Sekretaris Partai Demokrat Waropen, Marselus Daimboa, saat memberikan keterangan kepada Wartawan. Richard (LPC)
Sekretaris Partai Demokrat Waropen, Marselus Daimboa, saat memberikan keterangan kepada Wartawan. Richard (LPC)

 

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) — Diduga melakukan pencemaran nama baik melalui media sosial (medsos) facebook terhadap Ketua Partai Demokrat Kabupaten Waropen, yang juga sebagai Bupati Kabupaten Waropen, Yermias  Bisai. Pengurus  DPC  Partai Demokrat  Kabupaten Waropen. Bakal mempolisikan oknum aktivis pemuda di Papua, berinisial (RDN).

Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Partai Demokrat Waropen, Marselus Daimboa, kepada Wartawan, Rabu (26/02/2020, usai melakukan kordinasi dengan  Cyber  Crime  Ditreskrimsus Polda Papua, terkait prosedur pelaporan pelangaran Undang-undang ITE.

“Ya hari ini kami mendatangi Kantor Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Papua, untuk berkordinasi terkait dengan akan dilakukannya laporan,  atas dugaan pencemaran nama baik dimedia sosial terhadap  Ketua  DPC  Partai Demokrat Waropen, yang juga sebagai Bupati Kabupaten Waropen, Yermias  Bisai,” kata Sekretaris Partai Demokrat Waropen, Marselus Daimboa.

Marselus menyebutkan, niat mereka mendatangi Kantor Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Papua, karena mereka melihat ada upaya-upaya untuk melakukan pencemaran nama baik, fitnah dan hoaks terhadap pimpinan mereka.

“Kami melihat ada upaya-upaya untuk melakukan pencemaran nama baik, fitnah dan hoaks terhadap pimpinan kami. Dan secara organisasi, kami berinisatif untuk membela pimpinan kami, atas upaya-upaya yang merugikan nama baik ketua kami, tetapi juga sebagai pejabat publik, yang sekarang ini menjadi Bupati Kabupaten Waropen,” sebut Marselus.

Ia menjelaskan, pada dasarnya mereka menghormati segala tahapan yang berkaitan dengan proses Tipikor. Dan biarlah pihak berwajib yang proses itu.

“Kami melihat dalam ungahan saudara RDN, diakun media sosial miliknya yakni facebook, ia (RDN) secara sepihak  menyebutkan bahwa pimpinan kami sebagai pelaku Tipikor.  Namun fakta hari ini, tidak membutikan itu, sebagaimana ungahan saudara RDN dimedsos itu. Maka kami menilai ada dugaan pelangaran  ITE, menyangkut nama baik dan jabatan dari pimpinan kami,” ujar Sekretaris Partai Demokrat Waropen itu.

Sementara itu, salah satu Kader Partai Demokrat Kabupaten Waropen, Kaleb Woisiri menuturkan, selaku  DPC  Partai Demokrat  Kabupaten Waropen, pihaknya merasa dirugikan terkait sejumlah stigma yang diberikan kepada pimpinan mereka, selaku Bupati Kabupaten Waropen.

“DPC Partai Demokrat Kabupaten Waropen, merasa dirugikan atas stigma yang disebarkan oleh saudara RDN dimedia sosial miliknya, yang menyebutkan bahwa pimpinan kami terlibat dalam kasus korupsi pembangunan taluk di Kabupaten Waropen. Dan juga, dimana saudara RDN meminta kepada Polda Papua untuk menangkap Bupati Waropen. Kami menilai semua stigma yang diberikan kepada pimpinan kami oleh saudara RDN dimedsos adalah hoaks, memfitnah, dan mecemarkan nama baik dari pimpinan kami, yang juga sebagai Bupati Kabupaten Waropen,” sebut Kaleb.

Disingung soal hasil kordinasi dengan Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Papua?, Kaleb menyebutkan, dimana hasil kordinasi mereka,  pertama, pihak yang dirugikan secara lansung dalam ungahan dimedsos itu yang melaporkan sendiri secara resmi, dan membawa bukti ungahan dimedsos,  yang dinilai merugikan atau mencemarkan nama baik pribadi yang bersangkutan.

“Ya, hasil kordinasi dengan Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Papua, dimana, pertama  Bapak Bupati Waropen, Yermias Bisai, sendiri yang membuat laporan secara resmi, serta membawa bukti ungahan dimedsos,  yang dinilai merugikan atau mencemarkan nama baiknya,” jelas Kader Partai Demokrat itu.

Sekedar diketahui, laporan secara resmi oleh Ketua  DPC Partai Demokrat Kabupaten Waropen, dan juga sebagai Bupati Kabupaten Waropen, Yermias  Bisai, akan dilakukan secara resmi ke Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Papua, pada Kamis 27 Februari 2020.

(Richard/Lintas Papua)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here