Disnaker Mengaku Tak Tahu, DPRD Bakal Turunkan Tim Antisipasi Corvid-19.

KEEROM (LINTAS PAPUA) – Ditengah kesiagaan masyarakat Indonesia termasuk Keerom untuk menjaga daerahnya dari kemungkinan masuknya Wabah Corona, PT. Tandan Sawita Papua atau yang dikenal sebagai PT Rajawali mendatangkan pekerja dari luar Keerom bagkan luar Papua. Hal ini tentu saja menjadi sorotan masyarakat Arso Timur.

Hal ini seperti yang dikeluhkan salah seorang tokoh pemuda Arso Timur kepada lintaspapua.com. Menurutnya kedatangan puluhan pekerja dari luar Papua, dinilainya sangat mengusik masyarakat Arso Timur, yang menjadi lokasi dari pusat kegiatan PT. TSP di Kabupaten Keerom.

‘’Kedatangan puluhan pekerja dari luar Keerom bahkan luar Papua, jelas menyakiti hati masyarakat Arso Timur. Apalagi ditengah daerah sedang siaga Corvid-19, perusahaan justru tidajk mengindahkan edaran gubernur Papua tentang siaga Corvid-19,’’ungkapnya kepada Lintaspapua.com, kemarin (22/03/2020).

Head Premit and License, Ronaldo Sitaniapes. (Arief /LPC)

Hal ini ketika dikemukakan kepada PT. TSP, melalui Head Premit and License, Ronaldo Sitaniapesi, membenarkan info tersebut. Namun menurutnya hal tersebut telah direncanakan jauh-jauh hari sebelum Corvid-19 merebak.

‘’Memang benar ada karyawan yang kami datangkan sebanyak 31 orang namun perlu diketahui  bahwa proses perekrutan yang dilakukan telah ada sejak awal februari dan baru terlaksana dalam beberapa hari terakhir. Sehingga proses ini sudah lebih dahulu sebelum adanya edaran Gubernur terkait Corvid-19,’’ujarnya kepada lintaspapua.com, kemarin.

Menyangkut edaran Gubernur Papua, maka perusahaan telah mengambil beberapa sikap. ‘’Pada saat mereka tiba telah diperiksa baik di pelabuhan maupun bandara, dan kondidi kesehatan mereka cukup sehat,’’lanjutnya.

Namun demikian pihak perusahaan mengaku melaksanakan antisipasi Corvid, diantaranya ‘’Saat tiba di Arso Timur sesuai edaran maka kepada karyawan ini kita lakukan isolasi dengan cara menempatkan mereka di kebun tersendiri yaitu kebun Agre dan Kebun,’’ujarnya.

Selain itu, langkah-langkah yang telah diambil perusahaan untuk mengantisipasi Corvid-19 di Keerom adalah : 1. Menyediakan hand sanitizer di lingkungan perusahaan, 2. Melakukan penyemprotan disinfektan ke semua unit pemukiman dan kantor. 3. Pemeriksaan kesehatan karyawan secara beruntun serta control kesehatan terhadap karyawan.

Kadinas Tenaga Kerja Kab. Keerom, Julito Pereira, (Arief /LPC)

Sementara itu Kadinas Tenaga Kerja Kab. Keerom, Julito Pereira, mengemukakan bahwa hingga saat ini pihaknya belum mengetahui atau mendapat laporan soal tersebut. ‘’Seyogyanya terkait antisipasi Corona, maka perusahaan diminta memberikan laporan. Namun demikian, pihaknya siap langsung melihat kondisi  TKP,’’ujarnya.

Ketua Komisi A DPRD Keerom, Iwan Siswanto. (Arief /LPC)

Hal senada dikemukakan Ketua Komisi A DPRD Keerom, Iwan Siswanto, mengatakan, bahwa dirinya  belum tahu soal keryawan baru di PT Rajawali, namun demikian ini akan jadi perhatian.

“Karena saat Corvid 19 seperti ini janganlah kita memasukkan karyawan dari luar. Kami akan turunkan tim besok ke perusahaan untuk mengeceknya,’’ujarnya. (arief/lintaspapua.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here