Kepala BPS Kabupaten Jayapura, Jeffrey De Fretes, S.Kom, MM., saat diwawancara. (Irfan /LPC)

SENTANI (LINTAS PAPUA) – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Jayapura membutuhkan 400 petugas untuk melakukan Sensus Penduduk 2020. Selain dilakukan dari rumah ke rumah, sensus kali ini juga akan dilakukan secara online.

Kepala BPS Kabupaten Jayapura, Jeffrey De Fretes, S.Kom, M.M., mengatakan, Sensus Penduduk 2020 memiliki metode yang berbeda dengan sensus penduduk pada tahun-tahun sebelumnya.

“Dalam sensus penduduk 2020 ini ada dua kegiatan yang akan kita laksanakan, yang pertama sensus penduduk secara online. Jadi sensus penduduk online ini, kita minta seluruh masyarakat untuk mandiri melakukan atau mendaftarkan dirinya sendiri di alamat website sensus secara online itu sensus.bps.go.id, yang akan dilaksanakan pada tanggal 15 Februari hingga 31 Maret 2020 mendatang,” ujar Jeffrey saat ditemui di Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura, Selasa (11/2/2020) kemarin siang.

“Mungkin ada masyarakat yang sibuk dan tidak mau diganggu oleh petugas sensus, ya silahkan mereka secara mandiri mendaftarkan dirinya sendiri untuk sensus penduduk tahun ini. Termasuk teman-teman wartawan juga silahkan daftarkan dirinya sendiri sesuai tanggal yang telah ditentukan untuk berpartisipasi aktif sensus penduduk tersebut,” sambungnya.

Dia menjelaskan, mendaftarkan diri secara mandiri sesuai data administrasi kependudukan digunakan untuk melakukan sensus penduduk online pada 15 Februari hingga 31 Maret 2020. Setelah itu, dilakukan sensus penduduk dengan mendatangi ke rumah-rumah dan wawancara secara langsung.

“Jadi kita sudah punya data penduduk di suatu wilayah, nanti yang kedua itu pelaksanaan sensus penduduk secara mendatangi ke rumah-rumah dan wawancara itu akan dilaksanakan pada tanggal 1 hingga 31 Juli 2020. Pada saat sensus penduduk wawancara itu, nanti petugas-petugas kami akan datangi door to door atau dari rumah ke rumah untuk mendata seluruh penduduk yang ada di Kabupaten Jayapura,” jelasnya.

Jeffrey menyampaikan, data-data apa saja yang perlu disiapkan oleh masyarakat saat petugas sensus penduduk dengan mendatangi ke rumah-rumah dan wawancara secara langsung itu adalah Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang didalamnya ada Nomor Induk Kependuduk (NIK), Kartu Keluarga (KK), Surat atau Akta Nikah bagi warga yang sudah menikah dan juga harus ada Surat Keterangan Kematian bagi yang sudah meninggal.

“Data-data apa yang perlu disiapkan oleh masyarakat, yang pertama itu KTP disitu ada NIK, yang kedua adalah KK, yang ketiga mereka siapkan surat atau akta nikah bagi yang sudah menikah atau mungkin ada yang sudah meninggal itu harus ada surat keterangan kematian. Jadi nanti ketahuan salah satu penduduk berdasarkan KTP ada tidak di Kabupaten Jayapura,” imbuhnya.

“Dan juga dengan adanya surat nikah itu, berarti kita mengetahui bahwa ada beberapa pasangan yang sudah menikah. Begitupun kalau ada yang sudah meninggal, jadi kita bisa mengetahui ada beberapa data orang yang sudah meninggal, yang mungkin belum dilaporkan ke Dinas Dukcapil. Nah di sinilah kesempatan untuk memperbaiki data yang dimaksud, agar kedepannya data yang kita kumpulkan ini akan diserahkan kepada Dinas Dukcapil Kemendagri, yang akan menjadi satu data Indonesia dan tidak ada lagi data BPS atau data Capil,” tambahnya lagi.

Jeffrey mengatakan, sensus penduduk melalui wawancara akan dilakukan mulai tanggal 1 Juli hingga 31 Juli 2020. Dibutuhkan sekitar 400 petugas untuk melakukan melaksanakan sensus dengan metode tersebut.

“Kalau untuk perekrutan tenaga lapangan (petugas) itu akan dilaksanakan pada bulan Mei 2020 nanti. Kami membutuhkan sekitar 400 petugas atau tenaga lapangan. Jadi 400 petugas itu mencakup seluruh distrik, kampung dan kelurahan yang ada di Kabupaten Jayapura. Memang itu sesuai dengan jumlah penduduk, jadi semakin banyak penduduk disitu maka petugas kita juga akan banyak. Sebelum diterjunkan ke lapangan, mereka juga akan diberi pelatihan dulu,” ujarnya.

Jeffrey menambahkan, perbedaan lain sensus penduduk pada tahun ini dengan tahun-tahun sebelumnya khususnya di Papua yakni penggunaan Gadget dalam pendataan door to door.

“Kalau dulu menggunakan kertas, sekarang menggunakan Gadget. Jadi langsung masuk ke server pusat, datanya langsung terolah,” ucapnya.

Jeffrey optimis sensus penduduk di Kabupaten Jayapura bisa selesai sesuai target yang ditetapkan, yakni pada tanggal 31 Juli 2020. “Tapi, kalau melihat animo dan juga dukungan dari kepala daerah maupun pejabat daerah dan Disdukcapil, kemungkinan bisa lebih cepat. Apalagi di wilayah perkotaan,” tukasnya. (Irf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here