Ketua KKSS Provinsi Papua, Dr. H. Mansur M, SH, M.Si, didampingi Ketua Ikami Sulsel Provinsi Papua, Samsuddin beserta pengurus lainnya saat membagikan sembako kepada warga, Minggu (5/4/2020) kemarin sore. (Irfan / lintaspapua,com)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) –  Kebijakan pemerintah yang membatasi aktivitas masyarakat dengan social distancing dan physical distancing untuk meminimalisasi penyebaran penularan virus Corona atau Covid-19 berdampak pada perekonomian.

Di Provinsi Papua, khususnya Kota Jayapura dan sekitarnya banyak masyarakat kurang mampu yang sehari-hari menggantungkan hidupnya dari kerja serabutan atau yang mengandalkan kerja harian itu harus menelan kepahitan. Sebab, pembatasan ini membuat dagangan mereka sepi pembali atau berkurangnya pendapatan harian mereka.

Ketua KKSS Provinsi Papua, Dr. H. Mansur M, SH, M.Si, didampingi Ketua Ikami Sulsel Provinsi Papua, Samsuddin beserta pengurus lainnya saat membagikan sembako kepada warga, Minggu (5/4/2020) kemarin sore. (Irfan / lintaspapua,com)

Keprihatinan itu turut dirasakan semua pihak. Tak ayal aksi-aksi sosial pun muncul untuk membantu warga terdampak. Salah satunya, yang dilakukan oleh Badan Pengurus Wilayah (BPW) Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) bersama Ikatan Wanita Sulawesi Selatan (IWSS) serta Ikatan Keluarga Pemuda, Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (Ikami) Sulawesi Selatan (Sulsel) Provinsi Papua.

 

Kepedulian dari BPW KKSS, IWSS dan Ikami Sulsel Provinsi Papua ini berwujud pada program pemberian bantuan sembako bagi warga terdampak Covid-19 di Provinsi Papua, khususnya di Kota Jayapura. Sasarannya, pekerja informal seperti mama-mama asli Papua penjual pinang, pedagang asongan, penjual gorengan dan tukang ojek serta warga tidak mampu lainnya. Kemudian, akan berlanjut ke pemukiman-pemukiman warga yang berpenghasilan rendah.

 

Ketua Umum BPW KKSS Provinsi Papua, Dr. H. Mansur M, SH, M.Si, mengatakan, penyaluran bantuan sembako ini sebagai salah satu program ketahanan ekonomi keluarga. KKSS berinisiatif membantu masyarakat yang terdampak dari pembatasan sosial yang dilakukan oleh pemerintah.

 

“Melihat kondisi seperti ini, kita sama-sama prihatin dan kita dari KKSS Provinsi Papua bersama teman-teman pengurus IWSS serta pengurus Ikami SulSel Provinsi Papua, untuk kita bisa saling berbagi dengan saudara-saudara kita yang betul-betul terdampak disaat merebaknya wabah Coronavirus ini,” ujar Mansur, kepada wartawan online ini Minggu (5/4/2020) kemarin sore, di Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura, Provinsi Papua.

 

Program penyaluran bantuan sembako ini sebelumnya hasil dari pembukaan donasi yang dilakukan oleh KKSS Provinsi Papua dari pihak donatur selama beberapa terkahir ini. Hasilnya dilupakan dalam bentuk paket sembako.

 

“Ini pun juga sumber donasi dari seluruh pengurus KKSS, teman-teman maupun orang tertentu yang ingin mengumpulkan anggarannya untuk dibelikan sembako dan ditahap pertama ini dibagikan kepada kelompok-kelompok menengah kebawah atau orang-orang pekerja informal seperti tukang ojek, karena melihat kondisi penumpang yang kita lihat sangat minim sekarang ini. Kemudian, kita bagikan kepada mama-mama penjual pinang yang ada di pinggir jalan karena disaat ini mungkin pendapatan hariannya berkurang,” ungkapnya.

 

“Sedangkan untuk pembagian sembako tahap kedua itu, kita akan lihat situasinya dan mungkin kita masuk ke kompleks atau pemukiman-pemukiman warga kita maupun ke saudara-saudara kita orang asli Papua yang memiliki kemampuan terbatas,” sambung pria yang juga Ketua Umum Yapis Pusat di Tanah Papua tersebut.

 

Setidaknya untuk penyaluran bantuan tahap pertama ini, ada 130 paket yang dibagikan. Tiap paket berisi beras 2,5 kg, 5 mie instan dan minyak goreng.

 

Kawasan yang disasar adalah tukang ojek yang sering mangkal di depan PTC Kelapa Dua-Entrop, tukang ojek di Polimak Toyota, mama-mama penjual pinang yang berada di Kampung Buton-Skykland, tukang ojek di SD Argapura dan mama-mama penjual pinang di dekat Jemabatan Hanyaan-Entrop dan warga sekitar Sekretariat BPW KKSS Provinsi Papua di Kompleks Hanyaan, Entrop, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura.

 

“Tim sebelumnya melakukan sortir selama dua hari sehingga paket sembako ini bisa terkumpul, jadi selama dua hari teman-teman dengan kita pengurus KKSS saling telepon dan banyak yang berikan bantuan dari ibu-ibu IWSS Papua, Ikami SulSel Papua dan juga pengurus KKSS Provinsi Papua, guna kita sama-sama saling bantu dan belanja sembako,” imbuhnya.

 

“Kalau donasinya itu dari pengurus KKSS, dan ini juga belum semuanya. Karena ini memang tahap pertama, selaku uji coba dan kalau ada respon positif yang begitu bagus nanti di tahap kedua baru kita masuk ke pemukiman-pemukiman warga. Di tahap pertama ini kita belum masuk ke pemukiman warga, karena kita niatnya untuk bagikan sembako ini baik. Namun ada ketakutan disaat begitu orang datang berkumpul itu bisa ditanggapi negatif oleh pihak lain. Oleh karena itu, kita patuh terhadap surat edaran dan imbauan dari Pemkot Jayapura,” tambah Mansur.

 

Program ini akan terus digencarkan oleh KKSS Provinsi Papua dan KKSS Provinsi Papua juga akan kembali membuka donasi tahap kedua agar terus bisa memberikan bantuan kepada warga terdampak di wilayah Kota Jayapura lainnya. “Insya Allah, masih ada tahap kedua. Iya, nanti tahap berikutnya bergilir ke wilayah lainnya. Tapi, kita lihat momen atau perkembangan dulu supaya metode pembagiannya nanti kita atur seperti apa, karena saat inikan orang dilarang kumpul atau disuruh lakukan jaga jarak,” katanya.

 

Meski bantuan yang diberikan belum bisa memenuhi kebutuhan satu keluarga untuk jangka panjang, paling tidak bantuan-bantuan baik dari pemerintah daerah maupun yang lainnya bisa berdatangan. Sehingga pemenuhan kebutuhan warga terdampak bisa tercukupi.

 

“Sebenarnya program ini memang tidka akan bisa meng-cover kebutuhan pokok keluarga. Tetapi, Palin tidak ini bisa memberikan ketahanan ekonomi keluarga selama beberapa hari kedepan. Kalau itu dalam satu keluarga, satu rumah ada suami, istri dan dua anak begitu ya. Nah, kami berharap itu nanti terus ada donasi dari pihak lain atau pemerintah. Kemudian dari tempat yang lainnya juga, sehingga dalam seminggu warga bisa bertahan terus,” tandas Mansur. (Irf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here