Ketua Harian Panitia Besar (PB) PON XX Papua, Yunus Wonda. Gracio (LPC)
Ketua Harian Panitia Besar (PB) PON XX Papua, Yunus Wonda. Gracio (LPC)

 

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) — Tiga bulan menuju event terakbar di Indonesia, yakni Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua, semua toko minuman meras (miras) di tutup.

Himbuan penegasan itu, dikatakan langsung oleh Ketua Harian Panitia Besar  (PB) PON XX Papua, Yunus Wonda, usai mengikuti kegiatan doa bersama menjelang pembukaan pendaftaran atlet, Kamis, (19/2/2020), di Sentani, Kabupaten Jayapura.

“Saya mau sampaikan bahwa semua toko penjual miras, tiga bulan sebelum penyelenggaran PON.  |Semuanya ditutup, dan stop penyebaran penjualan miras dijalan-jalan.  Dan kami akan menyurati secara resmi kepada Kapolda Papua, Pangdam XVII/Cenderawasih, dan semua jajarannya. Tiga bulan sebelum penyelenggaraan PON miras harus stop,” tegas Yunus Wonda.

Menurutnya, salah satu persoalan di Papua ialah miras sehingga, pihaknya akan berkoordinasi dengan aparat keamanan untuk membatasi penjualan minuman beralkohol di Papua terutama pada cluster penyelenggara PON.

“Miras ini yang bikin masalah di Papua, jadi itu harus berhenti, kami harus menjadi tuan rumah yang baik terlepas dari kekurangan kami,” katanya.

Dia menambahkan dengan adanya venue di Papua, hal itu dapat memacu semangat para atlet meraih prestasi.

“Artinya ada masa depan bagi generasi Papua untuk menjadi atlet handal karena di dukung dengan fasilitas yang telah di bangun oleh pemerintah,”  ujar Ketua Harian Panitia Besar  PON XX Papua itu.

(Gracio/Lintas Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here