Suasana Rapat Paripurna Pembukaan Masa Sidang I DPRD Keerom, di ruang rapat DPRD Keerom, Senin (10/2/20) kemarin. (Arief / lintaspapua.com)

KEEROM (LINTAS PAPUA) – DPRD Keerom, kembali menggelar sidang. Kali ini, DPRD Keerom menggelar Rapat Paripurna Pembukaan Masa Sidang I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Keerom Tahun 2020 dan Rapat Paripurna dalam rangka Penyampaian Nota Pengantar Rancangan Peraturan Daerah Non APBD Tahun 2020. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Keerom, Bambang Mujiono, SE dan diikuti sekitar 70 tamu undangan.

Suasana Rapat Paripurna Pembukaan Masa Sidang I DPRD Keerom, di ruang rapat DPRD Keerom, Senin (10/2/20) kemarin. (Arief / lintaspapua.com)

Sementara itu yang hadirdari kalangan Forkompinda yang hadir diantaranya, Muh. Markum, SH, MH, MM (Bupati Keerom), Slamet, M.APd (Sekretaris DPRD Kabupaten Keerom), Daniel Panca Pasanda, S.STP, M.Si (Asisten I Setda Kabupaten Keerom), Drs. Edy Y. Buntan M.Si (Asisten II Setda Kabupaten Keerom), Drs. Minggu Bandua (Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Keerom), Serfosius Tuamis (Ketua Dewan Adat Keerom), Bambang Irawan (Kasatpol PP Kabupaten Keerom) dan Para Pimpinan OPD dan Anggota DPRD Kabupaten Keerom.

Dalam Rapat Paripurna tersebut, Pemkab Keerom melalui Bupati Keerom menyampaikan 5 (lima) Rancangan Peraturan Daerah yang dipandang penting dan strategis untuk dibahas bersama dan selanjutnya dapat ditetapkan menjadi PERDA.

‘’Ke-lima rancangan Perda tersebut yaitu, Raperda tentang pengelolaan sampah, Raperda tentang perubahan RPJMD Kabupaten Keerom tahun 2016-2021, Raperda tentang pengelolaan barang milik daerah, Raperda tentang kendaraan dinas operasional Pemerintah Kabupaten Keerom dan Raperda tentang penyelenggaraan administrasi kependudukan,’’ujarnya.

Suasana Rapat Paripurna Pembukaan Masa Sidang I DPRD Keerom, di ruang rapat DPRD Keerom, Senin (10/2/20) kemarin. (Arief / lintaspapua.com)

Sementara Ketua DPRD Keerom, mengemukakan bahwa salah satu Raperda yaitu tentang pengelolaan sampah adalah hal yang baik. ‘’Raperda Pengelolaan Sampah ini merupakan cara yang lebih baik agar kita jangan sebatas pengumpulan, pengangkutan, pembakaran dan pembuangan ke TPA. Seiring dengan jalannya waktu metode tersebut harus kita tinggalkan dan kita harus bergeser pada Pemilahan, Pengelolaan, Pemanfaatan dan Pembuangan lalu ke Tempat Pembuangan Akhir,’’ujarnya.

Ia juga mengemukakan bahwa keempat Raperda lainnya adalah hal yang akan dibahas secara baik sesuai ketentuan dan mekanisme yang berlaku. (arief/lintaspapua.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here