Dihina Oknum Guru, Siswa SMA dan SMP Santo Antonius Padua Sentani Gelar Demo

0
674

SENTANI (LINTAS PAPUA) – Puluhan siswa-siswi dari SMA dan SMP Santo Antonius Padua Sentani melakukan aksi demonstrasi di sekolah mereka sendiri, terkait ucapan Slaah satu oknum guru yang dianggap menghina murid di SMA dan SMP Santo Antonius Padua Sentani, Senin (9/3/2020) kemarin.

Dalam tuntutannya, para siswa-siswi itu meminta agar pihak terkait seperti Dinas Pendidikan dan Kepolisian dapat mengusut tuntas masalah yang telah terjadi dan telah diajukan.

Menurut Kapolres Jayapura, AKBP. Victor Dean Mackbon, SH, S.IK, MH, M.Si, aksi yang dilakukan oleh para siswa itu terkait dengan ucapan penghinaan yang dilakukan oleh seorang oknum guru di sekolah tersebut dan aksi demo itu berjalan dengan baik.

“Aksi demo yang yang dilakukan adik – adik kita ini terkait dari ucapan seorang oknum guru berinisial MU (32) pada hari Sabtu (7/3) lalu saat kegiatan gladi bersih Pramuka di sekolah tersebut. Jadi nada ucapan yang disampaikan oknum guru tersebut, terkait penghinaan atau dianggap penghinaan terhadap adik – adik SMP dan SMA Santo Antonius Padua Sentani,” jelasnya.

Lanjut Kapolres Jayapura, saat menggelar aksi demo, aparat juga ikut hadir hingga penyampaian aspirasi kepada pihak yayasan, mereka menggelar aksi demo namun dilakukan secara humanis dan itu tidak menggangu proses belajar dan mengajar.

“Kami hadir langsung guna mencegah agar tidak ada tindakan – tindakan lain dan berlanjut yang tentunya dapat merugikan pihak sekolah maupun keamanan dan ketertiban, kita juga telah mengambil langkah awal seperti pemeriksaan saksi dan oknum guru bersangkutan guna mempertanggung jawabkan perbuatannya secara hukum” tukasnya.

Dikatakannya, oknum guru tersebut juga secara langsung sudah meminta maaf dan siap menerima konsekuensi atas perbuatan yang dilakukan.

“untuk itu saya selaku Kapolres Jayapura mengajak semua pihak mempercayakan kasus ini kepada kami pihak Kepolisian, terkait pihak – pihak yang menyebarluaskan informasi kasus ini dan tidak benar adanya kami akan tindak tegas, mari bersama berpikir positif menciptakan Kamtibmas yang aman di Kupaten Jayapura,” pungkasnya.

Sementara itu ditempat terpisah, Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabuten Jayapura, Jimmy Fitowin, S.Pd, mengaku sangat menyesali apa yang telah dilakukan oleh oknum guru tersebut dan ia meminta Dinas Pendidikan untuk segera menindak tegas guru tersebut.

“Saya baru tahu kabar ini, jika itu benar kami sangat menyesalinya. Tugas guru itu adalah mendidik bukan menghina. Karena itu kami dari PGRI Kabuten Jayapura untuk segera mengambil langkah tegas untuk guru tersebut,” katanya saat ditemui di Kantor Bupati Jayapura. (Irf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here