Anggota DPR Sarmi, Dua Periode, Mustafa Arnold Muzakkar. Richard (LPC)
Anggota DPR Sarmi, Dua Periode, Mustafa Arnold Muzakkar. Richard (LPC)

 

SARMI (LINTAS PAPUA) — Polemik berkepanjangan kian melanda Kabupaten Sarmi, Provinsi Papua. Dikala polemik itu melanda kepemimpinan pejabat daerah, yang tersandung persoalan hukum. Berimbas pada rasa saling curiga, dan ketikpercayaan antara masyarakat dan pemerintah, maupun masyarakat dengan masyarakat Sarmi itu sendiri.

Polemik Sarmi hari ini, terkait salah satu pejabat mereka, yakni Wakil Bupati Sarmi, Yosina Troce Insyaf, yang diberhentikan dari jabatannya oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri). Kejadian ini menjadi kesan sedih, tak hanya bagi pemerintah daerahnya, tapi juga masyarakat di Kabupaten Sarmi. Terhadap pimpinan mereka itu.

Berkaitan dengan polemik di Sarmi itu, salah satu Anggota DPR Sarmi, Mustafa Arnold Muzakkar, saat diwancarai Lintas Papua.Com, Senin (24/02/2020) mengatakan, polemik berkepanjangan  yang melanda Sarmi, sangat memprihatinkan tanpa kita sadari atau tidak.  Polemik ini sangat mempengaruhi pembangunan di Kabupaten Sarmi.

“Polemik berkepanjangan di Sarmi, sangat memprihatinkan, dan tanpa kita  sadari atau tidak.  Polemik ini sangat mempengaruhi pembangunan di Kabupaten Sarmi,” kata Anggota DPR Sarmi, Mustafa Arnold Muzakkar.

Sebut Mustafa, setiap manusia hendaknya memiliki harapan, harapan untuk hari esok menjadi lebih baik. Maka kunci untuk  membawa  Kabupaten Sarmi berubah dan menjadi lebih baik adalah lahirnya kesadaran diri diantara kita semua tak terkecuali, mulai dari pemerintah sampai ke masyarakat Sarmi itu sendiri.

“Egoisme diantara  kita harus diakhiri. Maka rekonsiliasi harus dilakukan tanpa rasa dendam. Kepentingan rakyat harus menjadi napas menyelesaikan persoalan yang ada.  Kabupaten Sarmi tidak akan pernah berubah menjadi lebih baik. Kalau hati kita masih dicekoki ambisi, iri hati, dengki dan tendensi pribadi. Kita seyogiyanya saling menghargai dan memberi dukungan satu sama lain,” ujar Anggota DPR Sarmi dua periode itu.

Sembari mencotohkan, Ketua Nasdem Sarmi itu menuturkan, ibarat  bermain bola, dimana keseblasan tim harus menjadi solid dan saling mendukung jika ingin mencapai kemenangan.  Seberapa pun bencinya gelandang terhadap strikernya. Namun  gelandang tetap harus bekerja sama, dan mendukung strikernya untuk  meraih kemenangan dengan mencetak gol.

“Coba lihat sebuah tim kesebalasan sepak bola, mereka menjadi satu dan solid, mereka dalam tim saling mendukung dengan semangat mencapai kemenangan.  Seberapa pun bencinya gelandang terhadap strikernya. Namun  gelandang tetap harus bekerja sama dan mendukung strikernya, untuk meraih kemenangan dengan mencetak gol,” tutur Mustafa, sembari mengilustrasikan.

Disingung soal ilustrasi tim sepak bola dalam konteks Sarmi hari ini?, Anggota DPR Sarmi itu menuturkan, konteks Sarmi hari ini, dimana pemerintahan kita, dalam hal ini adalah Bupati yang telah kita pilih. Harus kita dukung, selama itu demi kebaikan Kabupaten Sarmi. Dan tanpa mengurangi rasa hormat kepada yang tidak sejalan. Karena pada setiap kebijakan adalah wajar kalau ada pro dan kontra. Itu pun menjadi relatif. Karena tergantung siapa yang menilai. Dan dari sisi mana menilainya.

“Kepemerintahan Sarmi hari ini, harus didukung lewat Bupati yang telah kita pilih. Tanpa mengurangi rasa hormat kepada yang tidak sejalan. Karena pada setiap kebijakan adalah wajar kalau ada pro dan kontra. Itu pun menjadi relatif. Karena tergantung siapa yang menilai.  Dan dari sisi mana menilainya,” ujar, Mustafa, dengan nada mengajak.

Kedepannya, sikap optimisme dan harapan untuk Sarmi akan menjadi lebih baik harus selalu ada. Caranya kita harus bersama-sama menciptakan konduksivitas yang aman, dan damai di Kabupaten Sarmi.

“Jadikan masa lalu sebagai pelajaran, dan bergandengan tangan menatap kedepan. Melangkah dan berbuat untuk melakukan perubahan pada porsi dan posisi kita masing-masing. Tanpa saling sikut dan mencurigai satu sama lain,” jelas  Ketua Nasdem Sarmi itu.

Sesunguhnya tidak ada manusia yang sempurna, maka memahami serta saling menerima mengasihi adalah langkah tepat untuk menyempurnakan ending dari harapan bersama. Politik seyogiyanya ditempatkan pada tempat dan waktunya, agar tercipta ketentraman dalam kita mengisi pembangunan.

“Masih sangat banyak  PR (pekerjaan rumah) kita yang belum selesai, dan harus diselesaikan.  Namun rasanya akan sulit, bilamana masih terjadi gontok-gontokan diantara kita. Terutama pemangku kepentingan. Tempatkan kepentingan rakyat sebagai prioritas target kepentingan kita,” pungkasnya.

(Richard/Lintas Papua)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here