Kepala Kampung Bagia Minta Bupati Keerom dan DPMK Cairkan Dana Kampung Untuk Penanganan Covid-19

0
276
Kepala Kampung Bagia, Arso PIR III, Fransiskus Kimber. (Arief / LPC)

Karena Dana Kampungnya Sampai Saat ini Belum Cair, Sementara Masyarakat Sangat Butuh Bantuan

KEEROM (LINTAS PAPUA) – Kepala Kampung Bagia, Arso PIR III, Fransiskus Kimber mempertanyakan kesungguhan Pemkab Keerom khususnya Bupati Keerom, untuk mengatasi masyarakat yang terdampak Covid-19. Selain itu ia juga mempertanyakan pembagian sembako untuk dampak Covid-19 di beberapa kampung yang dilaksanakan pembagiannya.

‘’Saya mempertanyakan kenapa ada beberapa kampung yang melakukan pembagian sembako seperti arso 8, Arso 1 dan lainnya. Mereka apakah dana DD sudah cair atau bagaimana. Karena kami di Kampung Bagia, Dana DD tidak cair, baru masyarakat tanya kepada desa, kita mau bilang apa, karena dana DD kami belum cair,’’ungkapnya kepada lintaspapua.com, di Arso II, kemarin.

Untuk itu ia meminta Bupati dan pihak terkait yaitu DPMK Keerom untuk mempercepat proses pencairan DD tahun 2020 yang sesuai intruksi presiden digunakan untuk mengatasi dampak Covid-19 bagi masyarakat di kampung-kampung.

‘’Bagi kami di Bagia saat belum ada DD cair, masyarakat kesulitan bahkan untuk bahan makanan dan memasak kami saling batu. Misalnya ada yang beli minyak goreng maka kami minta tolong saling pinjam minyak goring. Ini sangat menyedihkan,’’ujarnya.

Ia juga menjelaskan,  karena masyarakat sudah dengar intruksi presiden soal DD untuk mengatasi dampak Covid maka masyarakat senang, maka ia minta Pemkab Keerom mendukung inpres tersebut agar masyarakat yang saat ini susah bisa diringankan bebannya, yaitu menyangkut sembako.

Ia juga menyebut untuk tahun-tahun sebelumnya, Bulan Maret ini dana DD tahap I sd cair sehingga bisa membantu kampung. Tapi dengan kondisi saat ini yang tak segera cair maka ia meminta ada tindak nyata Pemkab Keerom utnuk mengatasi hal ini.

‘’Tahun ini kami dijelaskan bahwa untuk DD tahun 2020 bakal ada pemotongan, katanya sekitar 300 juta setiap kampung untuk PON. Karena PON mundur, kami juga minta tolong dijelaskan dana itu sekarang ada dimana, kalau tdak ada berarti kembalikan ke masyarakat kampung untuk bisa mengatasi masalah Covid19 ini,’’pesannya. (arief/lintaspapua.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here