Ketua Sub PB PON XX Kabupaten Jayapura yang juga Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si, saat berbincang dengan peserta dan tamu undangan usai kegiatan Sosialisasi Persiapan Menuju PON XX Tahun 2020, yang berlangsung di Aula Lantai II Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura, Rabu (26/2/2020) kemarin siang. (Irfan /LPC)

SENTANI (LINTAS PAPUA) –  Ketua Sub PB PON Kabupaten Jayapura Mathius Awoitauw, SE, M.Si, membantah persiapan PON XX Tahun 2020 yang dinilai belum maksimal, dikarenakan ada sekian banyak venue PON yang belum selesai dan juga adanya miss antara PB PON dengan Sub PB PON, serta ada informasi yang di Sub PB PON belum tahu dengan benar.

“Mereka (DPR Papua) harus kasih tahu dengan jelas dalam hal apa yang belum maksimal. Kalau infrastruktur itu sementara sedang jalan, kemudian dari fasilitas pendukung jalan, di kabupaten ini kita juga sedang kerjakan dengan teman-teman dari provinsi dan pusat. Nah, ini semua sedang kita kerjakan,” ujar Mathius Awoitauw ketika menjawab pertanyaan media online ini usai kegiatan Sosialisasi Persiapan Menuju PON XX Tahun 2020, yang berlangsung di Aula Lantai II Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura, Rabu (26/2/2020) kemarin siang.

Menurut Bupati Jayapura itu, mengenai persiapan atlit itu, ditangani langsung oleh KONI Provinsi Papua. Kalau ada informasi secara detail itu lebih lengkap lagi.

“Ini baru infrastruktur yang kita bahas, kalau soal atlit itukan urusan KONI provinsi karena mereka sedang melatih untuk mempersiapkannya. Nah, kita coba atur waktu yang tepat untuk melakukan sosialisasi tersebut. Jadi soal atlit itu tanggung jawab penuh KONI Provinsi Papua, dan ini sedang berlangsung atau kesiapan-kesiapannya sedang berlangsung,” ujarnya.

Saat ditanya soal anggaran yang dibutuhkan Sub PB PON XX Kabupaten Jayapura, Mathius mengakui bahwa pihaknya sampai saat ini belum mengetahui jumlah pasti anggaran yang akan dikucurkan ke Sub PB PON.

“Mungkin soal pendanaan, karena kita kerja ini dari panitia inikan belum memberikan Atau mengucurkan dana. Kita sudah pernah lakukan rapat penandatanganan MoU untuk empat klaster, kemudian dari provinsi bisa menyalurkan dana yang disediakan. Karena kalau tahan di provinsi untuk apa, inikan kegiatannya ada berlangsung di kabupaten/kota. Baik itu, persiapan sebagai tuan rumah dan hal-hal yang lainnya. Bahkan acara pembukaan dan penutupan juga terjadi di Kabupaten Jayapura,” ujar Mathius.

Karena itu, ia juga meminta kepada pihak Pemerintah Provinsi Papua harus cepat memberikan informasi yang tepat kepada kluster-kluster yang ada di Papua.

“Kami sudah bekerja ini, kita terus lakukan sosialisasi secara terus-menerus. Dari keterbatasan informasi yang ada ini. Tetapi untuk informasi lebih lengkap, maka provinsi harus bantu kita yang ada di kabupaten/kota untuk lakukan publikasi dan sosialisasi secara lengkap lagi,” pintanya.

“Kita belum tahu dana yang akan dikucurkan, karena provinsi yang merencanakan semua kebutuhan. Dan panitia di tingkat provinsi juga ada, tapi mereka harus bertemu dengan panitia yang ada di Sub-sub PB PON XX. Karena ini bidang-bidangnya semua sama, pekerjaannya juga sama. Jadi dalam hal ini kita harus bersatu, supaya dana itu dipakai untuk hal yang sama,” tukasnya.

Diberitakan, Ketua DPR Papua, Jhony Banua Rouw, SE, Selasa (25/2/2020) malam lalu, mengungkapkan hasil dari pertemuan bersama dengan seluruh anggota komisi, bahwa ada banyak masalah hasil kunjungan dari komisi ke daerah-daerah, terutama untuk melihat semua dari persiapan PON XX Tahun 2020 di Papua.

“Terkait persiapan PON, disini kami melihat ternyata persiapan PON belum maksimal. Dimana, ada sekian banyak venue PON yang belum selesai. Kemudian kami juga melihat ada mis antara PB PON dengan Sub PB PON. Bahkan ada informasi yang di Sub PB PON belum tahu dengan benar,” ungkapnya.

Sehingga dari pantauan tersebut, lanjut JBR sapaan akrabnya menyampaikan, bahwa pihaknya mengetahui ada beberapa cabang olahraga atau Cabor yang ternyata belum memiliki venue serta anggaran yang belum dimasukkan.

“Jadi kurang lebih ada empat Cabor yang belum memiliki venue. Maisng-masing itu Gantole, Layar, Paralayang, serta GOR Waringin. Ini belum ada anggarannya. Sementara inikan sudah mau digunakan,” beber pria yang juga Politisi Partai NasDem Papua. (Irf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here