Wakil Bupati Jayapura Giri Wijayantoro pertama melakukan sensus penduduk 2020 secara online yang dipandu langsung oleh Kepala BPS Kabupaten Jayapura Jeffrey De Fretes, S.Kom, M.M, Sabtu (15/2/2020) pagi pekan kemarin. (Irfan / lintaspapua.com)

Jeffrey De Fretes : BPS Kabupaten Jayapura Gunakan Combine Metode untuk SP 2020

SENTANI (LINTAS PAPUA) – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Jayapura menyebutkan empat (4) Distrik dari 19 Distrik di Kabupaten Jayapura yang teridentifikasi dapat dilakukan sensus penduduk secara online.

Kepala BPS Kabupaten Jayapura Jeffrey De Fretes, S.Kom, M.M., mengatakan, dari 19 Distrik di Kabupaten Jayapura hanya 4 Distrik yang teridentifikasi dapat dilakukan sensus secara online, karena 4 Distrik dimaksud wilayahnya terdapat sinyal internet.

“Keempat distrik itu adalah Distrik Sentani, Distrik Sentani Barat, Distrik Sentani Timur dan Distrik Waibhu, jadi kepada seluruh masyarakat di empat (4) Distrik ini kami minta untuk secara antusias mendaftarkan data diri secara online,” kata Jeffrey De Fretes, Sabtu (15/2/2020) siang pekan kemarin.

Sedangkan untuk 15 Distrik lainnya, kata Jeffrey, petugas BPS akan mendatangi langsung untuk wawancara.

Selain itu, BPS Kabupaten Jayapura akan menggunakan combine metode dalam melaksanakan sensus penduduk (SP) ke-7 pada tahun 2020 ini. Metode ini menggabungkan pendataan mandiri secara online dan pendataan dari petugas yang mendatangi rumah warga (door to door).

Lanjut Jeffrey De Fretes menambahkan, pelaksanaan sensus penduduk dengan metode melalui online . Dimana, para penduduk dapat mengisi dan juga memperbaiki data kependudukan secara mandiri dengan membuka website.

“Metode online ini mulai tanggal 15 Februari sampai 31 Maret 2020, yang langsung bisa masuk ke tautan https ://sensus.bps.go.id. Kemudian masyarakat bisa memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan nomor Kartu Keluarga (KK),” bebernya.

Kemudian metode door to door, yakni bagi warga yang belum sempat atau melengkapi SP dengan metode online. BPS melalui petugas sensus akan mendatangi masyarakat yang bersangkutan.

“Dan kalau wawancara langsung mendatangi rumah warga, yang pelaksanaannya dilakukan dari tanggal 1 juli sampai dengan 31 juli 2020,” imbuhnya.

Sensus Penduduk (SP) Tahun 2020 ini berbeda dengan sensus tahun 2010 lalu, karena di tahun 2020 ini masyarakat dapat melakukannya sendiri secara mandiri dengan memasukkan sejumlah data diri secara online.

Sensus Penduduk Tahun 2020 ini, kata Jeffrey, untuk pertama kalinya masyarakat langsung mengupdate data dirinya secara online. “Jadi, masyarakat kami imbau untuk memutakhirkan data dirinya dengan keterangan-keterangan terkini. Ketika sudah login, nanti di dalamnya ada 21 pertanyaan. Sebanyak 14 pertanyaan diisi otomatis dari data Dukcapil. Misalnya, nama sudah ada, jenis kelamin, tanggal lahir, agama, termasuk alamat,” cetusnya.

“Jadi data harus lengkap sesuai KK. Untuk itu, kami imbau masyarakat yang sudah punya NIK dan KK bisa kunjungi situs, pertanyaan juga sama untuk pengambilan data tidak online,” tukas, Jeffrey De Fretes. (Irf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here