Bupati Mathius Awoitauw : Bantuan Hanya Diberikan Kepada Masyarakat yang Terdampak

0
173
Hal tersebut ditegaskan Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si, dalam sambutannya di hadapan puluhan karyawan hotel dan restoran, di Hotel Suni Garden Lake, Hawaii, Kota Sentani, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Kamis (23/4/2020) pagi. (Irfan /LPC)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Pemerintah Daerah Kabupaten Jayapura memberikan bantuan sosial (Bansos) dan bantuan sembako diperuntukkan bagi masyarakat yang betul-betul terdampak langsung akibat wabah pandemi COVID-19 atau Coronavirus seperti para pekerja di dunia perhotelan dan pariwisata.

Hal tersebut ditegaskan Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si, dalam sambutannya di hadapan puluhan karyawan hotel dan restoran, di Hotel Suni Garden Lake, Hawaii, Kota Sentani, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Kamis (23/4/2020) pagi.

Pada kesempatan itu, Bupati Mathius secara simbolis menyerahkan bingkisan sembako kepada karyawan hotel dan restoran.
Bantuan didistribusikan oleh Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Jayapura ke PHRI Kabupaten Jayapura untuk diteruskan ke perusahaan hotel dan restoran atau cafe, guna disalurkan kepada para karyawan hotel dan restoran yang dirumahkan akibat Covid-19.

“Jadi tidak semua kita berikan bantuan, hanya yang terdampak saja. Kalau hotel jelas sangat terdampak setelah ada Kebijakan bandara dan pelabuhan ditutup. Karyawan nya banyak di PHK dan dirumahkan. Selain bantuan sembako, dari Dinas Tenaga Kerja sedang berupaya karyawan yang kini dirumahkan agar bebannya bisa berkurang dengan mendaftarkan diri melalui program kartu Prakerja dari Kementerian Tenaga Kerja,” bebernya.

Lanjut Bupati Mathius menambahkan, dunia pariwisata dan perhotelan sangat terasa dengan kebijakan penutupan Bandara dan Pelabuhan. Oleh karena itu, Pemerintah secara Nasional sedang melakukan beberapa upaya menolong masyarakatnya, meski tidak bisa ditolong sepenuhnya. Salah satunya dengan pemberian bantuan sembako kepada karyawan hotel dan restoran yang telah dirumahkan.

“Ada juga yang akan diberikan bantuan seperti para penjual pinggir jalan, atau karyawan di rumah makan yang jam kerjanya kini dikurangi, yang tadinya dua shift kini jadi satu shift,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) Kabupaten Jayapura, Bambang Zulhadi, ST, menyampaikan, rasa syukurnya kepada Pemerintah Kabupaten Jayapura yang telah membuat keputusan tepat dengan memberikan kebebasan selama 4 bulan tidak bayar pajak kepada pengusaha hotel dan restoran, termasuk memberikan bantuan sembako kepada ratusan karyawan yang kini telah dirumahkan.

“Dunia pariwisata dan perhotelan sangat terasa dengan kebijakan penutupan Bandara dan Pelabuhan, 20 dari 28 hotel di Kabupaten Jayapura sebanyak 424 orang karyawan kini telah dirumahkan. Dengan jumlah laki-laki 296 dan perempuan 128,”jelasnya.

“Masih ada hotel lain yang belum melaporkan. Ada yang melaporkan, tapi karyawannya masih bekerja, sementara yang terdampak sekarang hanya 20 hotel dan 3 restauran,” tambah Bambang.
“Jadi tidak ada perintah dari kami untuk tutup atau imbauan pemerintah untuk hotel tutup. Otamatis tutup karena tidak ada tamu yang menginap, apalagi sebagian besar atau 80 persen tamu hotel di Kabupaten Jayapura adalah tamu transit, apalagi kita di dalam daerah aktivitas sudah dihentikan dan bekerja dari rumah,” cetusnya.

Apalagi kata Bambang, sebagian besar manajemen hotel telah merumahkan karyawannya tanpa digaji, hanya sedikit karyawan yang menerima gajinya separuh saat dirumahkan. (Irf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here