JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  –  “Saya baru dapat info dari keluarga di Canbera bahwa Andy Ayamiseba, manager Black Brothers dan petinggi ULMWP telah meninggal dunia tadi pagi di Canberra Australia pukul 04.00 waktu setempat karena kanker,” tulis Geis Muguri,, dalam akun facebooknya Jumat, 21 Februari 2020.

IN MEMORIAM ANDY AYAMISEBA

Sekitar tahun 1963 dia datang dari Mankwari. Masuk SMA Gabungan. Saudara kembarnya, Poppy, datang duluan.

Poppy tinggal dgn keluarga Lodewijk Ayamiseba di *Tanjung Kemboja* Werf. Di rumah inilah tempat kita kumpul. Edu Ayamiseba, anak tunggal bpk Lodewijk. Mamanya Edu yi isterinya bpk Lodewijk adalah perempuan Yoka bermarga Mebri.


Selain Edu ada Markus atau Max Mebri, (yang pernah jadi kiper Persipura), saya dan Andi.


Kita makan di keluarga Lodewijk Ayamiseba dan tidur di kantor Sport Federatie, Koni nya zaman Belanda, di Argapura Gunung. Setelah bpk DS Ayamiseba terpilih sebagai ketua DPRD GR di tahun 1963 dan menempati rumah jabatan di Dock 5 barulah Poppy dan Andy ikut ke Dock 5. Namun persahabatan kita tetap berlanjut.

Pada jaman Belanda, HBS punya band sekolah namanya HIGHSCOOL DEVILS. Ketika 1964 ex HBS ers tamat, band sekolah ini dilanjutkan oleh Andy cs yg kemudian terbentuk Black Brothers.

Tamat SMA Andi tdk kuliah tapi terjun ke dunia bisnis.
Dia punya armada taksi dengan nama GLORIA TAXI. Dia juga diangkat jadi Direktur Utama PT BINTUNI BARU, kotraktor dan trading. Tahun 1972 ketika sy jadi wakil direktur Puspenka GKI di Sentani sy tunjuk PT BB sebagai pemborong yg mengerjakan bangunan2 Puspenka.

Untuk mendukung ACUB ZAINAL menjadi Gubernur Andy mengundang semua tokoh2 masyarakat dinner di rumahnya dan membuat dukungan pada Acub Zainal. Saya hadir waktu itu.

Andy juga berniat membangun sebuah hotel. Untuk itu dia menimbun pantai disamping gedung DPRD GR. Ketika GKI mau bongkar gedung gereja Pengharapan di taman Imbi dan membangun gedung baru, gub Acub Zainal meminta GKI jangan bongkar gedung yg bersejarah.

Acub Zainal negosiasi dengan Andy dan Andy menyerahkan lahan untuk hotel kepada GKI dengan ganti rugi dibayar oleh Pemda.
Pada masa inilah lahir Black Brothers.

Akhirnya di pergi bawa bapaknya ke Jakarta dan dari Jakarta ke Australia. Dalam kunjungan Theys Eluay ke Australia dia sempat bertemu Andy dan berfoto bersama. Andy berikan foto itu kepada Theys dengan pesan * jangan tunjuk foto ini kepada siapa2 sebelum kk John lihat.

Tanggal 1 Januari 2019 yl Nick Meseth telp sy dari Vanuatu. Nick bilang *kaka John, Andy wants to speak with you*. Kita dua sempat bernostalgia beberapa menit. Hari ini dia telah tiada. Goodbye Andy. I still remember you. Rest in Peace. (Sumber Bapa John M Kabey dalam postingan facebooknya)

Sementara itu, Samuel Pakage, dalam facebooknya menulis

Kami rakyat PAPUA pecinta sepanjang masa musik ” BLACK BROTHERS ” turut berduka cita yang sangat dalam atas berpulangnya
Bapa Andy Ayamiseba sebagai Pendiri, Founder, Manager, sekaligus sebagai produser eksekutif Black Brother.

Dengan kehadiran Black Brothers, telah mengangkat harkat dan martabat kami orang papua di kanca nasional maupun dunia internasional.

Group black brothers pertama kami tampil
di Jayapura dengan dengan memakai nama group ” Iriantos Primitiv “, menjelang persiapan show ke Papua New Guinea. Namun tidak mendapat izin dari Pemerintah Pusat Jakarta.

Setelah Jakarta tidak izinkan show ke PNG, Andy Ayamiseba sebagai founder dan pendiri black brothers mulai atur misi musik ke Jakarta. Dan pada tahun 1976 BLACK BROTHERS tampil di SENAYAN Jakarta, sepanggung dengan SAS group Rock Arthur Kaunang eks porsobel AKA Group.

Begitu Black Brothers tampil dengan lagu pertama yang dinyanyilan oleh Hengky MS dengan judul ” Soldier of Fortune ” dari Deep Purpe, seluruh penonton histeris dan terkagum kagum. Dengan tampilnya Black Brothers pada waktu itu telah berhasil menaklukkan Jakarta.

Sejak itulah Black Brothers mulai dikenal dan terkenal di seluruh Indonesia, bahkan sampai dunia luar.

Selamat jalan Bp Andy Ayamiseba. Perjuanganmu serta musik Black Brother kami akan kenang selalu.

Tuhan Memberkatimu Bp Andy bersama keluarga serta seluruh personil dalam  group musik kebanggaan kami.

Berbagai ucapan turut berduka disampaikan semua masyarakat Papua dalam akun – akun facebook, isntagram dan berbagai media sosial lainnya.

Anggota DPR Papua, Emus Gwijangge dalam akun facebooknya menulis, Turut berdukacita yang mendalam atas meninggalnya bpk Andi Ayamiseba. Beliau ikon musik yang mewarnai blantika musik Indonesia juga dan tokoh besar budaya Papua yang turut mewarnai generasi musiknya. Karya-karya beliau abadi.

“Dalam kecintaannya kepada tanah Papua, menjadi refleksi bagi semua pihak untuk membangun Papua lebih baik ke masa depan.GOD BLESS YOU,” tulis Emius Gwijangge.

Sementara itu, Pace Brow dalam akun facebooknya menulis,

hari ini kau pergi sayang……..
hari ini kau menghilang……….

Mawar Hitam diatas Langit Papua..
PAPUA SAKIT PAPUA SEDANG DUKA SAYANG E……….’

RIP Sang Lagenda Pendiri/Produser BLACK BROTHERS

“DADY ANDY AJAMSIEBA”

Papuamu mulai gersang dan hening entahhhh sampai papan derita ini akan berakhir’ terima kasih telah hadirkan sang legend Black Brothers bagi kami’ kami sayang Dady Andi, kami sayang semua legenda Black Brothers, sampai bertemu di laut kaca’  “we love u Dady Andi Ajamsieba”

Sekilas

Sebagaimana dikutip dari http://warejapapuaku.blogspot.com menulis, bahwa mendengar nama Andy Ayamiseba, pikiran kita tentu langsung berusaha memutar balik kembali tentang nostalgia grup musik Papua yang bernama Black Brothers. Grup band ini terkenal sekali di era 70-an dengan lagunya “Mutiara Hitam” dan “Kisah Seorang Pramuria”, bahkan beberapa lagu dari mereka masih populer di kalangan kaula muda jaman sekarang.

Dibalik nama besar Black Brothers yang konon mempunyai rating tinggi di belantika musik Indonesia era 70-an ini ada seorang seniman sekaligus Pilot grub band ini. Andy Ayamiseba, seorang menejer sekaligus pelopor terbentuknya grup band Black Brothers yang sebelumnya bernama Iriantos patut diacungi jempol.

Andy bersama dengan rekannya yang berbakat profesional yaitu : Agus Rumaropen (vokal), Sandhy Betay (vokal), Marthy Messet (lead vocal), Hengky Merantoni (lead guitar), Benny Betay (bass), Jochie Phiu (keyboard), Amry Tess (trompet), Stevie MR (drums), dan David (saxophone).

Andy Mayamiseba lahir di kota Biak pada 21 April 1947, Ayah andy bernama Dirk Ayamiseba (Asli Papua) dan Ibunya bernama Dolfina Tan Ayomi (Keturunan Tionghoa). Ayahnya pernah menjadi Gubernur pertama di Papua dan ketua DPRD pertama. (Dari Berbagai Sumber)

2 KOMENTAR

  1. Turut Berduka Cita yang mendalam. Saya fans-nya Group Black Brothers Band Tahun ’70-an. “TURUT RASA BERDUKA CITA”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here