Anggota DPR Sarmi, Dua Periode, Mustafa Arnold Muzakkar. Richard
Anggota DPR Sarmi, Dua Periode, Mustafa Arnold Muzakkar. Richard

SARMI (LINTAS PAPUA) — Hiruk pikuk yang melanda Kabupaten Sarmi, lantaran salah satu pejabat mereka, yakni Wakil Bupati Sarmi, Yosina Troce Insyaf, yang diberhentikan dari jabatannya oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri). Tentulah menjadi kesan sedih, tak hanya bagi pemerintah daerahnya, tapi juga masyarakat di Kabupaten Sarmi. Terhadap pimpinan mereka itu.

Soal hiruk pikuk di Sarmi itu, Lintas Papua.Com, berkesempatan mewancarai salah satu Anggota DPR Sarmi, Mustafa Arnold Muzakkar, pasca diberhentikannya Wakil Bupati Sarmi dari jabatannya.

“Saya sebagai Anggota DPR Sarmi, yang kembali dipercayakan oleh masyarakat Sarmi untuk periode kedua, tentulah kepercayaan yang diberikan masyarakat ini, bukanlah berkaitan dengan sebuah jabatan. Melaikan ini adalah sebuah amanah yang harus saya jawab,” kata Mustafa.

Sebut Anggota DPR Sarmi, dua periode itu, terkait persoalan di Kabupaten Sarmi, khususnya menyangkut masalah hiruk pikuk persoalan jabatan Wakil Bupati Sarmi, dirinya melihat bahwa ini memang sesuatu yang awalnya kalau orang bilang istilahkan ngeri-ngeri sedap. Kenapa?,  karena banyak hal yang terlibat disini, yang perlu kita telusuri baik pihak-pihak yang terlibat maupun aturan-aturan yang ada.

“Periode kami kemarin memang kami sudah jalan melangkah sampai ke Jakarta sebenarnya,  dan di Provinsi Papua, kami konsultasi dengan Pengadilan, Kejaksaan, Biro Hukum, Biro Pemerintahan Provinsi Papua semuanya sudah.  Dan terakhir, DPR periode lalu bahkan sampai ke Kementerian Dalam Negeri untuk mempertanyakan persoalan terkait Ibu Wakil Bupati Sarmi itu,” jelasnya.

Hasil dari Kemendagri?, sebenarnya pada saat itu kami sudah mendapat jawabannya,  namun kami DPR tidak lansung menindaklanjutinya. Karena segala sesuatunya harus ada data pembanding atau data yang akurat. Kenapa?, karena menyangkut persoalan nama baik, yang berkaitan dengan permasalahan hukum. Maka saat itu DPR bersikap untuk tidak mengambil kebijakan atau keputusan berkaitan dengan persoalan hukum.

“Posisi DRP Sarmi saat itu, sebatas memberikan pencerahan kepada masyarakat, agar masyarakat tidak terlalu jauh melibatkan diri mereka, apalagi berkaitan dengan persoalan hukum yang sebenarnya kita belum tau kebenarannya,” jelas Ketua Nasdem Sarmi itu.

Ditenggah ketidak jelasan soal status ibu Wakil Bupati Sarmi saat itu,  kami sebagai Anggota DPR Sarmi saat itu, sangat menyayangkan dengan munculnya berita hoaks. Kenapa berita hoaks?, karena itu terjawab dan terbantahkan dengan sendirinya,  setelah adanya kejadian yang kurang  menyenangkan buat kami di Sarmi, atas persoalan yang menimpa ibu Wakil Bupati Sarmi ini,” tutur Mustafa.

Disingung soal sebelumnya ada demo masyarakat di Kantor DPR Sarmi,  Mustafa menuturkan, terkait masalah demo yang dilakukan oleh masyarakat di Kabupaten Sarmi ke Kantor DPR Sarmi yang menuntut untuk Bupati Sarmi harus mengaktifkan kembali Ibu Wakil Bupati Sarmi. Itu adalah bagian dari berita hoaks tentang posisi Ibu Wakil Bupati Sarmi saat itu, sehingga masyarakat pun terpenggaruh dengan berita hoaks, kemudian mereka berdemo.

“Saya secara pribadi menganggap bahwa masyarakat yang melakukan demo saat itu,  tidak serta-merta disalahkan. Mengapa?, saya sebagai wakil rakyat ada digarda depan untuk membela mereka. Dan sikap saya ini, bukan membela dan membenarkan apa yang mereka lakukan. Tapi paling tidak kita harus memahami bahwa itu mereka lakukan karena mendapatkan berita hoaks,” tegasnya.

Disisi lain, sebut Mustafa lagi, kita patut memberikan apresiasi kepada Bapak Bupati Sarmi, Eduard Fonataba. Mengapa?, kendati pun bliau dalam posisi yang disudutkan saat itu, namun bliau masih memperlihatkan kebijaksanaannya sebagai seorang pemimpin, dan sebagai seorang Bupati sampai hari ini. Dimana bliau tidak mengambil langkah-langkah jauh, yang mungkin kalau menimpa orang lain mereka sudah melakukan counter attack. Tapi kami bersyukur karena bliau tidak melakukannya.

Mengakhiri wawancara, Mustafa Arnold Muzakkar berpesan, dari hiruk pikuk yang melanda Kabupaten Sarmi hari ini, saya sebagai wakil rakyat menghimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Sarmi. Untuk tidak terprovokasi dan tidak terpancing atas ajak-ajakan dari siapapun juga, ditenggah persoalan yang melanda Kabupaten Sarmi hari-hari ini.

“Kita sudah pengalaman, dimana satu masalah kita diombang-ambingkan oleh banyak isu, banyak berita, yang faktanya tidak valid, tidak akurat dan tidak benar. Saya berharap dan mengajak, ayo mari kita sebagai masyarakat Kabupaten Sarmi, kita rapatkan barisan, dan jangan kita melihat ke belakang, tapi mari kita melihat ke depan. Karena didepan kita masih banyak tantangan, masih banyak pekerjaan rumah. Untuk bagaimana kita membawa Kabupaten Sarmi ini, bisa menjadi lebih baik. Dan untuk mencapai itu, tidak ada cara lain, selain kita menciptakan konduksifitas di Kabupaten Sarmi, untuk Sarmi aman, damai, dan tentram, dengan saling berangkulan untuk melangkah bersama menata bersama Kabupaten Sarmi,” pesan dan harapan Anggota DPR Sarmi itu.

(Richard/Lintas Papua)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here