Air PDAM Kering, Akibat Dihalangi Intake PT Bintang Mas dan Kepala Suku

0
360
etua dewan pengawas PDAM Jayapura Rustan Saru (kemeja putih, tengah) saat meninjau intake milik PDAM. (Gracio / lintaspapua.com)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Salah satu dari dua tempat sumber air (Intake) milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Jayapura yang berada di belakang perumahan angkatan laut, Entrop, sama sekali tidak bisa dapatkan air (kering).

Hal itu di ungkapkan langsung oleh Ketua Dewan pengawas PDAM Jayapura Rustan Saru saat meninjau intake air di dampingi Dirut PDAM Jayapura Entis Sutisna, bersama dengan Komnas HAM dan AMKA (Aliansi Masyarakat Konsumsi Air), Senin (9/3/2020).

Rustan Saru yang juga selaku Wali kota Jayapura menjelaskan, salah satu intake yang kering tersebut karena di halangi oleh dua intake masing-masing milik PT Bintang Mas dan Kepala Suku setempat.

“Untuk menyelesaikan persoalaan ini, besok kita akan melakukan pertemuan dengan kedua werga kita (Pihak Bintang Mas dan Kepala Suku) untuk berbagi agar pada malam hari bisa kita menggunakan airnya mereka dengan cara menutup intake punya mereka dan melimpas ke intake PDAM,” kata Rustan.

Ditambahkan, sementara intake yang kedua, yang mengaliri wilayah kantor wali kota dan sekitarnya juga Hamadi Gunung termasuk kantor PDAM sampai saat ini airnya masih bisa di nikmati.

Sehingga kedepan pihaknya meminta kepada PDAM agar dapat membuat suatu bendungan atau kolam retensi sebagai solusi jangka panjang, tentunya dengan kapasitas yang cukup untuk bisa menampung air saat musim hujan sehingga bisa di alirkan ke warga di wilayah Entrop, Hamadi dan sekitarnya.

Dia menjelaskan, kekurangan air di wilayah Entrop dan sekitarnya berkurang disebabkan adanya penebangan pohon dan perkebunan warga sekitar intake.

Untuk itu sambung Rustan, dalam rapat nanti akan mengundang pihak kepolisian termasuk instansi yang terkait termasuk dinas lingkungan hidup guna mengambil langkah sehingga bisa menghentikan penebangan hutan dan bercocok tanam.

“Kalau tidak dilakukan, lama-lama hutan menjadi gundul, dan jika hutan gundul pasti sumber air akan sulit,” ujarnya.

Maka, Dirinya menghimbau agar semua masyarakat dapat bekerja sama dengan baik untuk menjaga kelestarian dari hutan di kota ini. “Kepada masyarakat mohon untuk bersabar, dapat memahami kondisi intake kita yang sangat kurang air, semoga secepatnya kita bisa selesaikan dan untuk masyarakat yang menebang pohon di hutan agar dihentikan,” tandasnya.

Sementara Dirut PDAM Jayapura Entis Sutisna mengatakan, ada dua hal yang menjadi persoalan yakni pemanfaatan sungai Entrop bukan hanya PDAM saja tetap ada beberapa pihak lain juga.

Tentunya jelas Entis, kondisi tersebut membuat PDAM sulit melakukan penormalan terhadap pelayanan air bersih konsumen.

“Saya kira dengan adanya forum nanti bisa ada solusi. Kami berharap ya, ada solusi bagi PDAM untuk mamastikan bahwa pelayanan air minum di kota Jayapura harus sepenuhnya menjadi tanggung jawab Pemerintah seperti dalam UUD pasal 33,”jelasnya.

(Gracio)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here