Dukung PON XX 2020, Dinas TPH Kab. Jayapura Sulap Lahan Tidur Jadi Lahan Pertanian

0
292

Dinas TPH Juga Siapkan Lahan Pertanian Seluas 65 Hektar

SENTANI (LINTAS PAPUA) – Untuk membantu menambah penghasilan para petani lokal dan juga mendukung ketersediaan bahan pangan pada pelaksanaan iven Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Tahun 220 di Papua, perlu ada pengelolaan lahan tidur sebagai lahan produktif.

Di empat (4) Wilayah Pembangunan yang ada di Kabupaten Jayapura, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Kabupaten Jayapura telah menyiapkan lahan tidur yang telah diubah menjadi lahan pertanian seluas 65 hektar yang diisi dengan berbagai jenis tanaman pertanian, seperti padi, jagung, kacang-kacangan, sayuran, pepaya dan beberapa jenis tanaman buah lainnya.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Kabupaten Jayapura, Adolf Yoku, SP, MM., saat menanam pohon pisang secara simbolis dikebun tani Kehiran, Kampung Yoboi, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Jumat (6/3/2020) pekan kemarin. (Irfan / lintaspapua.com)

Hal tersebut dibuktikan pada Jumat (6/3/2020) pagi pekan kemarin Dinas TPH Kabupaten Jayapura berhasil mengubah lahan tidur di Kehiran 1, Kampung Yoboi, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, dengan melakukan penanaman padi ladang, jagung, syafu, pisang, semangka, pepaya dan sayur-sayuran diatas lahan tidur seluas 35 hektar di Kampung Yoboi bersama Kelompok Tani Ayoo Kerja dan dibantu Bhabinkamtibmas Polsek Sentani Kota.

Kini, Dinas TPH Kabupaten Jayapura kembali mengubah lahan tidur seluas 35 hektar di Kampung Yoboi, Distrik Sentani, menjadi lahan pertanian dengan menanami padi ladang, buah-buahan dan sayur-sayuran.

“Dari 65 hektar yang sudah disiapkan itu, akan tesebar di empat wilayah pembangunan meliputi WP I, II, III dan IV. Yang terbesar, ada di lahan kebun pertanian yang disiapkan di wilayah pembangunan I, yakni seluas 35 hektar yang berlokasi di Kehiran I, Kampung Yoboi, Distrik Sentani. Maka, pada hari ini (kemarin) kita tanam diatas lahan seluas 35 hektar dari total 65 hektar yang telah kita siapkan,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Holtikultura (TPH) Kabupaten Jayapura, Adolof Yoku, SP, MM, saat dikonfirmasi sejumlah awak media usai penanaman perdana Padi Ladang, Buah-buahan dan Sayur-sayuran, di Kehiran I, Kampung Yoboi, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Jumat (6/3/2020) pagi pekan kemarin.

Lebih lanjut Adolf Yoku menuturkan, metode penanaman pada lahan pertanian itu dengan metode tumpang sari. Artinya, tidak saja ditanam satu jenis tanaman. Tetapi, akan digabung dengan beberapa jenis tanaman lainnya.

“Sistem tanaman kita diservikasi, artinya tanaman yang akan ditanam di atas lahan ini metode tumpang sari, jadi ada padi ladang, jagung, syafu, pisang, pepaya, semangka dan sayur sayuran lainnya,” jelas pria yang mahir berbahasa Jepang tersebut.

Dirinya mengatakan, untuk lahan pertanian di Kehiran I Kampung Yoboi itu, pihaknya telah membangun satu buah embung dengan luas 10x 30 meter. Embung itu nantinya akan mengaliri lahan pertanian seluas 35 hektar tersebut. Untuk petaninya sendiri, saat ini digarap oleh satu kelompok tani yang bernama Kelompok Tani Ayoo Kerja. Mereka beranggotakan sekitar 30-an orang.

Lanjut Adolf Yoku, tujuan dari pembukaan lahan pertanian holtikultura ini adalah dalam rangka untuk meningkatkan nilai tambah produk lokal, kemudian menyiapkan pangan untuk para tamu PON XX dan yang tidak kalah pentingnya adalah bagaimana melalui program kegiatan itu dapat mengembangkan ekonomi lokal Papua dan meningkatkan kesejahtraan petani lokal.

Sementara itu, Bupati Jayapura Mathius Awoitauw, SE, M.Si, melalui Asisten II Bidang Ekonomi Setda Kabupaten Jayapura, Edi Susanto berharap, dengan adanya upaya pemerintah mengembangkan lahan pertanian itu dapat memberikan motivasi bagi seluruh petani lokal yanng ada di Kabupaten Jayapura.

“Mudah-mudahan ini menjadi titik awal kebangkitan petani lokal dan juga kelompok-kelompok tani yang ada di Kabupaten Jayapura tidak hanya mendukung tamu-tamu kita saat berlangsungnya iven PON, tetapi untuk menyediakan kebutuhan akan pangan di Jayapura dan sekitarnya,” ujar Edi Susanto.

Untuk itu dirinya berharap, bantuan yang diberikan pemerintah dalam bentuk stimulan itu bisa dirawat dan dilanjutkan secara terus menerus oleh masyarakat, utamanya petani yang ada di Jalan Kehiran I Kampung Yoboi itu, dan juga bisa diikuti oleh seluruh petani yang ada di daerah lain.
Pada kesempatan itu, Asisten II juga meminta kepada para petani yang mengalami atau menemui kendala dalam mengolah lahan pertanian agar bisa berkomunikasi dengan Balai Pengkajian Tanaman Pangan Papua, yang kebetulan kantornya berada di Kabupaten Jayapura.

“Misalnya untuk konsultasi, misalnya sehubungan dengan tanaman apa saja yang cocok untuk ditanam di atas lahan miliknya. Jadi sekarang tidak ada lagi kesulitan, karena saat ini untuk pengolahan lahan sudah dilakukan secara mekanisasi,” cetusnya. (Irf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here