Kegiatan sosialisasi pencegahan Covid-19 oleh mobil patrol Polres Keerom. (Arief /lintaspapua.com)

Cegah Penyebaran Covid-19, Aktivitas Ekonomi di Keerom Dibatasi Pukul 06.00 — 14.00 WIT

KEEROM (LINTAS PAPUA) – Kapolres Keerom, Baktiar Joko Mujiono, SIK, MM, mengemukakan jajarannya bakal melakukan pembubaran kerumunan massa dalam rangka mendukung maklumat Kapolri dan juga ketentuan yang dikeluarkan Forkompinda Kabupaten Keerom untuk mencegah penyebaran wabah Corvid-19 di Kabupaten Keerom.

Kapolres Keerom, Baktiar Joko Mujiono, SIK, MM.  (Arief /lintaspapua.com)
Kegiatan sosialisasi pencegahan Covid-19 oleh mobil patrol Polres Keerom. (Arief /lintaspapua.com)
Kegiatan sosialisasi pencegahan Covid-19 oleh mobil patrol Polres Keerom. (Arief /lintaspapua.com)

‘’Terkait dengan mewabahnya Covid-19 di seluruh dunia termasuk Indonesia khususnya juga di Kabupaten Keerom, maka Forkompinda Kabupaten Keerom beserta pihak terkait telah mengambil beberapa langkah. Pertama, telah membentuk gugus tugas penanganan Covid-19, kedua, melakukan sosialisasi pencegahan Covid-19, diantaranya dengan penyemprotan desinfektan, cara hidup sehat dll,’’ujarnya.

Selain itu sesuai instruksi SKB yang dilakukan Forkompinda Prov Papua dan diikuti seluruh Bupati/walikota se-Provisni Papua, maka telah diputuskan beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk tindakan pencegahan penyebaran virus.

Pertama, mulai diberlakukan pembatasan operasional pusat perbelanajaan baik itu mall, pasar, toko, kios mulai pukul 06.00 – 14.00 WIT, kecuali pasar mama – mama 14.00 – 20.00. Juga pembatasan akses pelabuhan laut dan bandara sejak tanggal 26 Maret hingga 09 April 2020.

‘’Demikian juga terkait pembatasan pusat perbelanjaan, pasar, toko dan kios, sejak tanggal hari ini (26/03) hingga 09 April nanti, kecuali pasar mama-mama Papua yang bukan sore diberikan waktu sejak jam 14.00 hingga jam 20.00 WIT,’’jelasnya lanjut.

Atas hal tersebut, Kapolres mengemukakan bahwa TNI/Polri bersama Satpol PP akan melakukan penertiban-penertiban terhadap madsyarakat yang masih melakukan aktivitas berkumpul, aktivitas di luar rumah yang jumlahnya banyak dan menyalahi ketentuan tersebut.

‘’Termasuk untuk kegiatan ibadah pada hari Jumat dan minggu dilakukan di rumah masing-masing, juga meminta kepada masyarakat melaksanakan doa dan puasa yang dilaksanakan di rumahnya masing-masing,’’tambahnya.

Kapolres juga menyebut bilamana ada yang melawan atau tidak mentaati ketentuan tersebut, pihaknya akan membubarkan atau meminta acara tersebut dibubarkan.

‘’Semoga tidak ada masyarakat yang melawan tapi jika ada yang tak mematuhi atau melawan, tentu ada sanksi seperti yang diatur dalam KUHP pasal 212 yaitu melawan terhadap petugas yang melaksanakan tugas, kedua ketentuan UU no 4 tahun 84 tentang wabah penyakit diancam pidana penjara 1 tahun (ayat 1) atau karena kealapaan terhalangnya tugas tersebut ada ancaman pidana kurangan 6 bulan atau denda 500 ribu,’’jelasnya.

Kapolres Keerom mengemukakan bahwa dalam rangka memastikan masyarakat mematuhi himbauan tersebut, maka pihaknya akan melakukan sosialisasi dan melakukan pemantauan langsung ke lapangan. Diantaranya yang sudah dilakukan sosialisasi menggunakan kendaraan dan keliling lokasi masyarakat.

‘’Bilamana ada kerumunan atau kegiatan yang melibatkan orang banyak atau kerumunan massa maka aparat kepolisian akan memintanya untuk segera bubar,’’tegasnya. (arief/lintaspapua.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here