Ikut Diawasi Kepolisian, Ketersediaan Bahan Pangan di Keerom Cukup dan Stabil

0
339

KEEROM (LINTAS PAPUA)  –  Dalam rangka pencegahan terjadinya penimbunan dan kelangkaan bahan pangan menyusul adanya wabah Covid-19, maka jajaran Polres Keerom melalui Sat Reskrimnya, melaksanakan Penggecekan Ketersediaan Bahan Pokok Penting (Bapokting) di Kampung Yuwanain Arso II, Distrik Arso Kab. Keerom, pada Selasa (31/03/2020) kemarin.

Petugas dari Sat Reskrim Polres Keerom saat melakukan pengecekan ketersediaan bahan pangan di salah satu gudang distributor di Keerom, kemarin. (Arief / lintaspapua.com)

Pengecekan dilakukan di beberapa distributor, salah satu di gudang Toko Anugrah Abadi 2, yang biasa mendistribusikan Bapokting secara retail ke toko-toko kecil dan kios milik masyarakat di Kabupaten Keerom.

Bapokting yang menjadi yang menjadi target pengawasan bagi Polisi antara lain berupa beras, minyak goreng dan gula pasir. Polisi memastikan agar ke 3 bapokting tersebut masih tersedia dengan harga harga yang normal dan tercukupi untuk didistribusikan ke setiap tempat-tempat usaha kecil milik masyarakat.

Kapolres Keerom, AKBP. Baktiar Joko Mujiono, SIK, MM, melalui Kasat Reskrim Polres Keerom Iptu. Bertu Haridyka Eka Anwar, S.T.K, S.IK, mengungkapkan bahwa, berdasarkan hasil pengecekan anggota di lapangan, ketersediaan Bapokting yang ada masih cukup dengan harga yang masih normal.

Kasat Reskrim Polres Keerom Iptu. Bertu Haridyka Eka Anwar, S.T.K, S.IK (Arief / lintaspapua.com)

‘’Pengecekan langsung di gudang tempat Distributor ini dilaksanakan guna mencegah terjadinya kelangkaan dan penimbunan Bapokting, yang dapat menyebabkan kenaikan harga di tempat-tempat lain,’’ujarnya.

Ia menambahkan,  bahwa pemilik toko telah dihimbau untuk segera mendistribusikan segera bapokting yang ada di gudang, sesuai dengan permintaan pasar agar tidak terjadi kelangkaan.

‘’Dari hasil pengecekan kali ini, kita melihat bahwa untuk ketiga bapokting tersebut masih tersedia dan cukup stabil baik dalam stok dan harga. Kami juga mengimbau kepada pelaku usaha baik distributir maupun hingga ke tingkat pengecer, agar tidak melakukan penimbunan barang dan menaikkan harga secara tidak wajar,’’pesannya. (arief/lintaspapua.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here