilaporkan berapa kebutuhan warga di tiap kelurahan yang mau dibantu sembako. Sehingga semua lurah sama mengajukan data warganya yang akan dibantu dan setiap lurah itu diberikan kesempatan untuk merevisi anggarannya guna membantu warga,” beber Rustan Saru ketika dihubungi wartawan media online via telepon selulernya, Jumat (1/5/2020) malam.

“Misalnya ada diajukan 800 KK untuk menerima bantuan sembako, itu terbagi dari kelurahan sendiri bisa bantu berapa. Contohnya, di Kelurahan Yobe bantu dengan dana sendiri dari dana kelurahan itu direvisi bisa bantu 500, terus sisanya yang ada 300 itu nanti dibagi lagi dari distrik bisa bantu berapa dan dari Pemerintah Kota Jayapura dalam hal ini pak Walikota ikut bantu berikan sembako melalui Dinas Sosial,” tuturnya.

Rustan Saru yang juga Ketua Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Jayapura ini mengimbau agar seluruh masyarakat yang sudah menerima bantuan sembako ini bisa betul-betul tertib. Artinya, jangan sudah dapat bantuan sembako dari pemerintah baru katakan belum dapat atau minta lagi kepada pemerintah.

”Kemudian bagi warga yang mampu ikut daftar juga untuk menerima sembako, warga harus bisa jujur katakan kalau mereka merupakan warga tidak mampu yang berhak mendapatkan bantuan untuk kita dari pemerintah berikan bantuan. Selain itu, masih dalam kondisi Covid-19 ini kita minta kepada warga agar wajib menggunakan masker saat keluar rumah, selalu cuci tangan usai beraktivitas dan selalu jaga jarak, ya harus sadar lah untuk mengikuti anjuran pemerintah,” imbuhnya. (Irf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here