Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si, didampingi oleh sejumlah pejabat di lingkup Pemerintah Kabupaten Jayapura saat menyerahkan LKPD 2019 secara online kepada BPK RI Perwakilan Provinsi Papua, di ruang Kantor Bupati Jayapura, Senin (6/4/2020) kemarin siang. (Irfan / lintaspapua.com)

JAYAPURA  (LINTAS PAPUA) –  Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si, menyerahkan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun 2019 ke Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI perwakilan Provinsi Papua, Senin (6/4/2020) kemarin siang.

Berbeda dengan penyerahan LKPD sebelumnya. Kali ini penyerahan dilakukan melalui video conference di Kantor Bupati Jayapura.
Bupati Jayapura Mathius Awoitauw saat ditemui oleh awak media mengatakan jika penyerahan LKPD 2019 dengan menggunakan video conference adalah karena imbas dari Coronavirus.

Berbeda dengan penyerahan LKPD sebelumnya. Kali ini penyerahan dilakukan melalui video conference di Kantor Bupati Jayapura.  (Irfan / LPC)

Menurutnya, penyerahan LKPD melalui video conference ini baru pertama kali dilakukan oleh pihaknya, yakni menyerahkan laporan itu melalui sistem online menggunakan media teleconference.

“Ya, tadi (kemarin) kami melakukan teleconference untuk menyerahkan LKPD 2019 kepada BPK untuk selanjutnya BPK akan mengaudit itu,” ujar Mathius kepada awak media.

Sementara itu, Mathius mengatakan, audit LKPD ini sangat penting bagi setiap daerah selaku pengguna anggaran. Supaya mengetahui sejauhmana pemanfaatan anggaran tersebut. Dirinya menyebutkan, terkait dengan adanya nanti temuan, baik itu administrasi maupun penyalahgunaan tentu akan dilihat. Misalnya, jika ada kesalahan administrasi, maka itu akan diluruskan. Tapi, kalau ada temuan atau penyalahgunaan anggaran harus ditelusuri dan diselesaikan.

“Ini sejarah pertama (mungkin) di republik ini menyerahkan LKPD dengan melalui online. Ini terkesan tidak bagus, karena tidak diterima secara fisik. Tapi, mereka akan berbicara dengan Inspektur untuk bagaimana lebih lanjut,” tutupnya. (Irf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here