Kenang Setahun Banjir Bandang, Pemkab Jayapura Akan Gelar Ibadah Bersama

0
533
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Jayapura, Drs. Sumartono. Insert: Kepala Bidang (Kabid) Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kabupaten Jayapura Levinus Raginaga. (Arief  / lintaspapua.com)

Juga Akan Buat Monumen Peringatan Peristiwa Banjir Bandang dan Deklarasi Cagar Alam Cycloop

SENTANI (LINTAS PAPUA) – Sejumlah tempat di Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua pernah terdampak bencana banjir bandang dan longsor cukup parah pada 16 Maret 2019 lalu, seperti di Kemiri, Doyo Baru, Sosial dan Yahim serta di pesisir Danau Sentani akibat meluapnya air danau.

Peristiwa yang terjadi setahun yang lalu menyisakan berbagai persoalan sosial dan menimbulkan trauma berkepanjangan bagi masyarakat terdampak bencana akibat kehilangan anggota keluarga, sanak saudara, harta benda, rusak dan hilangnya rumah warga, kerusakan sarana prasarana umum, permukiman dan infrastruktur jalan serta jembatan Pada musibah tersebut.

“Karena ini peringatan satu tahun bencana alam banjir bandang dan longsor serta meluapnya air Danau Sentani, pemerintah akan menggelar ibadah ucapan syukur bersama, untuk mendoakan arwah para korban meninggal pada peristiwa tersebut,” kata Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Jayapura, Drs. Sumartono kepada wartawan usai Rapat Evaluasi Kegiatan Percepatan Penanganan Bencana Banjir Bandang, Longsor dan Luapan Air Danau Sentani, serta untuk mempersiapkan Rencana Kegiatan 1 Tahun Bencana Banjir Bandang, kemarin.

“Ibadah bersama mengenang peristiwa setahun bencana alam banjir bandang dan longsor itu akan melibatkan seluruh jajaran pemerintah daerah seluruh OPD, dan masyarakat penyintas bencana. Untuk mengenang lagi bencana alam banjir bandang pada tanggal 16 Maret 2019 lalu, jadi satu tahun ini kita akan memperingati peristiwa tersebut. Dimana, kita sudah berkoordinasi dengan beberapa stokeholder maupun dari masyarakat adat (kampung). Intinya, kita ingin memperingati itu untuk memberikan ucapan syukur dengan beribadah,” tambah Sumartono.

Ibadah bersama tersebut akan dirangkai juga dengan pencanangan deklarasi Cagar Alam Cycloop yang dilaksanakan pada tanggal 16 Maret 2020 nanti, pemerintah Kabupaten Jayapura juga akan membuat monumen atau tugu peringatan banjir bandang dan longsor serta luapan air Danau Sentani yang dipusatkan di Kemiri.

Kata Kepala Bidang (Kabid) Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kabupaten Jayapura Levinus Ragainaga, bahwa pembuatan monumen atau tugu tersebut merupakan rangkaian refleksi satu tahun bencana alam banjir bandang dan longsor yang menyebabkan kerusakan di berbagai bidang baik fasilitas sosial maupun fasilitas umum setahun lalu di Kota Sentani, Kabupaten Jayapura.

“Tugu ini seperti yang ada di Bali, tapi kalau di Bali itukan Monumen Ground Zero Bali yang didedikasikan untuk korban tragedi bom Bali. Nah, kita mau bikin seperti itu. Kalau orang datang ke Bali dan mau lihat nama-nama korban tragedi bom Bali, dong (mereka) tinggal baca nama-nama korban yang meninggal atas tragedi bom Bali tersebut. Nah, di lokasi peristiwa di Kemiri itu kami akan bangun monumen peristiwa banjir bandang dan longsor, kemudian kami akan tulis nama-nama korban meninggal sebanyak 106 orang serta penandatanganan prasasti,” ujarnya.

Lanjut pria yang akrab disapa Levin menyampaikan, pencanangan deklarasi Cagar Alam Cycloop tersebut akan melibatkan semua tokoh adat, tokoh masyarakat dan seluruh stokeholder di Kabupaten Jayapura.

“Di tanggal 16 Maret 2020 nanti, kita juga akan lakukan deklarasi Cagar Alam Pegunugan Cycloop dengan melibatkan semua tokoh adat dan semua stokeholder untuk lakukan tandatangan diatas kain sepanjang beberapa meter,” imbuhnya.
Levin juga menyebutkan, sebelum rangkaian puncak mengenai peristiwa setahun bencana alam banjir bandang dan longsor serta luapan air Danau Sentani juga akan digelar beberapa kegiatan seperti penanaman pohon di tiga segmen.

“Kegiatan ini bertujuan untuk memperingati satu tahun bencana banjir bandang dan longsor. Kemudian acara-acara yang akan kita lakukan satu minggu sebelum peringatan satu tahun peristiwa tersebut adalah simulasi dan juga penanaman pohon di tiga segmen. Yakni, segmen satu itu intinya atau dari puncak hingga kaki gunung Cycloop, segmen dua di aliran sungai atau dari kaki gunung Cycloop hingga pinggiran Danau Sentani dan di segmen tiga dari pinggiran Danau Sentani hingga tinggi sepadan air danau,” tukasnya. (Irf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here