Kepala Dinas Perhubungan Papua, Reky Ambrauw, saat diwawancara. (Erwin /LPC)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Untuk mendukung pelaksanaan PON XX 2020, Dinas Perhubungan Papua melakukan pendataan transportasi lokal sejak 2018 lalu.

Namun banyaknya jumlah kendaraan yang berpindah tangan, dikeluhkan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Papua Reky Douglas Ambrauw yang juga ketua bidang transportasi PB PON Papua.

Dimana hal itu menjadi kendala tersendiri dalam penyajian data yang valid jelang PON, September 2020 mendatang.

“Makanya kita kembali melakukan pendataan ulang. Dimana kita sudah beberapa tahap melakukan pendataan,” ujar ia di Jayapura, Senin (24/2/2020).

Reky pastikan pendataan itu dilakukan untuk melihat kesiapan kendaraan lokal yang bisa digunakan pada PON nanti.

Dilain pihak, untuk menentukan rekayasa lalulintas pada saat iven empat tahunan itu mulai digelar.

“Sebab di bidang transportasi PB PON Papua ini ada beberapa pelayanan seperti transportasi kedatangan, transportasi pembukaan maupun penutupan upacaranya.

“Kemudian ada layanan transportasi pelatihan dan pengenalan lapangan, pelayanan transportasi pertandingan, pelayanan transportasi welcome dinner dan pelayanan pemulangan. Semua ini terkait dan harus terjadwal dengan baik,” pungkas ia.

Sebelumnya Kementrian RI melalui Direktorat Jendral Perhubungan Darat menyumbang 672 bus menyukseskan pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di tanah Papua dalam hal transportasi.

627 bus tersebut terbagi menjadi dua jenis, yakni tipe medium dengan 24 tempat duduk dan tipe mikro berkapasitas 19 tempat duduk. (win)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here