Bursa Efek Indonesia (BEI) atau Indonesia Stock Exchange (IDX) perwakilan Papua menggelar workshop wartawan, sekaligus memaparkan program kerja tahun 2020. (Gracio /LPC)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) atau Indonesia Stock Exchange (IDX) perwakilan Papua menggelar workshop wartawan, sekaligus memaparkan program kerja tahun 2020.

Kepala BEI Papua, Kresna Aditya Payokwa mengatakan, kegiatan tersebut untuk memberikan pemahaman kepada wartawan terkait tata cara berinvestasi untuk meningkatkan minat masyarakat berinvestasi di bursa saham.

“Diharapkan semakin mendorong masyarakat Papua dan Papua Barat bisa berinvestasi dengan legal terutama di bursa saham karena saat ini semakin banyak investasi bodong,” jelas Kresna di Kantor BEI Papua, Selasa (18/2/2020).

Pada tahun 2020 kata Kresna, BEI Papua memiliki program kerja, yaitu literasi berupa kegiatan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat umum berupa kuliah umum dan seminar pasar modal.

Disamping itu BEI Papua juga gencar melakukan inklusi atau kegiatan edukasi dan sosialisasi untuk menhasilkan investor baru melalui sekolah pasar modal level I dan forum calon investor.

Lebih lanjut dijelaskan, itu, aktivasi melalui kegiatan edukasi lanjutan untuk para investor yaitu SPM level 2 A dan B, kelas investor dan investor gathering. “Lalu, ada pendalaman produk pasar modal melalui kegiatan edukasi lanjutan untuk memperkenalkan produk-produk baru BEI seperti ETF, obligasi dan derivatif,” ujarnya.

Dia juga menjelaskan, peresmian galeri investasi melalui kerjasama dengan perguruan tinggi pada 2020 ditargetkan penambahan dua galeri investasi BEI, sosialisasi go publik melalui edukasi bagi perusahaan di daerah untuk bisa menjadi perusahaan tercatat di BEI, dan 2020 ditargetkan menjadi empat kegiatan bisnis meeting dan satu worshop go piblik.

Kegiatan bersama stakeholder melalui worshop wartawan, anggota bursa gathering, KSPM gathering, dan CSR berupa bantuan buku dan peralatan sekolah serta perayaan hari besar keagamaan bersama panti jompo dan panti asuhan.

“Banyak keuntungan berinvestasi di saham diantaranya capital gain (harga saham yang meningkat) deviden (pembagian keuntungan), dan bisa ikut rapat umum pemegang saham. Di sisi lain, namanya bisnis investasi memang ada risiko (capital laoss). Jadi, harus pandai-pandai memilih tempat untuk berinvestasi,” ujar Kresna.

Kresna memaparkan, pada tahun 2019 investor baru sebanyak 2.608, yaitu SID Papua bertambah 2.094 SID sehingga total SID di Papua mencapai 7.796 SID atau tumbuh 37 persen, “sedangkan untuk Papua Barat bertambah 514 SID sehingga total SID menjadi 2.023 SID,” katanya.(Gracio / lintaspapua.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here