Beberapa kegiatan penyemprotan desinfektan untuk cegah Covid-19 di Kabupaten Keerom, baik yang dilakukan instansi, gabungan, LSM atau kelompok masyarakat lainnya. (Arief / lintaspapua.com)

Ada penyemprotan desinfektan tim Gabungan TNI/Polri/Pemkab Keerom dan Pokmas dan  Ada Pokmas ‘Keerom Bersih’ Siapkan Ratusan Masker Kain Pengganti Surgical Mask.

KEEROM (LINTAS PAPUA) – Dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19 di wilayah Kab Keerom, beragam kegiatan dilakukan baik oleh instansi pemerintah, TNI, Polri maupun kelompok masyarakat yang tergabung dalam organisasi pemuda, keagamaan dan lainnya.

Salah satu yang dilakukan adalah penyemprotan Disinfektan pencegahan Covid-19 oleh Tim TNI-POLRI-Pemkab Keerom yang dilaksanakan pada Selasa (31/03) dan oleh petugas kesehatan dan kampung pada Rabu (01/04/2020) kemarin. (Arief / lintaspapua.com)
Ada penyemprotan desinfektan tim Gabungan TNI/Polri/Pemkab Keerom dan Pokmas dan  Ada Pokmas ‘Keerom Bersih’ Siapkan Ratusan Masker Kain Pengganti Surgical Mask. (Arief / lintaspapua.com)

Salah satu yang dilakukan adalah penyemprotan Disinfektan pencegahan Covid-19 oleh Tim TNI-POLRI-Pemkab Keerom yang dilaksanakan pada Selasa (31/03) dan oleh petugas kesehatan dan kampung pada Rabu (01/04/2020) kemarin.

Penyemprotan yang dilakukan tim gabungan dimulai pelepasannya di Mapolres Keerom, dipimpin langsung oleh Kapolres Keerom, AKBP Baktiar Joko Mujiono, S.IK, MM. Turut hadir pada kegiatan tersebut, Kepala BPBD Keerom, Farel Simamora, Wadanramil Arso, Lettu Inf Jufri Al Rasyid, Kapuskesmas Arso Kota, Yusnita Pabeno, Danpos Kout Yonif 300/R, Sertu Yanto dan Asdar (RAPI Keerom).

Adapun lokasi dilakukan penyemprotan antara lain, RSUD Kwaingga, dan pemukiman, musholla, masjid dan pertokoan yang berada di sepanjang jalan Arso Swakarsa.

Dilanjutkan Kompleks Kantor Distrik Arso, Kantor Dinas LH,  KUA Arso, Koramil Arso, Bank Papua Cabang Arso, dan pertokoan sepanjang jalan trans Papua hingga berakhir di Mapolsek Arso Kota.

Kapolres Keerom, AKBP. Baktiar Joko Mujiono, SIK, MM, saat memberikan keterangan kepada media. (Arief / lintaspapua.com)

Kapolres Keerom, AKBP. Baktiar Joko Mujiono, SIK, MM, dalam kesempatan tersebut mengemukakan bahwa kegiatan yang dilakukan merupakan lanjutan operasi kemanusiaan dalam rangka mencegah virus Covid-19 di wilayah Kab Keerom.

‘’Memang saat ini kita di Kab Keerom belum ada yang positif terjangkit, akan tetapi peran kita sangat penting untuk melaksanakan kegiatan hari ini paling tidak kita bisa mengurangi dan mencegah penyebaran virus tersebut,’’pesannya.

Aksi kepedulian untuk pencegahan penyebaran Covid-19 juga dilakukan kelompok masyarakat (Pokmas) yang ada di Keerom. Diantaranya kelompok jaranan Rukun Budoyo, Arso 9. Mereka melakukan penyemprotan desinfektan door to door atau dari rumah ke rumah di kampung mereka, yaitu Kampung Intaimelyan.

‘’Kegiatan yang kami lakukan merupakan inisiatif dari kami, semoga membantu pemerintah untuk mencegah Covid-19 masuk ke kampung kita dan kabupaten Keerom ini secara keseluruhan,’’ujar Adi Putra dari perwakilan Jaranan Rukun Budoyo.

Selain itu, sebelumnya GP Anshor melalui Banser-nya juga melakukan kegiatan serupa. Penyemprotan desinfektan bahkan dilakukan di beberapa rumah ibadah baik masjid maupun gereja yang ada di Distrik Arso, Arso Barat dan Skanto.

‘’Kami bersama Banser berusaha memberikan sumbangsih kepada negeri melalui kegiatan penyemprotan desinfektan ini, namun kami mohon maaf masih banyak permintaan dari masjid/musholla, gereja, pura dan lainnya yang belum bisa kami laksanakan karena keterbatasan kami,’’ujar sesepuh Banser Kab. Keerom, Ust. Nur Salim Ar-rozy.

Selain itu, kelompok masyarakat yang tergabung dalam ‘Bersih Keerom, juga menggelar kegiatan pencegahan Covid-19. Diantaranya dengan melakukan pembagian cairan desinfektan dan pembagian masker secara gratis.

Salah satu pengurus ‘Bersih Keerom,’ Ahmad, mengemukakan pembagian cairan desinfektan dan masker dilakukan sementara di sekitar lokasi mereka yaitu di Arso Swakarsa. Untuk masker yang dibagikan adalah masker kain, karena surgicall mask saat ini sangat kesulitan didapatkan.

‘’Desinfektan yang kami bagikan sementara ini kepada masyarakat sekitar, selanjutnya kami targetkan untuk masyarakat di lokasi lain. Sedangkan untuk masker, karena surgical mask saat ini susah didapatkan maka kita berikan masker kain ini,’’ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa selain membagikan, pihaknya juga menjelaskan tentang bagaimana penggunaan masker kain. ‘’Karena susah mendapatkan masker kesehatan, maka penggunaan masker kain ini masih lebih baik ketimbang tidak menggunakan masker sama sekali, namun penggunaannya yang optimal adalah 4 jam, setelah itu harus segera dicuci dan disetrika kembali,’’ujarnya.

Dengan social distancing saat ini, menurutnya yang terbaik adalah berada di rumah saja. Jika terpaksa keluar rumah karena keperluan, menggunakan masker kain cukup membantu, karena urusan di luar rumah untuk membeli sembako atau keperluan lainnya menghabiskan waktu sekitar 4 jam tersebut. (arief/lintaspapua.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here