Jalan Sentani-Abepura yang sepi, tepatnya di depan Sentani City Square-Mall Borobudur, Selasa (24/3/2020) kemarin siang. (Irfan /LPC)

SENTANI (LINTAS PAPUA) –  Sejak minggu lalu surat edaran Pemerintah Kabupaten Jayapura terkait sekolah yang diliburkan untuk mengantisipasi Covid-19 telah berlaku. Selain itu, pada hari Selasa (24/3/2020) ini sejumlah fasilitas publik seperti tempat wisata atau rekreasi, cafe, tempat hiburan dan hotel tidak dibuka untuk publik.

Sedangkan untuk pusat perbelanjaan seperti swalayan, supermarket, toko, kios, toko obat serta rumah makan di batasi jam aktivitas pelayanan dari pukul 08.00-12.00 WIT, begitupun juga dengan Pasar Pharaa Sentani dibatasi jam aktivitasnya dari pukul 06.00-12.00 WIT, pasar tidak resmi dilarang untuk dibuka.

Akibatnya, sejumlah ruas jalan di Kota Sentani terpantau sepi. Hal ini terutama disebabkan oleh warung makan, usaha kuliner dan tempat wisata lainnya tidak tampak ada pelayanan atau aktivitas jual beli. Kondisi ini terjadi imbas dari dikeluarkannya surat edaran dari Pemerintah Kabupaten Jayapura sebagai upaya keikutsertaan dalam penanganan Coronavirus (Covid-19).

Berdasarkan pantauan LintasPapua.com, siang hari Selasa (24/3/2020) ini sekitar pukul 13.00 WIT ruas Jalan Sentani-Abepura dan ruas Jalan Sentani-Kemiri terpantau lengang. Padahal, di jam makan siang, ruas-ruas jalan teersebut kerap terpantau ramai karena bertepatan dengan jam istirahat dan jam pulang siswa sekolah serta jam istirahat para pegawai kantoran.

Misalnya, dari Hawaii hingga depan Sentani City Square-Mall Borobudur yang biasanya kerap menimbulkan kemacetan dan menimbulkan antrean kendaraan di ruas jalan Sentani-Abepura hingga Sentani-Kemiri terpantau sepi.

Suasana lengang juga terjadi di depan pertigaan Traffic Light (Lampu Merah) Pasar Lama Sentani, tempat biasanya terjadi kemacetan karena padatnya aktivitas kendaraan roda dua maupun roda empat.

Situasi serupa juga terjadi di ruas Jalan Sentani, tepatnya di depan Mako Yonif 751/VJS Raider hingga pertigaan Jalan Sosial. Berdasarkan pantauan LintasPapua.com, di siang hari area tersebut tidak sepadat biasanya. Pasalnya, sejumlah sekolah yang dekat dengan akses pertigaan Jalan Sosial sudah diliburkan dan juga ditambah hari Selasa (24/3) ini semua aktivitas ditutup. Meski demikian, area Pasar Pharaa hingga jalan Kemiri masih terpantau ramai di pagi hari.

Suasana tampak sepi dikarenakan para pelaku usaha swalayan, supermarket, pemilik toko, kios dan toko obat, rumah makan hanya diberikan izin lakukan pelayanan dimulai pukul 08.00 – 12.00 WIT, khusus Pasar Phara buka pada pukul 06.00 – 12.00 WIT, pasar yang tidak resmi dilarang untuk buka.

Surat edaran dengan nomor : 592.2/24/SE/SET dikeluarkan sesuai dengan instruksi Bupati Jayapura Nomor: I Tahun 2020 tanggal 17 Maret 2020 tentang upaya pencegahan COVID-19 di wilayah Kabupaten Jayapura.

Sedangkan pengelola tempat hiburan, cafe dan pengelola tempat wisata/rekreasi untuk sementara tidak diperkenankan melakukan aktivitas (tutup).

Hal itu membuat banyak masyarakat di Kota Sentani, dan wilayah lain di Kabupaten Jayapura, lebih memilih berdiam diri di rumah, sebagai salah satu pencegahan wabah pandemi virus Corona. Sebagaimana juga imbauan Satgas Corona pemkab Jayapura agar warga sedapat mungkin menghindari keramaian atau tempat-tempat umum.

“Saya sudah tutup kios dari siang, sesuai dengan instruksi dari pemerintah Kabupaten Jayapura. Banyak pembeli yang takut hingga belanja dalam jumlah banyak, karena mereka dengar besok tidak ada lagi yang boleh keluar, cuma sudah saya sampaikan kalau info itu tidak benar. Yang benar berjualan hanya boleh sampai jam 12 siang saja,” ungkap Agus pemilik kios giat di Pasar Pharaa Sentani. Selasa (24/3/2020)

Kios giat yang biasanya ramai didatangi para pembeli, kondisi berbeda terlihat jelas pada siang itu karena pemilik kios lebih memilih tutup untuk patuh terhadap arahan pemerintah sebagai upaya pencegahan virus corona.

Hal serupa juga terlihat di area pasar lama sentani, tiap harinya kendaraan yang melintasi jalan tersebut sangat padat hingga menimbulkan kemacetan panjang, justru kini tampak sepi dan lengang.

Para pelaku usaha berharap, pemerintah dapat segera menangani virus Corona sehingga meredakan kekhawatiran masyarakat. Penanganan ini diperlukan agar virus yang mematikan ini tidak menyebar semakin luas. (Irf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here