Pelaksana Tugas Sementara (PlTS) GM PT Angkasa Pura I Jayapura, Antonius Widyo Praptono. (Irfan /lintaspapua.com)

SENTANI (LINTAS PAPUA) –  PT Angkasa Pura I selaku pengelola Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua memberi tanggap atas kebijakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua menutup akses jalur penerbangan dan pelayaran ke Bumi Cenderawasih.

Kebijakan Pemprov Papua itu terkait dengan pengendalian penyebaran Coronavirus (Covid-19). Kebijakan tersebut diberlakukan mulai 26 Maret hingga 9 April 2020 mendatang dan kebijakan penutupan itu akan diperpanjang apabila terjadi peningkatan kasus Coronavirus.

Gubernur Papua Lukas Enembe, S.IP, M.H., mengatakan akses orang (penumpang), baik itu melalui laut maupun udara akan ditutup sementara. Penutupan itu akan diperpanjang apabila terjadi peningkatan kasus virusCorona. “Jadi penutupan sementara itu bagi orang atau penumpang, baik melalui jalur laut maupun udara. Namun untuk angkutan barang dan bahan makanan tetap akan kita buka,” kata Lukas Enembe usai memimpin rapat Forkompimda terkait penanganan Virus Corona (Covid-19) di Gedung Negara, Kota Jayapura, Provinsi Papua, Selasa (24/3/2020) lalu.

Menanggapi hal ini, Pelaksana Tugas Sementara (PlTS) General Manager (GM) PT Angkasa Pura I Jayapura, Antonius Widyo Praptono menjelaskan pihaknya masih menunggu keputusan Kementerian Perhubungan untuk melakukan aturan pembatasan terkait kebijakan itu.

“Terkait hal itu, kita tunggu arahan kantor pusat,” ujar Antonius Widyo Praptono kepada LintasPapua.com, melalui pesan elektronik WhatsApp (WA), Rabu (25/3/2020) siang.

Ia pun menyampaikan, tak ada penutupan terhadap operasional Bandara Sentani. Hingga kini PT Angkasa Pura I di Bandara Sentani tetap beroperasi karena masih melayani pesawat kargo.

“Bandara Sentani sampai saat ini masih beroperasi untuk melayani penerbangan kargo, sedangkan untuk penerbangan pesawat berpenumpang atau orang itu masih menunggu arahan dari Kemenhub atau Otoritas Bandara Wilayah X Merauke,” kata Antonius Widyo Praptono.

 

Kebijakan Pemprov Papua Terkait Penutupan Akses Penerbangan dan Pelayaran ke Papua

Pemerintah Provinsi Papua resmi menutup sementara akses jalur penerbangan dan pelayaran ke Papua menyusul status siaga darurat virus Corona di wilayah itu sejak 17 Maret 2020 lalu.

Gubernur Papua Lukas Enembe, S.IP, M.H., mengatakan, akses orang (penumpang), baik itu melalui laut maupun udara akan ditutup sementara. Penutupan itu akan diperpanjang apabila terjadi peningkatan kasus virusCorona. “Jadi penutupan sementara itu bagi orang atau penumpang, baik melalui jalur laut maupun udara. Namun untuk angkutan barang dan bahan makanan tetap akan kita buka,” kata Lukas Enembe usai memimpin rapat Forkompimda terkait penanganan Virus Corona (Covid-19) di Gedung Negara, Kota Jayapura, Provinsi Papua, Selasa (24/3/2020) lalu. (Irf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here